Gus Dur Ajak Bela Holocaust     
Rabu, 13 Juni 2007

Dalam sebuah konfrensi bertema Holocaust di Bali,
Selasa, 12 Juni 2007 kemarin, mantan Presiden RI,
Abdurahman Wahid mengajak membela holocaust. Ada apa?

Hidayatullah.com—Holocaust, yang selalu diklaim
sebagai pembantaian jutaan orang Yahudi Eropa dan
Afrika Utara pada masa Perang Dunia II kembali
diangkat. Baru-baru lalu, Iran membuka konferensi
kontroversial, yang menghadirkan sejumlah tokoh
terkemuka, termasuk pembantah bahwa peristiwa itu ada.
Salah satu pesertanya yang ikut membantah adalah
Profesor Robert Faurisson dari Prancis. Faurisson,
membantah keberadaan kamar gas. Bahkan untuk itu, ia
dijatuhi hukuman tiga bulan penjara. Selain Faurisson,
pembantah lain kasus Holocaust itu adalah  Fredrick
Toeben, tokoh "revisionis" Australia. Bahkan untuk
ini, Toeben menjalani hukuman di penjara Jerman selama
beberapa tahun karena dianggap menyulut kebencian
rasial.

Pambantah peristiwa Holocaust memang bukan hanya
Faurisson atau Fredrick Toeben. Seorang penulis AS,
Kaminsky juga pernah menyatakan, tidak ada bukti
kongkret soal Holocaust pada perang dunia II. 
Karminsky menuding pemerintah AS telah bersekongkol
dengan Israel dalam aksi penculikan para cendekiawan
yang menentang kebenaran peristiwa Holocaust. Bahkan
menurut Karminsky, Holocaust hanya sebagai alat Yahudi
guna menekan negara-negara Barat agar dapat meminta
ganti rugi.

Dikabarkan, pada dekade 1960-an, dari Jerman saja,
Zionis sudah mengeruk uang ganti rugi sebesar 11
milyar dollar. Padahal, dewasa ini banyak sekali bukti
yang menunjukkan bahwa klain 6 juta Yahudi terbunuh
oleh Nazi adalah bohong belaka.

Tak sekedar itu, para ahli sejarah AS bahkan sering
ditekan Israel agar menulis artikel soal pembantaian
orang-orang Yahudi oleh Nazi. Dan bagi siapapun yang
menentang hal tersebut akan dijebloskan dalam penjara.

Di tengah keraguan tokoh-tokoh Yahudi, para peneliti
Barat dan Eropa, tiba-tiba mantan Presiden RI,
Abdurahman Wahid membela Holocaust. Bersama pemimpin
spiritual Hindu,  Sri Sri Ravi Shankar, dan Direktur
the Pardes Institute of Jewish studies, Rabbi Daniel
Lande, Gus Dur duduk serta dalam sebuah konferensi 
toleransi agama di Bali,  Selasa, 12 Juni,  2007
kemarin. ”...kita harus bikin pernyataan membela
Holocaust, ” demikian kutip Gus Dur.Di bawah ini
adalah petikan wawancaranya yang dikutip di Radio
Nederland Wereldomroep [RNW] dalam situsnya yang telah
diedit oleh redaksi www.hidayatullah.com.

*** 

Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Sebenarnya apa
inti konferensi ini?

Gus Dur [GD]: "Ya, seminar hubungan antar agama. Jadi
kita selesai seminar, tadi pagi, saya bilang kepada
salah seorang penyelenggara seminar, Colin Tail, orang
Amerika, bahwa kita harus bikin pernyataan membela
Holocaust.

Hubungan saya baik dengan Presiden Mahmoud
Ahmadinejad, tapi itu tidak berarti bahwa kita
selamanya harus sepandangan. Pandangan tentang itu
jauh berbeda dengan dia. Saya membela dia satu soal,
berbeda dari dia soal lain. Itulah kenyataannya.

RNW: Maksudnya apa membela holocaust? Ini bagaimana
Gus Dur?
GD:  Lho iya, bahwa Holocaust itu ada. Kan Ahmadinejad
mengatakan tidak

RNW: Kalau dia mengatakan tidak kan ada alasannya
yaitu anti Israel?

GD: Iya, tapi nyatanya, buktinya yang ada adalah
Holocaust itu ada. Saya pernah ke musium holocaust di
Tel Aviv, lihat ratusan ribu sepatu. Itu kan
menunjukkan bahwa dulu sepatu itu kan dipakai orang.

RNW:  Tapi apa perlunya Gus Dur mengadakan seminar
semacam itu?

GD: Seminarnya tentang masalah lain, hubungan antar
agama. Itu kan tambahan aja sebetulnya.

RNW: Kalau begitu apa perlunya membubuhkan tambahan
semacam itu Gus Dur?

GD: Ya, untuk membela kebenaran.

RNW: Tapi pihak lain bisa mengatakan itu provokasi?
GD: Ya biar aja. Masa kita mau berbuat, mikir soal
orang lain melulu.

RNW: Ini juga baru pertama kali kalau tidak salah, ada
begitu banyak rabi Yahudi yang datang ke Indonesia?

GD: Lha iya, kenapa Indonesia, kita hubungan dengan
RRT dan Uni Soviet, yang ada atheismenya. Masak dengan
Israel enggak boleh yang percaya Tuhan?

RNW: Bukan enggak bolehnya, tapi Israel itu kan
menduduki wilayah Palestina. Kita kan solider dengan
Palestina Gus Dur?
GD: Ah, anda percaya pada propaganda orang Palestina.

RNW: Kalau pendudukan wilayah Palestina itu kan bukan
propaganda, itu kan kenyataan Gus Dur?

GD: Pendudukan Israel itu di mana ada pendudukan? Saya
tanya. Ramallah dan lainnya tetap mereka di situ.
Daerah-daerah suci tetap. Saya mau tanya pendudukan
yang mana. Anda aja yang percaya, sendirian itu.
Diomongin bohong-bohong kok mau aja."

RNW: Eropa aja solider dengan Palestina Gus Dur?

GD: Iya, kalau bisa solider. Kadang-kadang enggak bisa
juga disolideri. Saya enggak bisa punya solideritas
dengan orang Palestina, sebab ngotot
dia.[rnw/www.hidayatullah.com]


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke