Pada tanggal 12/24/05, Zaki Akhmad <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
>
> Apakah ada teman-teman di teknologia yang sudah tidak membaca diatas
> kertas lagi? Kalau ada bagi-bagi cerita dong, kok bisa membaca di depan
> komputer terus?  Berapa halaman yang dibaca di depan komputer?
> Bacaannya soal apa sih? Eh jadi pakai kacamata gak terus? Print-nya
> bolak-balik gak? Kasian lho kalau gak bolak-balik. Semakin banyak pohon
> yang ditebang.
>

Kalau saya ceritanya beda :
dulu kalau punya referensi elektronik (kebanyakan bidang2 EE, IT, CS;
softcopy buku, docs, howto, tutorial, dll ) bawaannya pengen di-print,
tapi karena banyak referensi yang masa revisinya relatif cepat
(misalnya, di tahun 2004 keluar buku 'blabla v.1 unleashed', trus 2005
keluar lagi blabla v.2 unleashed), jadi sayang kalo mau diprint[1],
akhirnya lebih sering baca di layar komputer. Awalnya ga betah sih
baca lama-lama di depan monitor, tapi lambat laun terbiasa juga.

Semenjak punya laptop, jadi semakin jarang nge-print referensi,
(sayang kertasnya :-), apalagi kalo hanya dibaca sesekali di sebagian
halaman tertentu saat diperlukan (API reference misalnya) ).

kerugiannya, baca ga bisa leluasa seperti baca buku biasa, trus masih
jadi pengguna softcopy bajakan. untungnya (selain kertas), bawanya
lebih praktis.. buku 600++ halaman paling berukuran 20an MB, trus
lebih sadar untuk melindungi mata (dengan membiasakan diri duduk dalam
posisi yang 'tepat', menjaga jarak antara layar dan mata, dll).
Sekarang sih belum pakai kacamata


--
tunggul

[1] Meski kalau dipikir-pikir, buku X v.1  juga masih bisa dipakai,
karena perbedaan software X v.1 dan v.2 tentunya tidak drastis.. ada
hal-hal yang masih backward-compatible. Tapi begitu punya v.2 ,
printout v.1 jadi jarang dibaca.. kan mubazir :)

Kirim email ke