Salam Kenal mba putri, saya Priyo dr Batam.
Saya mo tanya nich sekaligus sebagai bantahan bahwa manusia yang pertama
diciptakan adalah Adam.
1. Klo nabi adam dilahirkan maka, mengapa kalimah yang diberikan
oleh Alllah dibentuk dari tanah liat ???
QS. Al A'raaf (7): 11 AYAT ini bukankah ditujukan kepada
ummat manusia (ummat islam) bahwa kita itu ada yang menciptakan, bukan
tiba2 ada tanpa ada yang menciptakan, makanya Alloh memakai kata ganti
penunjuk jamak. Terus kenapa kok cuma kepada ADAM saja semua diperintah
sujud, tidak kepada yang lain (bapaknya, nenek kakek dst adam) kenapa
gak begini sujudlah kalian kepada "MEREKA". Ayat sebelumnya memberikan
gambaran kepada kita bahwa maksud penciptaan manusia ditempatkan di
bumi.
2. Nah menyambung yang pertama, kenapa setelah diciptakan, tempat
ADAM di "SYURGA" dan manusia ada di bumi. Jika ada manusia yang sebelum
ADAM apakah dia juga khalifahnya ALLAH. Mba ga menyebutkan dimana
pertama kali Adam ditempatkan oleh Allah.?????
3. Klo mba coba belajar nahwu sorof maka akan tahu jawabannya
kenapa dalam QS 2 baqarah : 30 Allah memakai lafadh lam fiilnya yang
panjang. Disana akan gamblang oh ya......jadi gini tho maksudnya...
Ma'af itu saja mudah2an ada manfa'atnya...maaf jika ada kesalahan
wassalam
________________________________
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
dahlia putri
Sent: Wednesday, December 12, 2007 6:23 AM
To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: [tqn] Manusia Pertama
MANUSIA PERTAMA BUKAN ADAM
Kini kita telah tiba di bab terakhir diskusi ini. Benarkah Adam
dilahirkan? Jika ya, siapakah orang tuanya? Berarti, Adam bukan manusia
pertama? Apa bukti-buktinya? Dan, banyak lagi pertanyaan yang belum
terjawab seputar keberadaan Adam.
Dari berbagai penelusuran yang saya lakukan, saya berkesimpulan bahwa
Adam memang bukan manusia pertama yang hadir di muka Bumi. Ia adalah
generasi ke sekian, setelah jutaan tahun munculnya spesies manusia di
planet biru. Untuk itu, terlebih dahulu kita akan membahas kembali
rujukan utama kita, yaitu ayat-ayat Al Qur'an.
Sepanjang yang saya ketahui, Al Qur'an tidak pernah menyebut Adam
sebagai manusia pertama. Demikian pula istrinya, bukanlah manusia kedua
yang diciptakan setelah Adam.
Banyak ayat Al Qur'an yang jusru memberikan indikasi kuat bahwa Adam dan
hawa adalah salah satu saja dari sekian banyak umat manusia yang sudah
ada pada waktu itu. Salah satu indikasi kuat terdapat pada ayat berikut.
QS. Al A'raaf (7): 11
Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu sekalian, lalu Kami bentuk
tubuh kalian, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah
kamu kepada Adam"; maka mereka pun bersujud kecuali iblis. Dia tidak
termasuk mereka yang bersujud.
Ayat di atas dimulai dengan kalimat 'menciptakan kamu sekalian, lalu
kami bentuk tubuh kalian'. Artinya, waktu itu Allah sudah menciptakan
banyak manusia di muka Bumi. Baru kemudian memerintah para malaikat
untuk bersujud kepada Adam.
Sayangnya, dalam kitab terjemahan bahasa Indonesia kata kum itu
ditafsiri sebagai Adam. di sebelah kata 'kamu' diberi penjelasan dengan
kata dalam kurung - (Adam). Padahal kita tahu bahwa kum adalah bermakna
jamak - kalian semua.
Ini semakin jelas kalau kita baca ayat sebelumnya, berikut ini. Bahwa
yang dimaksud dengan 'kum' itu adalah bangsa manusia secara keseluruhan.
Spesies manusia.
QS. Al A'raaf (7): 10
Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami
adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah
kamu bersyukur.
Dari 2 ayat yang berurutan di atas, kita bisa memperoleh kesimpulan
bahwa Allah terlebih dahulu menciptakan bangsa manusia di muka Bumi,
dengan segala sumber penghidupannya. Dan, kemudian memilih salah satu di
antaranya sebagai khalifah di muka Bumi. Dialah Adam. Ditandai dengan
perintah kepada malaikat untuk bersujud kepadanya.
Kalau Adam memang manusia pertama, ayatnya tidak akan berbunyi demikian.
Diawalnya pastilah Allah mengatakan kepada Adam dalam bentuk tunggal:
"Walaqad khalaqnaka - Dan sungguh telah Kami ciptakan kamu (Adam)..."
Tapi, tenyata menggunakan kum.
Bukti lain tentang Adam bukan manusia pertama adalah ketika Allah
berkata kepada malaikat mau menjadikan Adam sebagai khalifah. Informasi
itu ada pada ayat berikut.
QS. Al Baqarah (2): 30
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya
Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata:
"Mengapa Engkau hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat
kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa
bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman:
"Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".
Ayat ini sering dipakai oleh sebagian besar kita untuk menjelaskan bahwa
Adam adalah manusia pertama. Karena di sana digambarkan dialog antara
Allah dengan malaikat, untuk menjadikan Adam sebagai khalifah di muka
Bumi. Padahal justru ayat ini menegaskan bahwa Adam bukanlah manusia
pertama. Melainkan adalah salah satu manusia yang terpilih dari sekian
banyak manusia yang sudah ada di jaman itu.
