On 8/2/06, muhamad cpsmb tarigan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


Pak Nukman saya ada pertanyaan.

salah satu contoh  portal "vertikal" mungkin seperti LightReading
(www.lightreading.com) yang target audiensnya adalah networkers yang
bergerak di bidang broadband dan routing/switching. Si Lightreading ini
juga punya adik portal yang audiensnya orang orang storage networking (
http://www.byteandswitch.com/ ).

Yang jadi pertanyaan :
1. Apakah perlu (atau bisa) membuat copycat portal narrowed market
tersebut ke regional atau specific country ? misalnya light reading
asia atau bahkan lightreading indonesia,etc ? note: jurnalisnya
lightreading mantan engineer juga yg punya pengalaman tentang apa yang
mereka tulis.

Pertanyaan cerdas :).
Saya ambil contoh kasus:
- Friendster tanpa membuat Friendster versi Indonesia, ternyata banyak dipakai orang Indonesia.
- Demikian pula Gmail, Yahoo! dll.
- Demikian pula MTV Asia. (Kalau tidak salah, beberapa tahun lalu, MTV Asia masuk 10 besar website paling banyak diakses oleh orang Indonesia)

Apakah kasus ini berlaku untuk content based spt Lightreading?
Dugaan sementara saya: iya.
Dulu di awal boom dotcom di sini, ada portal IT seperti CNet yang mau membuka versi Indonesianya, (saya lupa namanya),  namun gagal.  Insight yang saya dapat dari  orang Indonsia yang biasa baca content berbahasa Inggris, khususnya orang2 yang sudah spesialis, mereka enggan membaca versi Indonesianya. Jadi tidak otomatis orang Indonesia yang biasa berkunjung ke Lightreading kemudian pindah ke Lightreading Indonesia.
Insight ini memang harus diuji kembali kalau memang Carlos berminat mengembangkan semacam Lightreading Indonesia. Saya dengan senang hati akan membantu mencari insight ini.

2. Darimana kita bisa tahu bahwa ada market audiens untuk sebuah portal
narrowed market di Indonesia ?

Tahunya bisa dari dua sumber.
Pertama intuisi. Kayaknya ini ndak usah dibahas, meski dalam beberapa hal saya bisa berhasil karena intuisi ini.
Kedua, pandai2 membaca lalulintas "data" yang setiap hari bersliweran di Internet.



Misalnya saya ada dua ide, mau bikin
portal badminton indonesia dan sepaktakraw indonesia. Darimana saya
bisa tahu portal mana yang punya probabilitas menguntungkan (dan hidup
lebih lama/independen) dari sisi bisnis ? apa dari survey ? komitmen
user ?

-mcp

Kalau menghitung probabilitas secara akademis ya terpaksa pakai survei.
Meski pecinta bulutangkis secara statistik lebih besar ketimbang sepaktakraw misalnya, belum tentu portal bulutangkis bakal lebih sukses. Ada hasil penelitian rekan saya yang ngambil S3 di Aussie mengenai Web Connectedness yang sangat menarik berkaitan dengan hal ini. Kapan2 saya share kalau diperbolehkan sama sahabat saya itu.
 
Sebaiknya jangan sekali2 percaya komitmen user.
User tidak pernah commit. Perusahaanlah yang harus memberikan jasa sebaik mungkin agar user tanpa sadar commit dengan sendirinya, sepanjang tidak ada pesaing lain yang bisa mengurangi komitmen itu.


Salam
--
Nukman Luthfie
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
http://teknoblogia.blogspot.com/2005/02/tata-tertib-milis-v15.html
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke