Ada juga buku tentang Gus Dur, tapi dari kepala seorang Wimar Witoelar, No Regret, hanya dalam bahasa Inggris. Saya baca bagus banget, saya kagum, seorang profesional seperti Wimar, bisa mati-matian membela Gus Dur, tentu ada berbagai alasan dibaliknya.
No comment tentang GD, tapi Wimar.... dulu, sebelum masuk ke lingkar
kekuasaan, saya cukup kagum dengan kekritisannya, yang saya temukan di berbagai
artikelnya. Tapi begitu sudah di dalam lingkaran ? Kadang-kadang saya yang
merasa malu melihat berbagai tindakannya.
Banyak intelektual / kritikus lainnya yang juga berkelakuan demikian. Saya
sedih banget melihatnya; kenapa kok pada jadi begitu ?
Waktu masih di luar, kritis sekali. Kita sudah terlanjur gembira -
alhamdulillah, masih ada orang yang mau bersuara untuk kebaikan. Tapi, begitu
sudah dirangkul oleh yang berkuasa, kadang kelakuannya tidak kalah dengan anak
kecil :-( contoh; mungkin masih ada yang ingat insiden
tabrakan bus di jalan tol, karena polisi yang keliru dalam mengamankan lalu
lintas yang akan dilalui SBY, dan apa reaksi spontan dari jubir SBY ketika itu.
(SBY sendiri justru cukup bijak responsnya)
Ke laut saja deh para hipokrit yang seperti begini. No respect for
you.
Salam,
Harry
