James A wrote: > --- Muhamad Carlos Patriawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Anyway untuk memajukan IT (lagi-lagi harus ditulis begini) harus > > diperbanyak > > bisnis bisnis baru (dan bisnis lama) dalam sektor IT sehingga terlihat > > bahwa dengan mengerjakan bisnis/hal IT, "living standard" bisa > > meningkat.Di negara lain itu sudah terjadi.Jadi masyrakat di"sono noh" > > berbondong-bondong belajar IT karena dengan belajar IT sudah terbukti > > bisa hidup enak. > > Mungkin mesti dijelaskan di sini, negara mana yang dimaksudkan dalam > "berbondong-bondong" ? Karena > kalau dari yang saya dengar, misalnya di (west) Eropa, minat untuk belajar IT > sudah semakin > menurun karena terlalu banyak perusahaan IT bangkrut dan pemutusan hubungan > kerja di sektor IT. > >
Wah senang saya ada yang seteliti ini :-) Betul seperti yang Pak James temukan dan hal ini sudah pernah dibahas sebelumnya (lihat thread pendidikan dan kreativisme). Memang benar minat untuk belajar IT/Engineering sudah menurun drastis di US (dan negara barat lainnya) karena sebagian dari mereka (generasi mudanya) sudah merasa kalah dulu dengan engineers dari India,China,Vietnam.Ini hanya satu alasan saja. Sebaliknya saya lihat sendiri pembelajaran IT di India sangat menggeliat (berbondong-bondong) karena begitu banyaknya peluang kerja dari persh MNC yang pindah atau outsourcing kesana (istilah kasarnya yang saya lihat,kalau kucing aja punya kemampuan C++,sudah pasti dihire tuch).Hal yang sama juga terjadi di China (walau saya gak langsung lihat) dan negara2 lain,ini berdasarkan semua informasi yang saya dapatkan termasuk "The World Is Flat". Anehnya di Indonesia (lagi-lagi) problemnya mirip-mirip dengan problem di Jerman dan AS padahal situasi ekonominya beda jauh ;-) Carlos
