Subhanallah!! Sesungguhnya puji-pujian itu semua hanya kepada Mu YaAllah!!
Ya saudaraku Arri, aku amat kagum sekali atas pemanjangan kiriman kamu mengenai 
kisah disebalik ayat Al-Qamar di mana Bulan Pernah Terbelah kedalam portal 
kesayangan kita ini.. 

Saya rasa sekali keberkesanan kisah ini.. akan aku ceritakannya kepada cucu aku 
(kedua-duanya beribukan convert berbangsa tionghua, yang sulung Annissa umurnya 
5-thn. & yang kedua, Embran umurnya 3-tahun yang sedang membesar) agar mereka 
juga akan menceritakan kisah yang sama kepada anak-anak mereka apabila mereka 
dewasa dan agar mereka juga sampaikan kepada anak-anak mereka dan seterusnya 
kepada generasi mendatang insyaallah!!

Kalaulah Bulan Bisa Bicara... 
 
[EMAIL PROTECTED]



----- Original Message ----
From: Arri <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, April 3, 2008 10:47:00 AM
Subject: [tqn] BULAN Pernah TERBELAH




BUKTI ILMIAH TERBELAHNYA BULAN 

Kisah ini diceritakan oleh Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar (pakar Geologi Muslim) 
tentang pengalaman seorang pemimpin Al-Hizb al-Islamy Inggris yang masuk Islam 
karena takjub dengan kebenaran terbelahnya bulan.

Allah berfirman: 

"Sungguh telah dekat hari qiamat, dan bulan pun telah terbelah (Q.S. Al-Qamar: 
1)". 

Apakah kalian akan membenarkan kisah dari ayat Al-Quran ini yang menyebabkan 
masuk Islamnya pimpinan Hizb Islami Inggris? 

Di bawah ini adalah kisahnya: 

Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul 
Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah 
ayat dari surat al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah ? 

Maka, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut: Tentang ayat ini, 
saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa waktu lalu, saya 
mempresentasikan di Univ. Cardif, Inggris bagian barat, dan para peserta yang 
hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah 
satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari al-Quran. Salah 
seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, "Wahai Tuan, 
apakah menurut anda ayat yang berbunyi, "Telah dekat hari qiamat dan bulan pun 
telah terbelah", mengandung mukjizat secara ilmiah?" 

Maka saya menjawabnya: Tidak, sebab kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu 
pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan ilmu pengetahuan, sebab 
ia tidak bisa menjangkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka itu adalah 
mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad Saw. sebagai pembenaran atas 
kenabian dan kerasulannya, sebagaimana Nabi-nabi sebelumnya. 

Mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang 
yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan 
hadits-hadits Rasulullah, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak 
akan mengimani hal itu. Akan tetapi, hal itu memang benar termaktub di dalam 
al-Quran dan sunnah-sunnah Rasulullah Saw. 

Allah ta'alaa memang benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu. Maka, Prof. 
Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah 
itu adalah sebelum hijrah dari Makkah Mukarramah ke Madinah. Orang-orang 
musyrik berkata, "Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba 
tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan 
kerasulanmu (mengejek dan mengolok-olok) ?" 

Rasulullah bertanya, "Apa yang kalian inginkan ? Mereka menjawab: Coba belah 
bulan". Maka, Rasulullah pun berdiri dan terdiam, lalu berdoa kepada Allah agar 
menolongnya. Lalu, Allah memberitahu Muhammad agar mengarahkan telunjuknya ke 
bulan. Maka, Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan dan terbelahlah 
bulan itu dengan sebenar-benarnya. Maka, serta-merta orang-orang musyrik pun 
berujar, "Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!" Akan tetapi, para 
ahli mengatakan bahwa sihir memang benar bisa saja "menyihir" orang yang ada 
disampingnya, akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada di tempat 
itu. Maka, mereka pun menunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan. 
Lalu, orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Makkah menanti 
orang yang baru pulang dari perjalanan. 

Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Makkah, 
orang-orang musyrik pun bertanya, "Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh 
dengan bulan?" Mereka menjawab, "Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami 
melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing-masingnya kemudian 
bersatu kembali...". 

