On 1/7/06, Anto Satriyo Nugroho <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Hal itu dikarenakan diterimanya paper dalam suatu journal sangat
> bergantung pada kepiawaian penulis-nya dalam mengemas ide. Kadang ide
> sederhana pun kalau dapat ditulis dengan bagus, bisa jadi paper yang
> menarik. Eksperimen tidak mungkin sempurna dan selalu ada lubang-lubang
> kelemahannya. Penulis yang pandai, sanggup menempatkan secara tepat
> pembahasan mengenai kelemahan tadi sehingga membuat alur diskusi menarik
> dan memiliki nilai ilmiah yang tinggi.

Paper saya ditolak 2x juga karena masalah kelemahan di kepiawaian penulisan. :-(
Dengan ide yang sama, hanya mengubah cara penulisan, akhirnya setelah
3x submission, bisa diterima di jurnal. :-)
Intinya ada di bagian Introduction. Kalau bagian ini tidak menarik
dibaca, bubar jalan.

Kirim email ke