Adjie wrote: > > > > Melihat pertanyaan dan pernyataan ini, sepertinya jawabannya sudah di > > sana: Lenovo membuat brand sendiri supaya tidak diposisikan sama > > seperti Thinkpad. Betul? > > > yaa sepertinya Lenovo berusha utk lepas dari bayang2 Thinkpad > > > > BTW, di Jerman sini (sekurang-kurangnya di Universitas saya), > > mahasiswanya nggak terlalu peduli merknya apa. Bahkan tak bermerk-pun > > OK. Modelnya tidak cantik pun terserah. Yang penting bisa WLAN, bisa > > dipakai Skype dan webcam, dan harganya murah. > > > Ini udah jadi trend orang di eropa kayaknya, karena saat ini di fload sama > product2 cina yang murah, dan orang disini sudah sangat realistis, brand > ngga terlalu penting yang penting functional, nah kalau productnya ngga
hihhi di amerika juga begitu. kalau vendor amerika atau eropa mau terus bersaing dan gain market share mereka harus lebih efisen dalam hal operating cost, salah satunya adalah mempunyai fasilitas riset dan development di india dan china. makanya wajar wajar saja tahun tahun ini adalah tahun outsourcing , booming IT india/china dan konsolidasi (seperti LU/ALA ini contohnya). -mcp > bagus yaa masukin ke tong sampah dan beli lagi lha wong murah ehehehhehe. > > rgdrs > adjie > > > -- > > http://www.google.com/search?q=ariya+hidayat&btnI > > > > ------=_Part_9211_30717190.1143226145589 > Content-Type: text/html; charset=ISO-8859-1 > Content-Transfer-Encoding: quoted-printable > X-Google-AttachSize: 1498 > > <br> > <div><blockquote class="gmail_quote" style="border-left: 1px solid rgb(204, > 204, 204); margin: 0pt 0pt 0pt 0.8ex; padding-left: 1ex;"><br>Melihat > pertanyaan dan pernyataan ini, sepertinya jawabannya sudah di<br>sana: Lenovo > membuat brand sendiri supaya tidak diposisikan sama > <br>seperti Thinkpad. Betul?</blockquote><div><br> > yaa sepertinya Lenovo berusha utk lepas dari bayang2 Thinkpad<br> > <br> > </div><blockquote class="gmail_quote" style="border-left: 1px solid rgb(204, > 204, 204); margin: 0pt 0pt 0pt 0.8ex; padding-left: 1ex;">BTW, di Jerman sini > (sekurang-kurangnya di Universitas saya),<br>mahasiswanya nggak terlalu > peduli merknya apa. Bahkan tak bermerk-pun > <br>OK. Modelnya tidak cantik pun terserah. Yang penting bisa WLAN, > bisa<br>dipakai Skype dan webcam, dan harganya murah.</blockquote><div><br> > Ini udah jadi trend orang di eropa kayaknya, karena saat ini di fload > sama product2 cina yang murah, dan orang disini sudah sangat > realistis, brand ngga terlalu penting yang penting functional, > nah kalau productnya ngga bagus yaa masukin ke tong sampah dan beli > lagi lha wong murah ehehehhehe.<br> > <br> > rgdrs<br> > adjie<br> > </div><br><blockquote class="gmail_quote" style="border-left: 1px solid > rgb(204, 204, 204); margin: 0pt 0pt 0pt 0.8ex; padding-left: 1ex;">--<br><a > href="http://www.google.com/search?q=ariya+hidayat&btnI">http://www.google.com/search?q=ariya+hidayat&btnI > </a><br></blockquote></div><br> > > ------=_Part_9211_30717190.1143226145589--
