On 2/18/06, Dipo Prasetyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Jejaring. Kalau ini merupakan istilah yang benar untuk Web, rasanya saya nggak akan memakainya :-p Pengembangan Situs Jejaring? Saya masih menerima Pengembangan Situs Web, walaupun banyak yang berhenti sampai Pengembangan Website.
Saya setuju dan terus mempelajari penggunaan bahasa yang benar, seperti mengubah daripada merubah, citra daripada image (apalagi imej), standardisasi daripada standarisasi, dan sebagainya, selama bahasa Indonesia yang digunakan tidak lebih asing daripada istilah-istilah yang sudah biasa didengar.
Ada nggak yang bisa menjelaskan, apa saja kriteria-kriteria yang harus dipenuhi untuk menyerap sebuah istilah asing? Kenapa banyak kata dalam bahasa kita yang sebetulnya merupakan serapan dari berbagai bahasa asing, tapi keyboard, e-mail, dan mouse, tidak boleh diserap?
Saya pernah dengar alasan penterjemahan besar-besaran ini adalah agar masyarakat awam lebih mudah memahami istilah-istilah komputer. Kalau saya pikir, buatkan aja FAQ yang lengkap untuk istilah-istilah asing tersebut, daripada dijelaskan tentang Unduh, lalu nanti mereka main internet nemu Download malah nanya, "ini maksudnya apa ya? oo, unduh.", kan jadi 2 kali kerja.
OT:
TIJA sekarang udah nggak ada, berganti menjadi (kalau nggak salah) Ancol Bay City Area. Jadi kalau RUU bahasa jadi disahkan, minimal ada sedikit hiburan yang membuat tertawa, yaitu melihat mereka gonta-ganti nama, hehehe.
berbahasa masih manjadi kendala untuk alih teknologi. Saya berharap sby dalam situs jejaringnya menyediakan peluang itu, atau mempersiapkan bahasa lainnya yang lebih konsisten. Alamat http://www.presidensby.info/ ini sudah sepatutnya digantikan http://jjj.presidensby.co.id , hal nama kecil yang berarti ini dan sangat mudah dilakukan untuk jangka waktu dekat. Secara isi situs, saya sangat menghargai hasil karya ini.
Jejaring. Kalau ini merupakan istilah yang benar untuk Web, rasanya saya nggak akan memakainya :-p Pengembangan Situs Jejaring? Saya masih menerima Pengembangan Situs Web, walaupun banyak yang berhenti sampai Pengembangan Website.
Saya setuju dan terus mempelajari penggunaan bahasa yang benar, seperti mengubah daripada merubah, citra daripada image (apalagi imej), standardisasi daripada standarisasi, dan sebagainya, selama bahasa Indonesia yang digunakan tidak lebih asing daripada istilah-istilah yang sudah biasa didengar.
Ada nggak yang bisa menjelaskan, apa saja kriteria-kriteria yang harus dipenuhi untuk menyerap sebuah istilah asing? Kenapa banyak kata dalam bahasa kita yang sebetulnya merupakan serapan dari berbagai bahasa asing, tapi keyboard, e-mail, dan mouse, tidak boleh diserap?
Saya pernah dengar alasan penterjemahan besar-besaran ini adalah agar masyarakat awam lebih mudah memahami istilah-istilah komputer. Kalau saya pikir, buatkan aja FAQ yang lengkap untuk istilah-istilah asing tersebut, daripada dijelaskan tentang Unduh, lalu nanti mereka main internet nemu Download malah nanya, "ini maksudnya apa ya? oo, unduh.", kan jadi 2 kali kerja.
OT:
TIJA sekarang udah nggak ada, berganti menjadi (kalau nggak salah) Ancol Bay City Area. Jadi kalau RUU bahasa jadi disahkan, minimal ada sedikit hiburan yang membuat tertawa, yaitu melihat mereka gonta-ganti nama, hehehe.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena Anda tergabung pada grup Grup Google "teknologia" grup.
To post to this group, send email to [email protected]
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk pilihan lainnya, lihat grup ini pada http://groups.google.com/group/teknologia
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
