On 12/31/05, Zaki Akhmad <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Lain cerita lagi ketika saya ingin belajar bahasa pemrograman. Perl,
misalnya. Tentu akan lebih baik ketika saya memahami bahasa Inggris.
"include" itu artinya apa sih, "write once run everywhere" apa sih,
lalu apa juga yang dimaksud dengan "There's more than one way to do
it", dll.
jadi anda setuju bahwa penggunaan bahasa asing dalam Perl menjadi sebuah barrier utk memahaminya.... kalau Perl menggunakan bahasa Indonesia (bukan "print" tetapi "tulis", etc), mungkin akan lebih intuitif dan mudah bagi orang Indonesia untuk memahaminya.. demikian juga dengan berbagai protokol seperti yang anda sebutkan.. sampai kapan bangsa kita hanya akan menjadi "bangsa user"? yang saya maksud "user" di sini dalam arti luas.. termasuk "user" yang hanya bisa mengimplementasikan protokol TCP/IP, atau "user" yang hanya bisa menggunakan Perl.
 
dan, seperti kata mas DAMT tadi, kalau tidak diubah dari sekarang  sampai anak cucu nanti akan seterusnya seperti ini...

Kirim email ke