Sugesti dan Kesadaran 
  
Indonesia terkenal dengan ragam budaya yang mengakar dari warisan nenek
moyang. Setiap budaya sudah berbaur dengan berbagai agama dan menghasilkan
berbagai kebiasaan didalam masyarakat dan tidak jarang yang berakhir pada
kewajiban (sakral). Doktrin-doktrin yang beredar dimasyarakat berupa
sugesti menjadi cerita tersendiri yang secara tidak langsung membentuk pola
pikir mistis seperti dilarang memakai baju hijau di pantai selatan (nyi
roro kidul), atau membuang sial dengan mandi dilaut dan seterusnya,
walaupun sebagian besar pelaku adalah  beragama Islam tetapi sugesti ini
sulit untuk dihilangkan kecuali ada pihak yang bersedia menetralkan sugesti
ini dengan melakukan konfrontasi langsung (pembuktian) walaupun akan
berhadapan dengan masalah lain yaitu budaya tatakrama (etika). 
  
Kazuo Murakami dalam buku The Divine Messege of the DNA  terbitan mizan
2007, menerangkan bahwa ketika diadakan penelitian terhadap anak sekolah
dasar di jepang dimana mata anak-anak tersebut di tutup,  setelah itu di
oleskan cairan ke tangan mereka dengan mengatakan bahwa cairan yang baru
dioleskan adalah cairan kimia yang mengandung racun, maka seketika
anak-anak tersebut mendadak merasakan gatal pada pergelangan tangan mereka.
Sewaktu mata mereka di buka dan diterangkan bahwa cairan yang dioleskan
adalah air putih biasa maka terjadi penetralan kembali dan rasa gatal
tersebut mulai hilang, ini menandakan bahwa sugesti pada fikiran bisa
mempengaruhi kondisi tubuh.  
  
Apakah ketika seseorang yang sedang bermimpi dia sadar bahwa saat itu
sedang berada didalam mimpi ? tidak, kesadaran bahwa tadi berada di dalam
mimpi justru muncul setalah terbangun dari tidur, mungkin seperti itu pula
kesadaran bahwa kita pernah hidup justru muncul setelah kita meninggal
dunia. Membentuk kesadaran secara utuh sama susahnya dengan keluar dari
sebuah sugesti. Didalam dunia hypnoterapy keluar dari sebuah sugesti bisa
memerlukan bantuan orang lain atau membentuk sugesti baru yang bertolak
belakang dari sugesti lama, Seperti orang yang kecanduan merokok bisa
disugesti agar membenci rokok. Jika kesadaran susah untuk disatukan bisa
jadi sugesti di perlukan agar masuk pada kesadaran baru (bawah sadar).
"Beribadahlah kamu seperti engkau melihat Allah, jika tidak bisa maka
yakinlah bahwa Allah selalu melihatmu" kalimat ihsan ini jelas termasuk
sugesti karena Rasulullah mengerti bahwa banyak ummatnya tidak mampu
merengkuh kesadaran secara utuh, walaupun bagi sebgaian orang sugesti ini
juga tidak berarti apa-apa. 
  
Wassallam 
  
David 
  
----------------------------------------------------------------------------
 
Sekiranya berkenan memberikan masukan, silakan kunjungi 
http://vidyan-dariketiadaan.blogspot.com 
--------------------------------------------------------------------------

---------------------------------------------
Free POP3 Email from www.Gawab.com 
Sign up NOW and get your account @gawab.com!!

Kirim email ke