> Nah, untuk bisa meng-Indonesia-kan semuanya, berarti Indonesia harus
> > unggul di segala bidang: sains, teknologi, filsafat, agama, budaya,
> > seni, politik, ekonomi, dll. Mungkinkah? Saya tidak berani menjawab.
> > Dari pelajaran sejarah yang saya pahami, keunggulan peradaban itu
> > digilir. Akankah pergiliran itu menuju Indonesia? Saya tidak berani
> > menjawab lagi.
>
> wah, kalau yang saya maksud tadi terbalik,
> dengan mengindonesiakan iptek, diharapkan Indonesia akan lebih mudah untuk
> unggul
>  (minimal karena berkurangnya language barrier).

> kalau dunia IT bisa di bahasa-Indonesiakan, minimal akan tercipta pasar baru
> untuk developer lokal.. Indonesian OS, Indonesian Wordprocessor etc. yang
> relatif lebih bebas dari rongrongan produk luar . Kalau sekarang hampir
> tidak ada insentif untuk orang Indonesia membuat word processor (berbahasa
> Indonesia), siapa yang mau pakai? sudah ada produk MS, dan para user sudah
> dikondisikan untuk tidak mengharapkan aplikasi berbahasa Indonesia.

Wadduuuh .... Gak begitu Pak, kagak bisa kita "reinvent the wheel"
everything just for the sake of Indonesian IT (sorry pake bahasa
inggris).

Kagak ada tuh yang namanya "rongrongan produk luar". Ini semua pilihan
yang negara lain juga menghadapinya.Kalo ente mau bikin produk,bikin
dulu masyrakat IT yang sepintar yang di negara maju.

Kesalahan fatal yang saya lihat adalah selalu bikin ini dan bikin itu
(termasuk bikin pesawat terbang) versi indonesia ,masalahnya:

1. Penguasaan ipteknya kita tidak memiliki,jangan dikira baru tahu
linux sudah tahu semuanya :-)
(yang mengerti "embedded device,RTOS,VxWorld,
VLSI,verilog,ASIC/FPGA,JTAG" berapa orang? :-)

2. Penguasaan ilmu pasar/marketing tidak kita miliki
(kesalahan iptn terbesar).

3. Duitnya dari mana,siapa yang mau gaji developer itu :)
(negeri nyaris bangkrut,minta duit ke VC mau bikin Indonesian Operating
System pasti langsung diberi tahu exit door yang mana ).

4. Mau bersaing head-to-head with Microsoft,gak salah denger ? :)

5. Market segment di Indonesia itu kecil sekali,buying powernya rendah.

Coba deh anda ke India,apakah ada yang namanya Indian OS atau Software
yang seluruhnya pakai Sanskrit ? :) Coba ke China,iya ada windows china
tapi mereka tetap pakai microsoft windows China.

Kalau Indonesia mau maju dengan cara yang paling simple,tiru apa yang
dilakukan CHina,India,Irlandia dan kawan2nya...kuasai ilmu ipteknya
dulu,without reserve
(misalnya : go to silicon valley .. he he he).


> berkaitan dengan itu juga saya sangat setuju kalau polisi semakin aktif
> mengejar para pemasok DAN pemakai software bajakan.... bukan untuk
> memperkaya microsoft.... tetapi untuk menciptakan demand terhadap produk
> sejenis dari dalam negri (yang mestinya bisa jauh lebih murah)

setuju,tapi secara jangka panjang ini menguntungkan microsoft ... he he
he :)

> teman saya pernah komplain, "kenapa jarum pentul aja mesti impor dari
> cina???"

Karena kita maunya export pesawat terbang ... hehehe .. sorry for cheap
shot :)


Carlos

Kirim email ke