Tepat sekali.

Orang pintar di Indonesia karena terlalu sering melihat panci,lama
kelaman muncul image yang menyebabkan dipikinya yang bisa dibikin oleh
temen2 dan sodaranya hanya panci :-) akhirnya gak berkembang sampai 10
dekade :)

mungkin ada benarnya, karena kita cuma bisa buat pesawat yang belum banyak di jual, kemudian kolaps dan akhirnya bahan pesawat di buat panci..... miris sekali.

 

Sedang orang yang gak pintar2 banget di India,karena dia punya motivasi
kuat dan selalu berpikir kritis bagaimana caranya agar dia dan
keturunanya tidak jadi tukang panci seumur hidup, akhirnya dia mati
matian belajar IT sehingga akhirnya bisa merubah negeri pembuat tukang
panci menjadi negeri tukang pembuat software :-)

Kembali ke persoalan Yahudi, mereka sepertinya sangat visioner, dan otak mereka dilatih berfikir sangat kritis dan bercabang,  jadi kalau kita tanya ini jawabannya ini, konsekwensinya gini dan selalu terus ada argument yang masuk akal dan ngga ngawur,  Visioner.....kritis dan bercabang... mungkin  bukan saatnya buat saya mengagumi cara berfikir mereka, tapi sudah saatnya mengalahkan mereka instead of menyamai cara berfikir mereka


jadi: gunakan Daya Nalar Kritis dan .... motivasi :)

yup sutuju

 

Carlos


Kirim email ke