On 4/26/06, m.c. ptrwn <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Oh mahasiwa itu pinter-pinter mungkin karena dapat wangsit ya ? Jadi ndak
> perlu dosen ?
>
> India, China sekarang terlihat, karena tahun tahun sebelumnya sudah punya
> banyak dosen-dosen yg bersedia balik alih-alih diam di LN.
>
> Jangan lihat majunya India dari sekarang tapi lihat ke ratusan tahun yg
> lalu.

he he he  akur pak made , tapi jangan salah paham dunk :)

Justru ndak salah paham, cuma ingin meletakkan posisinya biar lebih luas. Jangan dilihat dari kacamata "teknologis saja yg ingin jualan produk teknologi"/.

dalam kasus indonesia, kebanyakan top student .id setelah sekolah
kemudian pulang kampung dan mengajar,sementara mahasiswa yg lulus dan
bekerja di bidangnya malah jarang. Nah yg pintar2, jadi dosen lagi,
begitu seterusnya. Sebaiknya, mereka jadi engineer/enterpreneur.

Kebutuhan Indonesia saat ini seperti itu, suka atau tidak suka.   Silahkan Carlos jalan jalan ke kampus-kampus di luar Jawa.
 
btw, bukan berarti offense untuk profesi dosen lho, tapi sebenarnya yg
kita (.id) butuhkan skrg adalah engineer/enterpreneur yang bisa
meluaskan ilmunya dan membuka lapangan pekerja, kalau dosen kan
sebenarnya sudah banyak (walaupun ini bisa didebatkan).

Dosen sudah banyak ? Berkhayal ah Carlos. Kalau melihat Indonesia itu Jakarta atau Bandung ya memang.  Tapi kalau melihat Indonesia itu dari Sabang Merauke, lain lagi ceritanya.

BTW, ndak usah jauh-jauh, menurut "standard yg baik" ratio dosen tetap itu 70% dari dosen yg ada di kampus.  Coba lihat berapa kampus yg memenuhi standard ini.  Itu belum dari degree yang dimiliki dosen tersebut

Dosen tetap artinya : kampus mampu menyediakan fasilitas sehingga dosen ndak usah muter muter di luar, dan bisa tetap jadi staf kampus tersebut he he he

IMW


Kirim email ke