Adjie wrote:
> hmm spt dugaan semula.

yang saya gak sangka, koq ceonya dari lu ya :-)

> tapi pada kenyataannya bell labs memang jalan di tempat, sejak spin off
> 1996.

Psssst , kalau pengalaman saya dengan orang2 ex bell , mereka memang
jago dan expert dalam menulis research paper , entah di IEEE atau
sebagainya.

Tapi begitu masuk ke area product delivery , nah mereka kesulitan
disini. Mungkin karena tidak terbiasa dengan project deadline dan
kompleksitas produk :-)

Sepertinya ini sudah jadi rahasia umum dech.


> soal riverstone dan trimetra mana yang bakal terjungkal adalah hal yang
> wajar kalau di liat dari sisi bisnis, karena merger bisa tidak selalu di
> artikan  dengan bersatunya dua kekuatan, barangkali bisa jadi mengalahkan
> lawan dengan cara halus.

Kalau dari pengalaman saya, misalnya ada 3 orang expert yang punya
kemampuan super untuk deliver produk, misalnya bikinlah 10 Gigabit
switches.

Nah 3 orang ini seharusnya tidak berada dalam satu perusahaan yang
sama, lebih baik mereka masing2 setup 3 startup untuk kemudian saling
berkompetisi. Kalau 3 gajah ini digabung dalam satu persh, biasanya
timbul konflik.



> ambil positive nya mungkin akan ada teknologi baru antara penggabungan
> Riverstone dan Trimetra.. atau mungkin keduanya akan mati hehehe,

Yang menyesakkan dada itu buat engineer yang jungkir balik pakai
keringat dan darah :-) untuk involve design produk dari awal dan
deliver sampai jadi revenue , eh tidak berapa lama kemudian jadi
"sejarah" lagi .. entah karena hasil M&A atau cut off production/R&D
dari management.


>
> setuju dengan carlos, lebih baik membuat sesuatu yang product yang bisa
> menghasikan revenue rather than busy dengan patent.
>
> well tinggal tunggu aja ada kejutan2 baru, coba kalau carlos ngga keluar
> dari riverstone heheh bisa jadi rekan kerja nih.

He he he , ya kalau insider kita sudah bisa menebak apa yang bakal
terjadi dari satu atau dua tahun yang lalulah :-)

Carlos

 
> rgds
> 
> adjie
>

Kirim email ke