Dengan Logika Sama, Kapolri Seharusnya Ditangkap Dalam
Kasus Unas

Minggu, 8 Jun 08 13:25 WIB

Dalam kasus bentrokkan di silang Monas, 1 Juni 2008,
Habib Rizieq jelas tidak berada di TKP (Tempat
Kejadian perkara). Habib Rizieq pun tidak pernah
memerintahkan agar laskar FPI melakukan kekerasan atau
menyerang pihak mana pun dalam unjuk rasa hari ahad
lalu tersebut. Sebab itu, yang melakukan penyerangan
sesungguhnya oknum dari laskar, bukan FPI secara
institusi.

Dalam kacamata Ketua Aliansi Damai Anti Penistaan
Islam (ADAPI) KH. Noer Muhammad Iskandar, aparat
penegak hukum dalam hal ini pihak kepolisian dan juga
pemerintah SBY-JK tidak berlaku adil dalam meproses
hukum kasus bentrokkan Monas dengan menyeret dan
memenjarakan Habb Rizieq. “Proses hukum terhadap Habib
kurang tepat, ” tandas kiai dari NU ini yang diamini
oleh Ketua DPP PPP Suryadharma Ali.

“Seharusnya, aparat itu mengincar oknumnya, dan bukan
(mengincar) Habib, ” tambah Suryadharma Ali.

Jika sekarang ini kepolisian RI menangkap dan menahan
Habib Rizieq dengan tuduhan terlibat dalam kasus
bentrokkan di Monas, padahal itu ulah oknum, maka
dengan logika yang sama seharusnya Kapolri Jenderal
(Pol) Sutanto juga diproses ke muka hukum dan jika
perlu ditahan dalam proses penyerangan aparat
kepolisian di Kampus Universitas Nasional pada 24 Mei
2008 yang nota bene jauh lebih brutal ketimbang
peristiwa Monas.

Ketidakprofesionalan proses hukum yang dilakukan
polisi dan juga pemerintah SBY-JK dalam kasus Monas
ini juga mendorong Ketua MPR-RI Hidayat Nur Wahid
angkat bicara. Menurutnya, kasus Monas merupakan ekses
dari kelambanan pemerintah SBY-JK dalam mengeluarkan
SKB Pembubaran kelompok sesat Ahmadiyah.

Walau media massa cetak maupun elektronik yang banyak
disusupi antek-antek liberalis memblow-up isu
pembubaran FPI dan mencitra-burukkan Habib Rizieq,
namun seperti kalimat bijak “Walau mutiara kau
benamkan ke dalam lumpur yang paling dalam dan paling
pekat sekali pun, ia tetap akan menjadi mutiara yang
bercahaya dengan kemilau yang indah”, kian hari kian
banyak tokoh masyarakat, tokoh umat, dan alim-ulama
yang menjenguk Habib Rizieq di Polda Metro Jaya
sebagai dukungan moril atas perjuangan yang
dilakukannya selama ini.

Sabtu kemarin (7/6) KH. Zainuddin MZ, Rhoma Irama, dan
KH. Habib Hussein Al-Habsyi (Presiden Ikhwanul
Muslimin Indonesia) yang terlihat menjenguk Habib.
Hari ini (8/6), sejumlah tokoh dan juga keluarga
Habib, serta keluarga besar FPI juga hadir di tempat
penahanan Habib. Mereka semua meyakini jika Habib
merupakan korban dari sikap tidak becus dan pengecut
pemerintah dan aparatnya terhadap tekanan AS dalam hal
kelompok sesat Ahmadiyah.(rz)

dikutip dari www.eramuslim.com

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke