Assalamualaikum Sdr Sofyan!
Bagus tulisan anda, gaya yang bersahaja, agak santai tapi pokok serta topik 
agak berat..
Nukilan begini bisa menjana pengertian yang mendalam dan halus. Lalu jika yang 
ada 
ide yang polos, bisa tampung agar ngak ketirisan, capet atau jemu.

Lantas aku tertarik sama ayat yang kamu lontar, yakni sebahagian besar ayat 
AlQuran itu
adalah mutasyahbihah & sedikit yang muhkamah... maka jika mahu lebih aman baik 
dipan-
dang dari kacamata ulama tempo dulu (salafi).. itu yang paling aku setujui.. 
bukan apa-apa
melainkan mereka lebih mendalam kajiannya pada maksud yang banyak tersembunyi 
dari-
tafsiran yang engkar kepada maksud sesuatu ayat yang diwahyu atas insiden, 
sejarah dan
pengajaran yang perlu diteladani.

sekian dan salam dari...
daerah hulu kelang
ampang - selangor
darulehsan - Msia  
[EMAIL PROTECTED]



----- Original Message ----
From: David Sofyan <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, March 27, 2008 5:52:50 PM
Subject: [tqn] Bergerak Dari Ruang Yang Sempit

  
Bergerak Dari Ruang yang Sempit
 
 
Tidak ada satupun ummat Islam yang meragukan Al Quran walaupun memang ada 
sebagian yang hanya sampai pada tataran mengiyakan , dan jelaslah pula bahwa 
semua Islam ummat juga di wajibkan mempelajarinya tanpa terkecuali, sedangkan 
bagaimana cara mempelajarinya itu masalah lain lagi. Namun dari kesemuanya itu 
kita juga harus memaklumi bahwa daya tangkap setiap orang berbeda-beda, mungkin 
bagi saya hampir sebagian besar ayat-ayat Al Quran adalah mutasyahbihat dan 
sedikit yang muhkamat dan bagi yang cerdas mungkin lebih banyak yang muhkamat, 
tergantung dari sisi mana kita memandangnya atau jika mau lebih aman lebih baik 
memandang dari kaca mata ulama tempo dulu (salaf) 
 
Pada abad ke 21 sekarang ini, ilmu pengetahuan berkembang dengan sangat pesat 
dan terjadilah metodologi terbalik. Jika pada masa Rasulullah dan para sahabat 
, Al Qur'an menjadi dasar dari perkembangan ilmu pengetahuan (Button Up ), akan 
tetapi sekarang, hasil dari ilmu pengetahuan seperti dicocok-cocokan dengan 
ayat Al Qur'an (Up to Down). Kedua hal tersebut tetap mengungkapkan kebenaran 
Al Qur'an sebagai petunjuk hidup akan tetapi pencitraan nilai Qurani ilmu 
pengetahuan pada ummat islam seperti terkotakkan pada ruang yang sempit 
(ritual). Adnan Oktar yang lebih dikenal dengan nama Harun Yahya sering 
mengungkapkan keajaiban Al Qur'an yang telah berhasil diungkapkan para 
sarjana-sarjana barat tanpa mereka sadari, bahkan perkembangan ilmu pengetahuan 
semakin membuktikan keberadaan tuhan, salah satunya adalah Anthony Flew (filsuf 
atheis) yang terpukau dengan kerumitan biomolekuler yang ada pada DNA yang 
tidak mungkin muncul dengan sendirinya. Allah sendiri
 telah menantang manusia pada surat Ar Rahman ayat 33 untuk melintasi langit 
dengan memaksimalkan kemampuan fikiran. 
 
Nalar selalu mengajak kita bertanya pada sesuatu yang tampak didepan kita, dan 
kita jarang bertanya pada sesuatu yang tidak tampak walaupun sangat dekat 
dengan kita. seperti mengapa rambut terus memanjang sementara alis dan bulu 
mata tidak, hal ini yang menyebabkan para ilmuan jarang melemparkan kata 
"mengapa" tetapi lebih memfokuskan pada  bagaimana hal itu bisa terjadi. Tidak 
pernah ada satupun penemuan yang benar-benar murni muncul dari fikiran tanpa 
adanya penyebab dari  diri , alam dan lingkungan nya, begitupula Tafsiran Al 
Quran yang akan selalu berubah sesuai dengan perkembangan jaman dan dalam hal 
ini kita selalu mundur kebelakang,  artinya jarang kita temukan ahli tafsir 
yang berasal dari bidang sains, ekonomi  atau ilmu sosial, walaupun tidak 
mungkin tidak ada dan yang kita sering temukan adalah ahli tafsir yang 
benar-benar ahli menafsirkan karya orang lain (rujukan). 
 
Horison adalah jarak terjauh dari suatu pandangan yang ketika kita bergerak 
maka ufuk di ujung pendanganpun ikut bergerak, ketika kita melihat orang pada 
titik horison maka batas pandangan kita tidak akan melampaui orang tersebut dan 
ketika kita terus bergerak maju maka semakin tampaklah wujud orang tersebut dan 
batas pandanganpun semakin melampauinya dan semakin kita dekat dengan orang 
tersebut maka semakin jauh pula titik horison kita dari nya, artinya semakin 
kita menganggap sesuatu itu kecil bisa jadi sebenarnya ilmu pengetahuan kita 
yang belum sampai kesana dan kita tidak mungkin selalu diam pada ruang yang 
sempit karena kita akan sering menganggap sesuatu yang mungkin sangat berharga 
pada kondisi yang belum ada artinya.
 
Wassallam
 
David
http://vidyan- dariketiadaan. blogspot. com
____________ _________ _________ __
Free POP3 Email from www.gawab.com
Sign up NOW and get your account @gawab.com!!
 


      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

Kirim email ke