Budi Rahardjo wrote: > On 1/12/06, Muhamad Carlos Patriawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > saya sebenarnya sudah sepakat dengan jawaban baskara,ronny dan andhy > > mengenai "personality seorang steve jobs" atau lebih tepatnya > > "self-marketing ?" > > SALAH!!! > Steve Jobs is a [EMAIL PROTECTED] :) ha ha ha > > Saya punya jawaban lain mengenai mengapa dibutuhkan seorang > Steve Jobs. Sifat dia: *perfectionist* > Dan yang membedakan dengan lainnya: dia punya taste yang bagus. > He would not settle for less. > Yang lain-lainnya menjadi akibat dari dua hal tersebut. > > Menurut banyak referensi, Anda semua gak bakalan betah kerja > untuk Steve Jobs. It's a love and hate thing. Anda pasti ingin > meludahi dia. Tapi di sisi lain, Anda tahu dia benar dan Anda > ingin mewujudkan impian (untuk menjadikan produk terbaik) > yang ada dalam visi Steve.
Terimakasih atas insightnya pak. Btw, tipikal innovator (perfectionist and doesn't seetle for less") seperti ini yang saya katakan: "Banyak sudah" , si jobs bukan satu2nya...tapi memang media tidak 'memburu' yang lain --mungkin karena males nulis buku ;-) > > > Saya ingat komentar Metcalf (yang menemukan ethernet) tentang > Steve Jobs ini; "steve can't do wrong in my book" > > Banyak orang yang menyukai visi Steve Jobs. Termasuk saya. > He is one of my heroes. The other one is Leonardo da Vinci. Disclaimer: saya fan/penonton Jobs tapi bukan fanatik,sama seperti gates dkk,hanya memandang dari sisi kritis saja. Kalau dilihat dari sejarah,Apple itu baru bangkit dan naik daun lagi bener2 (secara perusahaan) baru dalam dua tahun terakhir ini saja. Akibat Ipod ? the "MP3 player" dan "flashy campaign" ?? Mungkin hal yang sama jika besok tiba2 orang bicara Borland atau Sun Microsystem karena mereka punya inovasi baru. Old celebs with new makeups ? :) Satu lagi pertanyaan bodoh: Apa bedanya jika Mac mau menggunakan Intel sekarang dibanding 3 tahun lalu atau 5 tahun lalu ? kenapa gak dari dulu ? sisi inovasi dan strategisnya dimana ya ? ada yang bisa menjelaskan ? Carlos
