On Fri, Jan 13, 2006 at 12:41:37AM +0000, Ary Setijadi Prihatmanto wrote:
> Sebetulnya apa sih yang kita inginkan dari PT(N) itu?
> Jangan-jangan apa yang kita pikulkan ke pundak PT itu nggak realistis.
> Seperti contohnya bahkan untuk membalas budi mayoritas rakyat saja
> dibebankan ke pundak PT(N).
> Emangnya PT itu apaan yak....he he he he...

jangan bombastis lah :-) balas saja sesuai yang sudah diberikan (subsidi
dulu, walaupun selalu mengeluh kurang-kurang-dan-kurang larinya kemana).

> Saya pikir sudah waktunya kita berfikir logis, realistis dan duitnya
> diitung yang bener.  PT itu diharapkan apa lalu diberi modal berapa.
> Kalo modalnya nggak ada, harapannya yang diturunin.  Itu
> realistis....kita juga kalo nggak punya duit beli mobil baru kan mobil
> bekas juga nggak apa-apa.

kalau mau logis, baca posting saya lagi, biar ndak capek saya nulis lagi
dan buang-buang bandwidth.

> Jangan spt. sekarang, kewajiban PT itu menurut saya aneh-aneh dan nggak
> fokus alias macem-macem dari mulai pendidikan, penelitian, pengabdian
> masyarakat sampe nyari beasiswa ketika ada masyarakat yang nggak mampu
> sekolah juga harus jadi tanggung jawab PT.

silakan keluarkan pernyataan resmi plus yang diatas (emangnya pt itu
apaan yak), atas nama PTN. pasti diberangus (PTN/PTS saja saja).
frustasi itu bagus, tapi jangan pragmatis kalau memang ndak boleh
hi..hi.. kalau memang ndak mampu tutup saja.

Salam,

P.Y. Adi Prasaja

Kirim email ke