Sorry, crossposting, habis saya nggak tahu lagi gimana cara menyamapaikan info ini kalau nggak crossposting...
--- In [email protected], "/\\/\\ o + u |_ z" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Yang betul.. Bapak H. Untung Wiyono.. cek di http://www.sragen.go.id Nah.. Kabupaten Maros mo ikutan pasang jaringan IT tuh seperti di Sragen.. ayo ayo.. mana Jakarta?? heheheh... Bupati Maros H. Andi Nadjamuddin Aminullah Selasa ( 19/4 ) mengunjungi Sragen. Kunjungan kerjanya ini merupakan lanjutan dari kedatangan DPRD Maros ke Sragen beberapa waktu silam. Kala itu, Kabupaten Maros tertarik dengan jaringan teknologi informatika yang diterapkan di Sragen. Maka kemarin, Bupati Maros didampingi Ketua DPRD Maros H. Andi Burhanuddin PS beserta rombongan ingin melihat langsung jaringan IT yang dibangun putra-putra Sragen ini. Ketika diterima Bupati Sragen Untung Wiyono di ruang Citrayasa Selasa lalu, Andi Nadjamuddin menjabarkan latar belakang perlunya IT untuk dikembangkan di daerahnya. Menurut Andi Nadjamuddin, wilayah Maros yang luas dan kondisi geografisnya yang meliputi dataran rendah dan dataran tinggi, cukup menyulitkan pihaknya untuk dapat berkoordinasi secara cepat dan murah dengan jajarannya di berbagai pelosok Kabupaten Maros. Khususnya koordinasi dalam memacu sektor-sektor pertumbuhan ekonomi. Diharapkan, kata Andi Nadjamuddin, kunjungannya ke Sragen kali ini dapat menghasilkan tindakan real untuk menjalin kerjasama pembangunan IT di Kabupaten yang terletak di Sulawesi Selatan itu. Bupati Sragen Untung Wiyono menyambut baik keinginan Andi Nadjamuddin untuk mengembangkan IT seperti Sragen. Bupati bersedia mengirimkan PNS Sragen yang menguasai bidang ini untuk membangun jaringan IT di Maros. "Untuk maintenance, PNS Maros yang ditugaskan, harus magang di Sragen dulu," kata Bupati. Karena, menurut Bupati, proyek ini tidak hanya terhenti pada proses pembangunan sistemnya saja, tetapi harus ada yang benar-benar menguasai, hingga PNS Maros dapat mandiri mengatasi kendala yang akan muncul di kelak kemudian hari. Banyak keuntungan dan kemudahan yang didapat dari pemafaatan teknologi komunikasi ini. Bupati mencontohkan, saat ini seluruh jajaran pemerintahan Sragen dari pusat sampai ke Kecamatan, semuanya sudah on line. Hal ini membuat kecepatan dan akurasi arus informasi dapat terjaga dari tingkat Kabupaten ke tiap Kecamatan, atau sebaliknya. Dalam kesempatan tersebut rombongan Maros juga meninjau langsung bengkel IT Sragen di Bagian PDE (Pengolahan Data Elektronik). Di sana mereka mencoba peralatan teleconference dan berkomunikasi dengan Camat Karangmalang. Berbagai pertanyaan dilontarkan, untuk menggali lebih dalam berbagai informasi seputar teknologi informasi yang dikembangkan di Sragen. (di copy dari sragen.go.id/news) --- Nugroho Wibisono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Coba kalau semua instansi pemerintah mau seperti > ini, kayaknya > gembar-gembornya presiden untuk penghematan bisa > terealisir. > Btw, nama Bupati Sragen bener Pak Untung Wahyono, > bukannya Pak Untung > Wiyono? > > regards, > weby > > > On 5/11/06, H Budi Pramono <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > > > > > > > > > > > Senin malam kemarin saya nonton acara TV paling > favorit saya yaitu > > "Republik BBM' di Indosiar. Topiknya adalah > pencegahan tindak pidana korupsi > > dengan salah satu bintang tamunya adalah Bupati > Kabupaten Sragen Jawa > > Tengah Bpk. Untung Wahyono. > > > > > > > > Menurut saya dia sangat fantastis yaitu berhasil > menerapkan tata kelola > > administrasi pemerintahan dengan baik dan > transparan dengan memanfaatkan > > teknologi sistim informasi dengan tepat. Singkat > cerita beliau melakukan > > terobosan dengan membuat one stop service untuk > pelayanan kepada masyarakat, > > termasuk pengurusan perijinan-perijinan yang > dibutuhkan masyarakat. > > > > > > > > Beberapa fakta yang menarik adalah. > > > > - biaya perijinan menjadi murah, cepat, > dan transparan > > > > - masyarakat makin bergairah untuk > mempunyai/mengurus ijin-ijin > > yang diperlukan > > > > - beberapa ijin tahap awal untuk > mendirikan usaha digratiskan > > dengan alasan supaya makin banyak anggota > masyarakat yang bisa berusaha > > > > - untuk pengurusan pendirian usaha > lengkap hanya dibutuhkan waktu > > 12 hari kerja > > > > - pemda menggratiskan biaya pengurusan > akte kelahiran > > > > - rata-rata penyelesaian perijinan hanya > 30 % dari waktu yang > > dijanjikan secara resmi > > > > - pengurusan KTP bisa selesai dalam waktu > 2 menit dari waktu > > resmi 1 hari > > > > - beberapa pengurusan perijinan (seperti > surat nikah) wewenangnya > > sudah diberikan ke tingkat kecamatan, bahkan > sekarang sedang dikaji > > pelimpahan wewenang beberapa jenis perijinan ke > tingkat kelurahan > > > > - dengan mempermudah dan mempermurah > perijinan PAD bukannya turun > > justru naik > > > > - jaringan system informasi menggunakan > wireless 2.4 GHz > > > > - bupati memanfaatkan teknologi video > conference call untuk > > berkoordinasi dengan aparat-aparat di bawahnya > > > > - dll. > > > > > > > > Menurut dia di Jawa Tengah sudah ada lima > pemerintah kabupaten/kota yang > > melakukan hal yang sama dengan Sragen, di Sumatara > ada beberapa kabupaten > > juga melakukan hal yang sama (saya lupa mana > saja..). Untuk tingkat > > pemerintah propinsi, Kalimantan Tengah sedang > mengarah pada kebijakan > > seperti itu. > > > > > > > > Nah kapan Bandung .? Kapan Jawa Barat ? > > > > > > > > Tanyaken ..apa ? > > > > > > > > > > > > > > > > Budi
