Di sabtu pagi menjelang siang, cuaca begitu
cerah, secarah hati Ahmad, yang hendak menghadiri mentoring, bersama adik –
adik binaannya. Pertemuan penuh keakraban dan nasihat yang di rindukan oleh
Ahmad, karena baginya, pertemuan nanti, bukan sekedar antara kakak dengan adik
kelasnya, tapi juga upaya membidani pengisi peradaban, dan melahirkan para
pemimpin masa depan.
Di pelataran mesjid yang berkeramik bersih, telah
menunggu beberapa siswa, duduk bersila, hampir membuat lingkaran.
“Assalamu’alaikum…, gimana kabarnya semua ?
“ ucap ahmad sambil menjabat tangan satu persatu adik – adik nya..
“wa’alaikum salam warohmatullah
wabarokatuh.., alhamdulillah kang..sehat” jawabannya bersahutan..
Setelah bertanya kabar sambil mengkondisikan
diri, Ahmad pun mulai “memahat” karya nya,
“Baik adik-adik, kita mulai saja yu
mentoring nya, sambil nunggu yang lain,silahkan siapkan Al-Qur’an nya, kita
lanjutkan bacaan pekan kemarin, sampai surat Yunus ayat 25..,sebelumnya, mari
awali
pertemuan kita dengan basamallah …”
Suara merdu alunan ayat Al-Qur’an pun mulai
mengalun,dari mulut- mulut para remaja berseragam putih abu – abu itu, suara
yang jarang lagi terdengar gemanya,
karena terlindas perkembangan budaya barat.
Setelah selesai membaca, Ahmad mulai
mengoreksi bacaan tajwid yang kurang tepat, dari para adik-adiknya, dan
memotivasi mereka untuk tetap merutinkan membaca al-qur’an. Dalam benak Ahmad,
“ya walau saya baru ngerti sedikit tentang tajwid, bahkan di usia yang sudah
bukan remaja lagi, sebaiknya mereka mengenalnya lebih awal, jangan pula seperti
saya..”
“siapa yang sampai siang ini sudah berbuat
kebaikan ? cung..!! perintah ahmad
“saya kang..! saya tadi sebelum berangkat
sekolah, bersihin kamar mandi..” ucap andi
“saya juga.., sudah shalat subuh di mesjid,
sama ngasih uang ke pengemis di lampu merah “ seru ujang tak mau kalah.
“ada yang lebih banyak ? kamu asep ..kok
diam aja ?” tanya ahmad
“mmhh, saya…, apa ya…, kayaknya belum ada
kang..? jawab asep sambil nyengir..
“masa
belum ada Sep? semua pekerjaan yang di niatkan mencari ridho Allah, dan sesuai
dengan tuntunan Rasulullah saw itu ibadah lho, alias kebaikan…, jadi kalau asep
sikat gigi, mandi, olah raga, dan lainnya di niatkan menjaga amanah Allah, itu
juga ibadah, belajar, tidur, dan seterusnya juga ibadah, asal jangan di campuri
dengan ma’siat aja..” jelas ahmad
“adik – adik tahu kan, bahwa siapa yang
membaca al-qur’an, maka setiap hurufnya bernilai 10 kebaikan, jadi kalau kita
baca alif lam mim, berarti sudah 30 kebaikan, belum kalau bismillah, apalagi
kalau 1 halaman, wah bisa panen kebaikan…”
“Baik adik – adik, pertemuan kali ini, akang
ingin cerita tentang kisah 3 manusia, yang di uji oleh Allah swt. Kisah ini
bisa kita baca di kitab hadist Riyadusshalihin, bab lima tentang muraqobah,
kebetulan akang bawa kitab nya, boleh minta tolong di bacakan teks artinya ya..
Asep.., agak keras.., yang lain tolong perhatikan..” pinta ahmad
Asep pun mulai membacakannya
Dari
Abu Hurairah r.a. bahwasanya ia mendengar Nabi s.a.w. bersabda:
"Sesungguhnya
ada tiga orang dari kaum Bani Israil, yaitu orang supak – yakni belang- belang
kulitnya, orang botak dan orang buta. Allah hendak menguji mereka itu, kemudian
mengutus
seorang malaikat kepada mereka. Ia mendatangi orang supak lalu berkata:
"Keadaan
yang bagaimanakah yang amat tercinta bagimu?" Orang supak berkata:
"Warna
yang
baik dan kulit yang bagus, juga lenyaplah kiranya penyakit yang menyebabkan
orang orang merasa jijik padaku ini." Malaikat itu lalu mengusapnya dan
lenyaplah kotoran kotoran itu dari tubuhnya dan dikaruniai -oleh Allah Ta'ala -
warna yang baik dan kulit yang bagus. Malaikat itu berkata pula: "Harta
macam apakah yang amat tercinta bagimu?" Orang itu menjawab:
"Unta." (Atau katanya: "Lembu," yang merawikan Hadis ini
sangsi – apakah unta ataukah lembu). Ia lalu dikaruniai unta yang bunting,
kemudian malaikat berkata: "Semoga Allah memberi keberkahan untukmu dalam
unta ini."
Malaikat
itu seterusnya mendatangi orang botak, kemudian berkata: "Keadaan yang
bagaimanakah
yang amat tercinta bagimu?" Orang botak berkata: "Rambut yang bagus
dan lenyaplah kiranya apa-apa yang menyebabkan orang-orang merasa jijik padaku
ini." Malaikat itu lalu mengusapnya dan lenyaplah botak itu dari kepalanya
dan ia dikarunia rambut yang bagus. Malaikat berkata pula: "Harta macam
apakah yang amat tercinta bagimu?" Ia berkata: "Lembu." lapun
lalu dikarunia lembu yang bunting dan malaikat itu berkata: "Semoga Allah
memberikan keberkahan untukmu dalam lembu ini."
Akhirnya
malaikat itu mendatangi orang buta lalu berkata: "Keadaan bagaimanakah
yang
amat tercinta bagimu?" Orang buta menjawab: "Yaitu hendaknya Allah
mengembalikan penglihatanku padaku sehingga aku dapat melihat semua
orang." Malaikat lalu mengusapnya dan Allah mengembalikan lagi penglihatan
padanya. Malaikat berkata pula: "Harta macam apakah yang amat tercinta
bagimu?" Ia menjawab: "Kambing." Iapun dikarunia kambing yang
bunting - hampir beranak. Yang dua ini -
unta dan lembu melahirkan anak-anaknya dan yang ini - kambing - juga melahirkan
anaknya. Kemudian yang seorang - yang supak - mempunyai selembah penuh unta dan
yang satunya lagi - yang botak - mempunyai selembah lembu dan yang lainnya lagi
- yang buta - mempunyai selembah kambing. Malaikat itu lalu mendatangi lagi
orang - yang asalnya - supak dalam rupa seperti orang supak itu dahulu
keadannya - yakni berpakaian serba buruk - dan berkata: "Saya adalah orang
miskin, sudah terputus semua sebab-sebab untuk dapat memperoleh rezeki bagiku
dalam bepergianku ini. Maka tidak ada yang dapat menyampaikan maksudku pada
hari ini kecuali Allah kemudian dengan pertolonganmu pula. Saya meminta padamu
dengan atas nama Allah yang telah mengaruniakan padamu warna yang baik dan
kulit yang bagus dan pula harta yang banyak, sudi kiranya engkau menyampaikan
maksudku dalam bepergianku ini - untuk sekedar bekal perjalanannya." Orang
supak itu menjawab: "Keperluan-keperluanku masih banyak sekali." Jadi
enggan memberikan sedekah padanya. Malaikat itu berkata lagi: "Seolah-olah
saya pernah mengenalmu. Bukankah engkau dahulu seorang yang berpenyakit supak
yang dijijiki oleh seluruh manusia, bukankah engkau dulu seorang fakir,
kemudian Allah mengaruniakan harta padamu?" Orang supak dahulu itu
menjawab: "Semua harta ini saya mewarisi dari nenek-moyangku dulu dan
merekapun dari nenek-moyangnya pula." Malaikat berkata pula: "Jikalau
engkau berdusta dalam pendakwaanmu - uraianmu yang menyebutkan bahwa harta itu
adalah berasal dari warisan, maka Allah pasti akan menjadikan engkau kembali
seperti keadaanmu semula.
Malaikat
itu selanjutnya mendatangi orang - yang asalnya -botak, dalam rupa - seperti
orang
botak dulu - dan keadaannya -yang hina dina, kemudian berkata kepadanya
sebagaimana
yang dikatakan kepada orang supak dan orang botak itu menolak permintaannya
seperti halnya orang supak itu pula. Akhirnya malaikat itu berkata:
"Jikalau engkau berdusta, maka Allah pasti akan menjadikan engkau kembali
sebagaimana keadaanmu semula." Seterusnya malaikat itu mendatangi orang -
yang asalnya - buta dalam rupanya -seperti orang buta itu dahulu - serta
keadaannya - yang menyedihkan, kemudian ia berkata: "Saya adalah orang
miskin dan anak jalan - maksudnya sedang bepergian dan kehabisan bekal, sudah
terputus semua sebab-sebab untuk dapat memperoleh rezeki bagiku dalam
bepergianku ini, maka tidak ada yang dapat menyampaikan maksudku pada hari ini,
kecuali Allah kemudian dengan pertolonganmu pula. Saya meminta padamu dengan
atas nama Allah yang mengembalikan penglihatan untukmu yaitu seekor kambing
yang dapat saya gunakan untuk menyampaikan tujuanku dalam bepergian ini."
Orang buta dahulu itu berkata: "Saya dahulu pernah menjadi orang buta,
kemudian Allah mengembalikan penglihatan padaku. Maka oleh sebab itu ambillah
mana saja yang engkau inginkan dan tinggalkanlah mana saja yang engkau
inginkan. Demi Allah saya tidak akan membuat kesukaran padamu - karena tidak
meluluskan permintaanmu -pada hari ini dengan sesuatu yang engkau ambil karena
mengharapkan keridhaan Allah 'Azzawajalla.". Malaikat itu lalu berkata:
"Tahanlah hartamu - artinya tidak diambil sedikitpun, sebab sebenarnya
engkau semua ini telah diuji, kemudian Allah telah meridhai dirimu dan memurkai
pada dua orang sahabatmu - yakni si supak dan si botak." (Muttafaq alaih)
“baik, terimakasih
Sep, temen – temen..., apa pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah ini ?”
tanya ahmad memecah keseriusan suasana
“jangan pelit...”
“jangan sombong..”
“malaikat bisa
menyerupai manusia..”
“kehidupan pasti
ada ujian, jadi kita harus siap kang.....”
Jawab para peserta
mentoring dengan semangat...
“jawaban kalian
betul semua. Akang hanya menambahkan sedikit.., sekarang akang tanya siapa di
antara kita yang
kulitnya belang ? cung..! atau siapa yang tak bisa tumbuh rambut di kepalanya ?
cung...! atau siapa di antara kita yang ingin buta ? “ ayo ngacung....!! lalu
ahmad melanjutkan
“temen-temen,
pertama kita harus bersyukur, kita bisa melihat, wajah kita enak di pandang,
kulit kita normal, dan begitu banyak
nikmat Allah lainnya yang tak kan terhitung, walau semua pohon di dunia di
jadikan pena dan semua lautan di jadikan tintanya.”
“bagaimana
mensyukurinya ? ya sesuaikan dengan kehendak Allah swt, mata kita di gunakan
untuk membaca Al-qur’an, belajar,dan hal – hal manfaat lainnya, bukan melihat
hal – hal yang di larang Allah,
atau berlebihan dalam hal – hal yang di perbolehkan, juga nikmat – nikmat yang
lainnya pun demikian”
“Trus, ada ga,
temen – temen yang pas brojol, lahir ke dunia, sudah bisa nulis ? sudah bisa
baca ? sudah pakai pakaian yang bagus ? sudah bisa bicara ? sudah punya dompet
plus isinya ? sudah punya alamat email, blog atau friendster ?”
“wah , akang
bercanda nih.., mana ada yang gitu sih ? yang namanya bayi itu kan telanjang,
belum punya apa-apa, dan belum bisa apa – apa, selain nangis..” jawab andi
“nah, andi
cerdas..., coba andi buka quran surat an-nahl, ayat ke 78, bacakan artinya...”
pinta ahmad
Setelah menemukan
ayatnya, andi pun membacakannya
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut
ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu
pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.”
“ok
terimakasih andi, nah..temen – temen, kita lahir ke dunia tak punya apa – apa,
kemudian Allah swt memberi kita pendengaran, penglihatan dan hati, sehingga
kita menjadi punya apa-apa. Kenapa tak di sebut saja dalam ayatnya, memberi
kamu telinga, mata dan hati ? karena orang yang punya telinga belum tentu mau
mendengar nasihat dan kebenaran, yang punya mata pun belum tentu bisa melihat
keagungan Allah swt, itulah karenanya ada yang buta mata, tapi hatinya lebih
hidup dari pada yang bisa melihat, ”
“dengan
modal penglihatan, pendengaran dan hati, manusia mulai bisa bergerak, belajar,
bekerja, akhirnya bisa berpakaian, mencari makan, bertempat tinggal, dst.” Jadi
kita lahir tak memakai sehelai kain pun, dan kita mati kelak pun tak kan
membawa apa – apa, selain amal jariyah kita, yaitu ilmu yang bermanfaat,
shodaqoh
jariyah, dan do’a anak yang shaleh”
“bisa
jadi kisah itu terulang pada kita, setelah di beri nikmat oleh Allah, berupa
harta, kesehatan, dsb, akhirnya lalai, bahwa itu titipan dari Allah, dan bisa
jadi malaikat itu datang dalam bentuk, kencleng masjid, ajakan membantu
beasiswa, pengemis di lampu merah, panitia qurban , panitia zakat, dst. Lalu
kita katakan, “tak ada dana ! enak saja, ini kan hasil usaha saya !, ini kan
warisan orang tua saya !, dst” padahal Allah maha kuasa mengambil titipanNya
dari kita semua”
Mentoring
pun kian hangat dengan diskusi, sampai tak terasa waktu sudah mendekati dzuhur.
Mnetoring pun berakhir, di tutup dengan istighfar dan do’a.
“Alhamdulillah
ya Allah, mudah-mudahan ini menjadi amal jariyah saya, yang kelak akan saya
bawa ke akhirat, juga menjadi pengikis dosa – dosa saya yang menggungung,
terimalah karya hamba ini, semoga mereka menjadi generasi yang lebih baik di
masa depan” harap ahmad dalam hatinya, sambil bersalaman satu sama lain,
Wallohu
‘alam
Mohon
maaf , semoga bermanfaat & tetap semangat ..!!!
___________________________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/