> > cara kerjanya gini: Network access server dan bandwidth dimiliki
> > PTT,sementara radius dan server2 lainnya dimiliki isp A dan B.
> >
> > waktu user dial up, begitu masuk ke NAS, akan distart l2tp client
> > darisitu (sebagai LAC) dan akan diterminate di router nethop sebagai
> > LNS.Nah ISP A dan ISP B di-differentiate entarh dari usernamenya atau
> > dari dialin numbernya (via radius attribute)
> > jadi [EMAIL PROTECTED] masuk ke radius isp a dan [EMAIL PROTECTED] masuk ke 
> > [EMAIL PROTECTED] b.
> >
> > Soalnya kalau sudah bisa begini,semua ISP di Indonesia tidak perlu lagi
> > punya NOC,cukup "leasing" atau outsource ke telkom, jadi boleh dibilang
> > seluruh perusahaan punya infrastruktur sama seperti telkom dari sabang
> > merauke karena yang dipinjem "dial up ports" dan bandwidthnya.
> >
> > sekali lagi ACW.
> >
> > carlos
> >
> >
>
> Kalau saya simpulkan,
> bener nggak sih kalau cara ini mirip dgn cara yang dipakai oleh
> Mobile-8 utk jualan Internet  ke home user ? Jadi Mobile-8 cuma sedia
> last-mile ke customer via CDMA network, dan dia mengundang ISP-ISP
> untuk pasang radius di Mobile8, lengkap dgn bandwidth ke masing2 ISP.
> Jadi si customer M8 cukup login ke M8, lalu login VPN ke radius
> masing2 ISP yang dia langgani.

kurang lebih, fungsi radiusnya memang untuk membedakan otorisasi user
dan darimana user tersebut berasal.

nanti begitu klient dial/dsl , dari NAS nya mobile8 start l2tp tunnel
dan terminate tunnelnya di router mobile 8 sebagai LNS dan (bisa) juga
berfungsi sebagai mpls PE (provider edge) router, dari PE router
sini,si isp bisa punya VPN (vrf istilah teknisnya) sehingga network
infrastrukturnya bisa diset di kotamana saja yang dia mau,diset
bandwidthnya berapa (via qos rate-limiting,etc).

Btw, ini juga cara yang dipakai di ISP Dial dan DSL di US.

> Kalau speedy di jakarta mungkin juga kayak gini kali ya ? Belum pernah
> pake speedy sih.

Yang ini saya nggak tahu gimana sekarang, tapi dulu 1998-1999 waktu
speedy telkomnya baru mulai para isp protes lah.... lha kalau ptt
seperti telkom jualan dial yang dibundling dengan infrastruktur mereka
ya jelas yang lain gak mampu bersaing :-)

> Model kayak gini sebenarnya bagus. Biasanya kan telco gak
> berpengalaman mengurus Internet connection, dan ISP gak punya tenaga
> buat bikin last mile yang besar. Kalau kerjasama kayak gini insyaALLAH
> menguntungkan buat semuanya.

Betul sekali.

Operator Telekomunikasi dapat Bisnis karena jualan wholesale
infrastruktur (Dial/DSL/Cable Ports + Bandwidth)

ISP Besar dan kecil dapat Bisnis dari jualan retail dial up/DSL/Cable.

Content provider  seperti detik.com bisa memberikan akses dial up/DSL
kepada customernya.

Bahkan,persh2 besar yang punya cabang dimana2 pun jadi efisien,misalnya
bca, mereka bisa punya notelp yangmereka gunakan sendiri (if needed).

Semuanya kebagian untung, nah kalau sekarang dari NAP sampai dial-upnya
disediakan satu provider saja yaitu [siapa ayoo] ... udah gitu mau
dipajekin lagi bandwidthnya .....

ACW, CMIIW, ampun maaf, tobat

> 
> -affan

carlos

Kirim email ke