On 2/9/2006 at 10:37 AM Arif Widianto wrote:
Ada juga buku tentang Gus Dur, tapi dari kepala seorang Wimar Witoelar, No Regret, hanya dalam bahasa Inggris. Saya baca bagus banget, saya kagum, seorang profesional seperti Wimar, bisa mati-matian membela Gus Dur, tentu ada berbagai alasan dibaliknya.
No comment tentang GD, tapi Wimar.... dulu, sebelum masuk ke lingkar kekuasaan, saya cukup kagum dengan kekritisannya, yang saya temukan di berbagai artikelnya. Tapi begitu sudah di dalam lingkaran ? Kadang-kadang saya yang merasa malu melihat berbagai tindakannya.
 
Banyak intelektual / kritikus lainnya yang juga berkelakuan demikian. Saya sedih banget melihatnya; kenapa kok pada jadi begitu ?
Waktu masih di luar, kritis sekali. Kita sudah terlanjur gembira - alhamdulillah, masih ada orang yang mau bersuara untuk kebaikan. Tapi, begitu sudah dirangkul oleh yang berkuasa, kadang kelakuannya tidak kalah dengan anak kecil  :-(    contoh; mungkin masih ada yang ingat insiden tabrakan bus di jalan tol, karena polisi yang keliru dalam mengamankan lalu lintas yang akan dilalui SBY, dan apa reaksi spontan dari jubir SBY ketika itu. (SBY sendiri justru cukup bijak responsnya)
 
Ke laut saja deh para hipokrit yang seperti begini. No respect for you.
 
 
Salam,
Harry

Kirim email ke