Ada dua hal yang menunjukkan itu. Yang pertama, adalah kata inni ja'ilun
fil ardhi khalifah - "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang
khalifah di muka bumi".
Kalimat tersebut tidak menggunakan kata 'menciptakan' (khalq) melainkan
menggunakan kata 'menjadikan' (ja'ala). Jadi bukan mengadakan dari
'tidak ada' menjadi 'ada', melainkan 'memilih' dari yang sudah ada
menjadi khalifah alias pemimpin bagi umat manusia di jaman itu. Kata
'memilih' itu lebih jelas lagi pada ayat lain, berikut ini.
QS. Ali Imran (3): 33
Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan
keluarga Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing)
Allah menggunakan kata isthofaa yang secara eksplisit berarti 'memilih
dari yang sudah ada'. Dan lebih jelas lagi, dalam ayat itu Allah
membandingkan dengan nabi-nabi lainnya seperti Nuh, keluarga Ibrahim dan
keluarga Imran. Mereka semua adalah orang-orang yang terpilih pada
zamannya.
Dan masih banyak lagi ayat yang memberikan kepahaman bahwa Adam bukanlah
manusia pertama di muka Bumi. Meskipun pada beberapa ayat, seringkali
agak membingungkan jika dipahami secara sebagian. Ayat-ayat itu memiliki
penjelasan di ayat lainnya.
Sebagai contoh adalah ayat berikut ini. Allah mengatakan bahwa Dia telah
menciptakan manusia (al Insaan) dari tanah liat kering yang berasal dari
lumpur hitam yang diberi bentuk. Ada kesan, seakan-akan Allah bercerita
tentang penciptaan manusia pertama -Adam- langsung dari tanah liat. Dan,
begitulah yang sering kita dengar dari orang di sekitar kita.
QS. Al Hijr (15): 26
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (insan) dari tanah liat
kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.
Akan tetapi kalau anda cermati, ayat di atas tidak bercerita tentang
penciptaan seorang manusia melainkan manusia secara kolektif. Yang
digunakan adalah kata 'al insaan'. Sayangnya - sekali lagi -dalam kitab
terjemahan seringkali diberi penjelasan dalam kurung - (Adam). Ini
menjebak pemahaman orang-orang yang hanya membaca dari terjemahan bahasa
Indonesianya. Seakan-akan ayat itu bercerita tentang penciptaan Adam,
sebagai manusia pertama.
Jika mau lebih jelas lagi dalam memahami ayat itu, bacalah ayat-ayat
berikutnya.
QS. Al Hijr (15): 28-30
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat:
"Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia (basyaran) dari tanah liat
kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.
Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan
ke dalamnya ruh-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.
Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama
Allah memberikan penjelasan lebih rinci bahwa yang diciptakan dari
'tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam' itu, adalah basyaran.
Yaitu manusia sebelum al insaan. Atau, nenek moyang al insaan, yang
memang sudah ada selama jutaan tahun sebelumnya.
Karena itu, ayat berikutnya memberikan penjelasan bahwa basyaran itu
masih perlu disempurnakan lagi oleh Allah, agar menjadi al insaan. 'Maka
bila telah Kusempurnakan kejadiannya, dan telah Kutiupkan Ruh-Ku ke
dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud'. Dan para
malaikat pun bersujud bersama-sama. Bukan kepada al basyar, melainkan
kepada al insaan.
Jadi, adalah keliru kalau kita menafsiri ayat tersebut sebagai proses
penciptaan Adam -manusia pertama- dari tanah liat. Itu adalah cerita
tentang penciptaan al basyar secara kolektif, yang 'ditumbuhkan' oleh
Allah dari tanah Bumi. Dan setelah disempurnakan kejadiannya - menjadi
al insaan - barulah malaikat diperintahkan bersujud kepada salah satu
dari al insaan itu, yaitu Adam.
Lantas, dari keturunan Adam inilah manusia modern berkembang biak.
Sedangkan manusia-manusia lain selain keturunan Adam mengalami
kepunahan. Maka manusia modern ini disebut sebagai 'bani Adam' alias
keturunan Adam.
Ayat berikut ini menjelaskan bahwa para nabi yang disebut di dalam Al
Qur'an itu adalah keturunan Adam. Sebagiannya lagi keturunan Nuh,
keturunan Ibrahim, dan Imran. Jalur manusia modern adalah jalur
keturunan Adam. Maka ia pun disebut sebagai bapaknya manusia.
QS. Maryam (19): 58
Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu
para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat
bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang
yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan
ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur
dengan bersujud dan menangis.
Perbedaan yang paling mendasar antara al basyar - manusia purba - dengan
al insaan -manusia modern - adalah pada kemampuan akalnya. Secara
fisikal, itu diwakili oleh kualitas dan kapasitas otaknya.
Malaikat yang semula 'ragu-ragu' untuk bersujud kepada Adam ternyata mau
bersujud kepadanya ketika Allah menunjukkan bahwa kemampuan akal Adam di
luar dugaan malaikat. Adam dengan mudahnya menguasai ilmu pengetahuan
alam yang diajarkan Allah kepadanya.
QS. Al Baqarah (2): 31-34
Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya,
kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman:
"Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang
yang benar!"
Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain
dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah
Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda
ini". Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu,
Allah berfirman: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya
Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu
lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?"
Dan berkatalah Kami kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam,"
maka sujudlah mereka, kecuali iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia
termasuk golongan orang-orang yang kafir.
________________________________
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo!
Search.
<http://us.rd.yahoo.com/evt=51734/*http:/tools.search.yahoo.com/newsearc
h/category.php?category=shopping>