On 7/28/06, muhamad cpsmb tarigan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> [NL:]
>
> Ya, itu point saya. Artinya content lokal kita tidak mampu persaing secara
> bisnis/komersial dengan asing. Ini sangat menyedihkan. Sejak ambruknya
> dotcom di Indonesia, yang bertahan hanya Detikcom, sisanya nggak tahu entah
> kemana. Di saat bisnis dotcom di luar bangkit, di Indonesia tidak bangkit.

*mungkin* masalahnya klasik pak :

+ gak ada industri lain *sejenis* yg membackup bisnis dotcom, kalau
detik *mungkin* ada.
(misalnya group gramedia membackup bisnis online  ,etc) , jadi bisnis
contentnya gak jalan sendirian dan bisa dapat bantuan dikala masa
susah.

NL:
Ini case menarik: Detikcom tidak di back-up oleh industri sejenis, malah sukses. Sebaliknya KCM yang di-back-up Kompas ndak bisa sebesar Detikcom. Mereka yang memiliki "bahan dasar" untuk di-online-kan malah gagal di dunia online. Ini yang saya lihat di Indonesia lho.

+ real owner di belakang industri dotcomnya gak punya visi dan sering
kali oportunistik, sering kali owner dotcom .id dan .my (jaman dulu
paling tidak)
main bisnisnya bukan bisnis it, sering kali: juragan gula, juragan
paku , juragan bahan2 kimia ( walaupun dalam skala besar ) , he he ..
tapi ini serius lho :))
dalam kata lain mereka tidak punya how-to,know-how, risk proposition
dan marketing/sales channel untuk menjalankan bisnis dotcom

NL:
Ya, sebagian besar memang seperti itu. Sayang ya..
Tapi yang juga mesti diperhatikan, meski bisnisnya IT, masih banyak hal diperlukan untuk sukses di bisnis dotcom. Terutama soal komunikasi (bukan telekomunikasi lho) dan kultur. Lho kok kultur? hehehe pengamatan saya menunjukkan, justru kultur lah penjegal utama banyak bos2 besar di sini ketika masuk ke bisnis dotcom

sebenarnya saya dulu ditawari juga untuk managing big dot com di .id ,
tapi karena saya lihat masalahnya di nomor dua
( juragan duren mau jualan online ) , ya mending serius jadi networkers
saja :))

-mcp


Salam
--
Nukman Luthfie
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
http://teknoblogia.blogspot.com/2005/02/tata-tertib-milis-v15.html
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke