NICEA 325:
Ketika Yesus Disahkan Jadi Tuhan Dalam hidupnya Yesus, atau Nabi Isa a.s. tidak pernah mengklaim diri sebagai Tuhan. Apalagi meminta umatnya untuk menyembah dirinya. Bahkan dalam Injil ketika Yesus di salib, dia meminta pertolongan pada Tuhan, “Eli!Eli!Lama Sabakhatani!”(“Tuhan!Tuhan!Kemanakah Engkau!”) Kehadiran Nabi Isa yang ingin menegakkan Taurat Musa a.s. dihalang-halangi oleh para imam Yahudi yang tergabung dalam kelompok Sanhendrin yang telah mereguk kenikmatan kekuasaan bersama dengan para penguasa Roma yang korup dan bergelimang dalam pesta-pesta birahi. Ajaran Nabi Isa yang memnadang semua manusia sederajat, egalitarian, dianggap ancaman besar bagi status-quo mereka. Sebab itulah, Yesus difitnah,diburu,dan dibunuh oleh mereka. Sepeninggal Yesus, ajaran Taurat Musa yang hendak dihidupkan digelapkan bahkan dibuat penafsiran menurut ini dan itu. Sehingga diabad pertama saja telah ada ratusan versi Injil yang masing-masing memiliki pengikutnya. Dari ratusan Injil tersebut, bias dibagi menjadi dua kelompok besar, yakni yang mengakui Yesus sebagai Tuhan dan satunya lagi menganggap Yesus hanyalah seorang Nabi utusan Tuhan dan bukan Tuhan itu sendiri. Kelompok pertma yang menganggap Yesus sebagai Tuhan disebut kelompok Trinitas. Sedangkan kelompok kedua yang memegang erat ketauhidan dalam kekeristenan awal disebut kelompok Unitarian. Inilah dua kelompok besar yang saling berhadap-hadapan dalam sejarah awal gereja. Sekte Yahudi Yang Bertauhid VS Yahudi Kaballah Yesus sesungguhnya hanya diutus kepada kaum Bani Israil dan tidak membawa risallah baru. Yesus ditugaskan untuk meluruskan penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan Bani Israil agar kembali kedalam ketauhiadan seperti yang telah tercantum dalam Taurat Musa. Sebab itulah sepeninggal Yesus dan para sahabat, tidak ada kelompok penganut Kristen dalam jumlah besar. Yesus dan para sahabtnya memang tidak membawa syariat baru, selain menegakkan hokum Taurat perjanjian Lama. Kekristenan saat itu tidak dianggap sebagai agama yang berdiri sendirinamun dimasukkan kedalam salah satu sekte Yudaisme Yahudi. Penyimpangan dalam kekeristenan dimulai ketika seorang Yahudi dari Tarsus bernama paulus mulai menyebarkan ajaran Yesus ke kalangan non Bani Israil. Sebelum paulus hadir, para pengikut Yesus mengikuti segala ritual Yudaisme seperti khitan, mensucikan hari Sabtu(Sabbath) sebagai hari khusus untuk beribadah, dan sebagainya. Namun Paulus mengubah semuanya dan dalam konsili Yerusalem tahun 49 M paulus berhasil membuang ritual-ritual Yudaisme tersebut.(Bersambung) *Dikutip dari Eramuslim Digest (Genesis Of Zionism, Jejak Berdarah Yahudi Sepanjang Sejarah 1) Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

