Penempatan Karakter 
  
  
Manusia diciptakan dengan memiliki berbagai karakter atau sifat  dalam
diri, karakter inilah yang mempengaruhi segala aktivitas keseharian kita
baik itu yang bersifat positif maupun negatif (QS 91:8), Tidak ada satu
manusiapun dimuka bumi ini yang tercipta hanya dengan satu jenis karakter
misalnya hanya memiliki sifat positif saja atau negatif saja karena selalu
saja ada keseimbangan (balancing), permainan menempatkan karakterlah yang
menjadikan kita mulia atau terhina dimata manusia maupun dimata Allah.
Apakah pemunculan  karakter yang dikehendaki bisa dilakukan semau kita ?
seperti ketika terjadi kecelakaaan yang muncul adalah sifat marah dan sedih
lalu kita coba ganti dengan ketenangan dan bahagia, apakah bisa ? jika
tidak lalu kenapa ada nasehat "jangan sedih", "jangan marah", " jangan
menuruti hawa nafsu" dan seterusnya, apakah yang menasehati sudah bisa
terhindar dari kesedihan, kemarahan dan lainnya ? tidak, karena Allah lah
yang menganjurkan kita untuk saling menasehati walaupun kendali tetap ada
ditangan Allah (QS 8:17). 
  
  
Karakter atau sifat seseorang sangat di pengaruhi oleh lingkungan, sehingga
anjuran untuk selalu berkumpul atau bersahabat dengan orang sholeh adalah
salah satu kiat untuk menjaga pemunculan lonjakan sifat negatif. Apakah
lonjakan sifat negatif bisa diredam dengan berada pada lingkungan yang baik
? biasanya akan terjadi penurunan atau perubahan frekwensi gelombang
negatif seperti perubahan rasa marah dan benci berubah menjadi lebih halus
tergantikan menjadi rasa sombong, iri dengki, merasa paling sholeh, paling
mengikuti sunnah dan seterusnya, "Apakah kamu tidak memperhatikan orang
yang menganggap dirinya bersih, sebenarnya Allah lah yang membersihkan
siapa yang dikehendakiNya dan mereka tidak aniaya sedikitpun" (QS 4:49) dan
diteruskan dengan (QS 24:21). Artinya besar kecilnya dominasi sifat
posistif yang muncul tergantung dari seberapa sering kita mengingat Sang
Pemberi karakter atau sifat tadi (ihsan) dan bukan seberapa banyak ilmu
yang telah kita peroleh. 
  
Didalam Al Qur'an, karakater manusia bisa dilihat pada suratnya seperti Al
Mu'minun, Al ikhlas, Al Kafiruun, Al Munafiqun, Al Humazah, artinya segala
sifat tersebut secara fitrah memang melekat pada diri manusia sehingga
tidak salah jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam sering berdoa "
Wahai Tuhan (zat) yang  membolak balik hati, luruskan aku atas agamaku".
Jika yang memiliki Qalbu Salim seperti rasulullah masih merasa terguncang
hatinya oleh desakan hawa negatif apalagi kita yang masih suka menilai
karakter orang lain dari pada memperbaiki diri sendiri.  
  
Wassallam 
  
David 
  
----------------------------------------------------------------------------
 
Sekiranya berkenan memberikan masukan, silakan kunjungi 
http://vidyan-dariketiadaan.blogspot.com 
--------------------------------------------------------------------------

---------------------------------------------
Free POP3 Email from www.Gawab.com 
Sign up NOW and get your account @gawab.com!!

Kirim email ke