On 12/26/2005 at 10:06 AM ahutapea wrote: >Bukan bermaksud untuk membela om BG atau MS, tapi kenapa tidak dibalik >aja argumennya. Kalau saya ngak setuju sama EULA MS Office, masih ada >kok product office lainnya seperti Open Office. Begitu juga dengan >produk2 MS lainnya.
Masalah terbesarnya sebetulnya adalah pada proprietary data format. Di kantor saya dulu, data dalam format MS-Office sudah mencapai kisaran ratusan gigabyte. Konversi semuanya ? Tentu memakan waktu & tenaga yang tidak sedikit. Tapi, celakanya, juga tidak semuanya bisa dibuka dengan mulus di OpenOffice. Migrasi tetap bisa juga, bukannya mustahil; tetapi, perlu drive yang sangat kuat (untuk mengimbangi resistansi dari grassroot :-), ketekunan, dan resource yang lumayan. >Beginilah, coba bandingkan support dan licensing option MS dengan >vendor2 besar lainnya. Kalau sudah, coba kasih tau saya yang paling >responsive dan fleksibel ;) Responsive ? bwahaha... sori kelepasan :-) cuma kebetulan jadi teringat dulu ketika saya sedang meneliti sebuah web-app untuk intranet kantor, dan menemukan sebuah bug di Internet Explorer dengan tingkat yang cukup parah: show stopper. Gara2 bug tsb, maka web-app tsb jalannya akan sangat bermasalah. Kantor saya ketika itu termasuk customer kelas enterprise-nya Microsoft UK (15000+ users). Tapi apakah kami berhasil membuat bug tersebut diperbaiki ? He he.. yang ada juga akhirnya aplikasi web tersebut dimodifikasi, untuk menyertakan workaround dari bug-nya IE tadi itu. Memang dari pengalaman saya, kebanyakan biaya support itu cuma sekedar "passing the buck"; jadi, ketika ada masalah, maka manager kita bisa bilang "oh itu tanggung jawab vendor, krn kita sudah bayar support utk setahun kok". Kenyataannya, kadang tech.support sangat tidak kompeten, sehingga lebih cepat jika kita pecahkan sendiri masalahnya :-) atau justru cuma melempar lagi tanggung jawab ke vendor lainnya, atau - yang paling parah - flat-out refused to solve the problem. Yay. :-) Sekarang kantor saya tersebut sudah memulai proses migrasi ke Star Office, he he. Salam, Harry
