On 1/7/06, Muhamad Carlos Patriawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> -apakah ada persh indonesia yg mendapatkan skor cmm ? How about jatis ?
> Trabas ? Atau yg lainnya ?

Setahu saya belum ada perusahaan Indonesia yang qualify
dengan menggunakan metoda CMM tersebut.
Jadi saya hanya menduga. Dugaan saya, software house yang
besar seperti Sigma Cipta Caraka (yg punya Balicamp) mungkin
level CMMnya hanya 2,5 (antara 2 dan 3).

> -bagaimana 'awareness' ke arah rating tersebut ?

sudah ada. Tahun lalu ada seminar tentang CMM.
Bahkan tahun sebelumnya (2003?) ada seminar tentang standarisasi
software house di BHTV yang mengupas masalah ini.
(Dikupas dari sejarahnya, standar2 yang ada, sampai ke CMM.)
Jadi, paling tidak, sudah 2 tahun ada upaya untuk memahami
CMM ini.

Permasalahan yang ada di Indonesia, setelah tanya ke software
house mengapa mereka tidak comply ke CMM:
- comply ke CMM membutuhkan dokumentasi, dsb. dsb. (sama
  seperi comply ke ISO) yang rese.
  perusahaan kecil biasanya sibuk menghasilkan produk sehingga
  belum ada waktu dan tenaga untuk mendokumentasikan proses
  mereka.
- untuk disertifikasi CMM, mahal biayanya.

Nah, dari hasil ini semua ada upaya untuk membuat ukuran
CMM-like di Indonesia yang biayanya tidak mahal dan lebih
masuk akal bagi software house di Indonesia.

PS: penilaian model CMM ini tidak hanya untuk software house
saja, akan tetapi juga digunakan dalam bidang lain seperti
di IT governance (COBIT, misalnya), atau bidang security
(system security).


-- budi

Kirim email ke