Hmmm sepertinya Indonesia bakal jadi primadona dalam soal ini, berarti posisi tawar semakin tinggi harusnya. Kalau di liat dari sisi ekonomi kenapa  gold terus membumbung tinggi sebat ada efek domino dari keberhasilan ekonomi di India, kenapa .. india..?
karena orang india sangat suka sekali dengan emas, dan merupakan status sosial tertentu kalau menggunakan perhiasan emas, dan sekarang berkat boom TI di india banyak orang kaya di India...heheeh.  kemudian cina juga yang industri manukfakturnya berkembang pesat  tentu saja membutuhkan jumlah bahan2 dari dasar perut bumi spt bauksit, nikel, timah dan biji besi. karena sekarang ini semua yang ada kalau di jual bakal di beli sama cina, inget kasus chinox mau beli perushaan minyak AS. karena dengan membeli perusahaan minyak tsb bisa secure pasukan minyak cina paling ngga untuk 20 tahun kedepan.

nah ini semua ada di indo, tidak terkecuali uranium (mungkin, masih perlu di buktikan secara ilmiah), saat ini uranium juga terdapat di australia akan tetapi  Papua, timor dan australia dahulu kala adalah  satu daratan yang menyatu, logika awamnya kalau di australia aja ada, apalagi di papua, dan saya yakin australia tahu ini,  bisa lah rebutan sama kakaknya  yang orang inggris karena freeport sahamnya di miliki amerika dan perushaan inggris rio tinto.

saya yakin, tenaga ahli indonesia tahu apa isi dalam perut papua, tapi negara asing lebih tahu karena mereka punya pencitraan satelite yang cukup luar biasa, karena sepanjang papua , australia serta  samudra hindia  menjadi orbit dari beberpa satelite amerika, dengan system yang canggih saya yakin dapat mencitrakan isi kandungan perut bumi papua.

kl keuntungan dari devisa menjadi besar, belum tentu karena komposisi saham di freeport pemerintah ngga gede2 banget, terlebih lagi apa isi didalam sana pemerintah mungkin tahu atau mungkin pura2 ngga tahu, tapi yang jadi persoalan adalah gimana supaya indo bisa bargain position, misalnya gini, menekan  pengusaha disana paling tidak untuk mensejahterakan rakyat papua, memberikan 5000 beasiswa s2, s3, post doc  ke LN untuk rakyat indonesia tiap tahun selama 20 tahun, kalau ngga mau yaa mungkin di nasionalisasi aja kali yaa,

hush...... ngawur.

rgds

adjie
On 4/7/06, m.c. ptrwn <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Ini sedikit pertanyaan agak out-of-topic , karena beberapa kali sempat
dibahas ttg masalah equity:

Saat ini harga beberapa commodity seperti Gold , Metal , Iron berada di
titik tertinggi DALAM  20 tahun terakhir.  Coba lihat performance
persh2 yang punya pertambangan di Indonesia seperti Freeport (FCX) dan
Rio Tinto dari Australia (RTP).

Salah satu Penyebabnya ? India dan China lagi lagi bidding semua negara
yang mempunyai deposit "precious metals" , termasuk Uranium untuk
menjual ke India/China.
Contohnya kemaren waktu Mr. Manmohan Singh datang ketemu John Howard
untuk membeli uranium dari China.

Nah pertanyaanya karena Indonesia sebagai negara yang kaya tambang,
apakah pernah ada yang membaca dari artikel ekonomi akhir2 ini tentang
korelasi dan keuntungan yang mungkin diperoleh pemerintah Indonesia ?
barangkali cadangan devisa tahun ini meningkat ? inflasi melemah ?
Rupiah menguat ? etc ..


-mcp
ps: kalau bisa dibantu jawab mengenai kemungkinan keuntungan yg pemth
indonesia bisa didapatkan dari pergerakan ini , bukan masalah
freeportnya dkk please ..


Kirim email ke