Pada tanggal 12/27/05, Muhamad Carlos Patriawan <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Gak ada hubunganya dengan IT tapi baguslah buat baca2 karena ini dimuat
di front page SJ Mercury News,ini tentang seorang perempuan Indonesia
di Silicon Valley yang 'punya akses dan kontak' dan dengan jiwa
sosialnya,membangun proyek orphanage di Aceh.Kebetulan beliau berasal
dari Aceh juga dan kehilangan family member waktu tsunami tahun
kemaren.
http://www.mercurynews.com/mld/mercurynews/news/13488585.htm
Maaf... OOT
Tertawa membaca yang ini:
``What does $1 buy here?'' Alyan asked back.
``Candy!'' the kids said in unison.
``In Takengon,'' Alyan said, ``one dollar will pay for three meals for a child.''
Her answer drew silence at first. Then one of the children said, ``Let's send more.''
*bagian serius*
3000? Sepertinya dia akan mengalami kesulitan dengan hal ini.
Teringat dengan pengembangan jalan (dengan cirikhas jejaring laba-laba) yang dikenal dengan Ladia Galaska (Laut Hindia-Gayo-Alas-Selat Malaka), yang bisa berperan banyak membangkitkan perekonomian masyarakat pedalaman Aceh namun menemui tantangan.
http://www.walhi.or.id/kampanye/hutan/konversi/stop_konv_htn_glsk_020304/
Tujuan dan konsep yang digunakannya bagus, memang. Tapi terus terang, utopis. Dengan mata kepala sendiri, saya melihat barak-barak pengungsian saja masih centang-perenang di Aceh ini. Apalagi untuk sebuah perkampungan anak yatim.
Anyway, belum pernah mendengar nama tersebut mencuat sebelum dan paska tsunami di Aceh ini :)
--
heart-shaped-box
darussalam-banda aceh
http://tintamerah.blogspot.com
Y!M:alexaceh
