Dear Pak Carlos
1. Kira-kira berapa ratio riset di luar yang dilakukan oleh peneliti
Indonesia untuk penelitian applied dan non-applied (rough estimate pls)?
Saya ambilkan dari data dana riset di buku putih Min. of Education, Culture
Sports, Science & Technology Jepang, tahun 2005.
URL: http://www.mext.go.jp/b_menu/houdou/17/06/05060903/018.pdf
Ada data rasio dana penelitian untuk basic:applied:development
Jepang tahun 2003_____15 : 23 : 62
USA tahun 2003________19.1 : 23.9 : 57.1
Jerman 1993___________21.2 : 78.8 (applied & dev. tidak dipisahkan)
Perancis 2001_________23.3 : 33.5 : 43.2
Porsi riset dasar Jepang relatif lebih rendah dari negara maju yg lain.
2. Untuk yang applied apakah ada yang pernah menjadi produk,kalau ada
dalam sektor apa ? apakah ada yg bergulir menjadi bisnis atau mentok di
paten saja ? maksud saya risetnya evolving sbb: "penelitian di skala
universitas --> patent --> persh startup --> produk" atau skenario
kedua: "penelitian di skala universitas --> patent " ?
Sekedar contoh misalnya aplikasi neuralnetwork untuk facsimile :
H. Kawajiri, Y. Takatoshi, T. Junji, A.S. Nugroho and A. Iwata : Hand-written
Numeric Character Recognition for Facsimile Auto-dialing by Large Scale Neural
Network CombNET-II, Proc. of 4th.International Conference on Engineering
Applications of NeuralNetworks, pp.40-46, June 10-12,1998, Gibraltar
Ini kerjasama lab. kami dengan SANYO. Metode yang dipakai dikembangkan
pada skala riset lab. sekitar tahun 90-92 an. Itu murni applied research.
Produk awalnya berupa paper. Kemudian SANYO tertarik untuk
mengimplementasikannya
dalam produk facsimile mereka.
Tidak semua riset dapat secara menghasilkan uang bagi penelitinya. Di
Amerika, hanya 1/2 dari riset perguruan tinggi yang diajukan untuk memperoleh
patent. Dari jumlah tsb. yang berhasil dipatenkan sekitar 2/3. Yang
benar-benar menghasilkan uang hanya separuh darinya. Berarti hanya
1/2 * 2/3 * 1/2 = 1/6 saja dari riset yang menghasilkan pendapatan
bagi penelitinya. (Yutaka Seino, Gijutsu Iten Gaido bukku, Yodosha, 2004).
Atau apakah sebagian riset dasar ini memang tidak ada potensi (bisnis) ?
Saya rasa ini berlainan untuk tiap bidang. Style tiap peneliti saat
mendesain risetnya berbeda-beda. Ada yang senang mikir dari sisi aplikasi,
ada yang justru menghindari terjebak pada aplikasi. Salah satu professor saya
dulu
menyarankan, kalau mendesain riset, jangan dimulai mikir dari sisi aplikasi,
karena nggak akan berkembang "ide" itu nantinya terbelenggu karakteristik
dari aplikasi yang dikerjakan. Bidang beliau distributed processing & computer
vision.
Satu tokoh di bidang saya (pattern recognition), Prof. Vapnik
(http://www.clrc.rhul.ac.uk/people/vlad/) bilang "Nothing is more practical
than a good theory". Support Vector Machine yang dikembangkannya saat ini
jadi salah satu metode yang "nge-trend" di bioinformatics & datamining.
Padahal metode itu dulu berasal dari kumpulan basic research sejak tahun 60
an, yang matematikanya bikin kepala pusing.
Tentu saja tidak semua peneliti punya pendapat dan style yang sama ya.
--
_____________________________________________________________________________________________
Anto Satriyo Nugroho, Dr.Eng
E-mail : [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
URL : http://www.asnugroho.net/ Tel. +81-565-46-6638 Fax. +81-565-46-1299
- School of Life System Science & Technology, Chukyo University, Toyota-Japan
(Visiting Prof.)
- Agency for the Assessment and Application of Technology (P3TIE-BPPT),
Jakarta-Indonesia