Akhirnya, sebagian mereka pun beriman sedangkan sebagian lainnya lagi tetap 
kafir (ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya: Sungguh, telah 
dekat hari qiamat dan telah terbelah bulan. Ketika melihat tanda-tanda 
kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, "Ini adalah 
sihir yang terus-menerus" , dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa 
nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap .... (sampai akhir 
surat Al-Qamar). 

Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar. Dan setelah 
selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdiri seorang 
muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata, "Aku Daud Musa 
Pitkhok, ketua Al-Hizb al-Islamy Inggris. 

Wahai tuan, bolehkah aku menambahkan? " Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab: 
Dipersilahkan dengan senang hati." Daud Musa Pitkhok berkata, "Aku pernah 
meneliti agama-agama (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa 
muslim menunjukiku sebuah terjemahan al-Quran yang mulia. Aku pun berterima 
kasih kepadanya dan membawa terjemah itu pulang ke rumah. Ketika aku 
membuka-buka terjemahan al-Quran itu di rumah, surat yang pertama aku buka 
ternyata al-Qamar. Dan aku pun membacanya: "Telah dekat hari qiamat dan bulan 
pun telah terbelah... ".

Aku pun bergumam: "Apakah kalimat ini masuk akal? Apakah mungkin bulan bisa 
terbelah kemudian bersatu kembali? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa 
melakukan hal itu? Maka, aku pun menghentikan pembacaan ayat-ayat selanjutnya 
dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, 
Allah Maha Tahu tentang tingkat keikhlasan hamba-Nya dalam pencarian kebenaran. 

suatu hari aku pun duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi 
di antara presenter seorang Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS. Ketiga 
pakar antariksa tersebut pun menceritakan tentang dana yang begitu besar dalam 
rangka melakukan perjalanan ke antariksa, padahal saat yang sama dunia sedang 
mengalami masalah kelaparan, kemiskinan, sakit dan perselisihan. Presenter pun 
berkata, " Andai dana itu digunakan untuk memakmurkan bumi, tentulah lebih 
banyak berguna". Ketiga pakar itu pun membela diri dengan proyek antariksanya 
dan berkata, "Proyek antariksa ini akan membawa dampak yang sangat positif pada 
banyak segmen kehidupan manusia, baik segi kedokteran, industri, dan pertanian. 
Jadi pendanaan tersebut bukanlah hal yang sia-sia, tetapi justru dalam rangka 
pengembangan kehidupan manusia. 

Dan, di antara diskusi tersebut adalah tentang turunnya astronot menjejakkan 
kakinya di bulan, di mana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah 
menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar. Mendengar hal itu, 
presenter terperangah kaget dan berkata, "Kebodohan macam apalagi ini, dana 
begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?"

Mereka pun menjawab, "Tidak, !!! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu 
pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di 
dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan 
itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan 
manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun. 

Maka presenter itu pun bertanya, "Hakikat apa yang kalian telah capai sehingga 
demikian mahal taruhannya? Mereka menjawab, "Ternyata bulan pernah mengalami 
pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali.!!! Presenter 
pun bertanya, "Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?" Mereka menjawab, 
"Kami mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah terpotong di 
permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Lalu, kami pun meminta para 
pakar geologi untuk menelitinya dan mereka mengatakan, "Hal ini tidak mungkin 
telah terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah kemudian bersatu 
kembali". 

Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, "Maka aku 
pun turun dari kursi dan berkata, "Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah 
terjadi pada diri Muhammad Saw. 1400-an tahun yang lalu. Allah benar-benar 
telah mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta 
dollar lebih, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin !!!! Maka, agama 
Islam ini tidak mungkin salah .....

Maka, aku pun berguman, "Maka, aku pun membuka kembali Mushhaf al-Quran dan aku 
baca surat Al-Qamar, dan ... saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam. 


Mahabenar Allah, yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana - Semoga bermanfaat


Billahit taufiq wal hidayah

Wassalamualaikum wr.wb












You rock. That's why Blockbuster' s offering you one month of Blockbuster Total 
Access, No Cost.
 


      
____________________________________________________________________________________
You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total 
Access, No Cost.  
http://tc.deals.yahoo.com/tc/blockbuster/text5.com

Kirim email ke