Ariya Hidayat wrote: > > satu lagi artikel menarik,satu alasan kuat kenapa software engineer > > bisa bertahan 16 jam sehari untuk bekerja ternyata resepnya simple: > > free breakfast,lunch and dinner. > > Interupsi itu memang kadang harus dibayar mahal. > > Dulu saya nggak paham kenapa profesor saya nggak pernah makan siang > (yang betul-betul makan berat). Lalu saya ikutan mencoba-coba. Yang > penting sarapannya ada, jangan kosong sama sekali, lalu tengah hari > hanya mengunyah-nguyah roti (Brezel cocok sekali!). Malam baru makan > yang betulan. Setelah dicoba berbulan-bulan, memang efeknya manjur > terhadap pekerjaan (karena nggak ada pause yang berlarut-larut) dan > fisik rasanya tetap sama saja. > > Ragam pekerjaan yang perlu konsentrasi mudah sekali berantakan kalau > terkena interupsi yang lebih dari 30 menit. Yang tadi ada di kepala > bisa jadi hilang entah ke mana. >
betul bang,saya ada pengalaman,waktu di satu startup,lunchnya disediakan kantor,wah jelas banget ritmenya panjang dan lunch hour sangat efektif.Gak kehilangan waktu sejam untuk jalan2 keluar cari tukang cendol dan tukang nasi goreng. (Tukang nasi gorengnya namanya "YAN CAN COOK") di startup sebelumnya dinner yang dikasih,jam 8 malam pula,akhirnya ya dibetah betahin lah kerja sampe jam 8 :) Carlos
