Saya pikir, salah satu penyebab utama India bisa menjadi salah satu negara tujuan utama outsourcing, karena faktor bahasa. Bahasa tutur dan tulis adalah protocol dlm dunia manusia, maka khususnya bahasa inggris, negara yg menguasai bhs inggris akan punya kesempatan besar. Baru kemudian faktor2 potensi2 lain spt keberuntungan, jumlah penduduk, semangat keras dll. India punya potensi di IT krn mereka bisa bhs inggris. Ditambah faktor jumlah penduduk yg besar, dan keberuntungan karena adanya kesempatan sewaktu munculnya masalah Y2K dulu itu. Tapi semuanya berasal dari bahasa. Kalau mau sukses dalam dunia internasional, maka kuncinya di bahasa. Kalau cuma sukses di kandang sendiri, ya gak usah mikirin bahasa asing, cukup bhs sendiri.
Banyak yg perhatian dg pendidikan IT di Ina, tp sayangnya sedikit yg perhatian dg pendidikan bahasa :( Bahasa Indonesia aja gak diurus, apalagi bahasa inggris dan bahasa asing lainnya :( Ada satu kasus menarik, kasus di Jepang. Walaupun kasus ini gak terkait dg IT sih. Semoga bs jd pelajaran. Di jepang, penduduk semakin menua (seperti halnya di negara2 eropa). Dengan demikian, banyak yg mengasumsikan bahwa bisnis rumah panti jompo akan marak dalam waktu mendatang. Melihat kesempatan ini, Filipina membuat program pelatihan bahasa jepang dan pelatihan keperawatan agar naker filipinos bisa 'jual diri' di Jepang. Waktu menko ekuin ke mari, ada wartawan yg bertanya mengenai strategi masuk ke pasar jepang khususnya ke pasar tenaga kerja. Tapi sayang, sepertinya pemerintah belum punya strategi. Jadi, belajar bhs inggris perlu lebih digalakkan supaya IT bisa lebih dikuasai :) Apa iya begitu??? -Rully --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Anda menerima pesan ini karena Anda tergabung pada grup Grup Google "teknologia" grup. To post to this group, send email to [email protected] Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Untuk pilihan lainnya, lihat grup ini pada http://groups.google.com/group/teknologia -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
