On 5/4/06, Budi Rahardjo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Wah saya gak bisa hadir karena sudah beberapa hari ini
istri saya masuk rumah sakit, jadi saya sibuk dengan urusan
rumah sakit.
Saya juga mau dengar berita-berita yang menarik dari acara kemarin.


Sebagai member pasif sebenarnya saya menunggu reportase teman2 yg lain ttg konferensi e-Indonesia kemaren.
Karena gak ada yg lapor saya coba kasih laporan hal2 yg menarik:
- Para pemain IT, minta pemerintah menyediakan "play ground" untuk mencoba produk2 mereka di environtment real. Karena selama ini kesulitan memasarkan produk jika tidak punya referensi pernah dipakai. Diharapkan ada semacam USO untuk memfasilitasi
Pengamatan saya, semua orang masih konsentrasi untuk bisa jualan ke pemerintah (BUMN, dll), tidak misalnya jualan juga ke service provider operator swasta/startup.
- Ada yg usul kesempatan menggunakan play ground cukup 2 tahun saja, karena kalau menyusui lebih dari 2 tahun bisa dikatagorikan pornoaksi :)
- Keinginan dari berbagai pihak agar pemerintah menyusun "blue print" IT dan industri IT
Pengamatan saya, pemahaman orang2 pemerintah ttg blue print tidak sama, ada yg menganggap blue print itu bisa berubah2 sesuai keadaan, ada yg menyusun untuk periode dia menjabat saja. Koordinasi antar lembaga lemah, sehingga masing2 bikin blue print yg tumpang tindih.
- Adanya keinginan di pemerintahan untuk membuat database bersama dan konsisten, salah satunya yg kritikal ttg SIN, atau istilah Indonesianya NINI (Nomor Induk Nasional Indonesia ???)
Pengamatan saya, semua lembaga masih besar egonya, dan berebut menjadi leader, lucu sekali kemaren masing2 presentasi sistem database-nya dan saling berdebat ttg sistem masing2.
- Untuk presentasi teknis, masing2 mengirim riset2 unggulan mereka
pengamatan saya, banyak yg menyedihkan. Ada yg dari LIPI saya sampe gak tega ngeliatnya, sama tugas akhir mahasiswa aja kalah kali.

Begitu laporan saya, kali ada yg menambahkan, sorry telat lama.

Anang
-kemaren longak longok cari yg namanya Zaki gak keliatan


Kirim email ke