Memang ada 1 atau 2 orang yang selalu datang setelah kelas
untuk ngobrol. Kelihatannya mereka pemalu, sungkan kalau
bertanya di kelas. (Mungkin takut dianggap sok pinter oleh
rekan-rekannya?)
Kembali ke pak Samik: bagaimana membuat diskusi kelas yang
lively ya?
Kalau bapak-bapak yg ngajar di PTN top relatif menerima masalah ini, gimana saya yg ngajar di PTS massal :-).
Saran saya, belajar dari teman-teman yang sering ngadepim mahasiswa majemuk. Akan banyak tricknya.
IMW
