Assalamu'alaikum,

Ternyata jadi ramai juga ya. Saya juga ingin bagi pendapat dari sudut
pandang lain, yaitu adanya dosa yang tidak disadari/diketahui.
Salah satu contoh dosa yang tidak di sadari/diketahui oleh perokok
ketika sedang merokok, yaitu:
1. merebut/ merusak rizki orang lain yang telah Allah berikan, yaitu
kenikmatan untuk bernafas. Jika merokok dilakukan didalam kendaraan
umum yang pada penumpangnya, ada berapa banyak jumlah penumpang yang
tersiksa akan asap rokok yang dikeluarkan, belum lagi bisa merusak
janin dalam kandungan. Hitung berapa besar jumlah dosa yang sudah
dibuat. Kalau dosa terhadap Allah saja bisa di ma'afkan dengan membaca
Istighfar sepenuh hati, tapi jika berdosa kepada orang lain, tidak
akan dimaa'afkan jika belum minta ma'af terlebih dahulu kepada orang
tsb.

2. Saat Sholat ber-Jamaah, misalnya Sholat Jum'at, tidak sadar telah
menggangu kenyamanan/ ke khusyu' an orang lain dalam sholat nya karena
terhirup bau dari mulut orang yang baru saja merokok.

4. Sebagian besar ulama, menetapkan hukum merokok adalah Makruh,
sebagian lain mengharamkan. Makna harfiah dari Makruh adalah dibenci.
Maka bila senang melakukan hal yang makruh, sama saja senang di benci
Allah dan rasul, kalau sudah dibenci, tidak ada lagi yang berkah.

5. Ketahuilah, Allah itu suka kepada keindahan karena itu
diciptakanlah warna warni bunga, suka kepada sesuatu yang harum, maka
di ciptakanlah beraneka macam harum semerbak, demikian pula nabi suka
akan hal demikian. Apakah Allah dan Rosul menyukai orang yang berzikir
atau sholat tetapi dari mulutnya mengeluarkan bau tak sedap dari asap
rokok?.
Fa bi ayyi allaa irobikuma tukazdzdibaan? Maka nikmat Tuhan manakah
yang kamu dustai?

Ketahuilah, Surga itu tempat yang penuh dengan wangi-mewangian tidak
ada "asap", sedangkan "asap" itu hanya ada di Neraka yang membara.

Pro-kontrak, adalah sunnatullah. semua manusia yang "berakal" pasti
ingin selalu mendapatkan yang terbaik, itu juga sunnatullah. Maka
kembali kepada diri masing-masing. Pesan Allah "jagalah dirimu, dan
keluargamu dari siksa api neraka".

Kita tidak boleh memaksakan pendapat kita kepada orang lain untuk
menerima dan mau mengikutinya walaupun itu benar, karena hak-tugas
kita adalah menyampaikan (Qs:Al-Asry 1-3).

Setiap orang mendapat balasan sesuai amal perbuatan masing2.
Jangan sampai amal kebajikan/pahala kebaikan kita direbut orang lain,
karena telah menyakiti orang tersebut.

Semoga menjadi penuntun dan penyejuk hati.

Wassalamu'alaikum.

(Cinta Dia adalah harapanku, tapi cintakah Dia atas perbuatanku)

(Hadapkan wajah akan Engkau dalam setiap ibadahku, tapi kemana
wajah-Mu berpaling membalas juakah Engkau)

(Duhai Engkau tujuan akhir segala peribadatanku, celakalah aku jika
Engkau membenci)

Pada tanggal 21/04/08, Hudan Ibnul Iman <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
> Assalamu'alaikum,
>
> Ternyata jadi ramai juga ya. Saya juga ingin bagi pendapat dari sudut
> pandang lain, yaitu adanya dosa yang tidak disadari/diketahui.
> Salah satu contoh dosa yang tidak di sadari/diketahui oleh perokok
> ketika sedang merokok, yaitu:
> 1. merebut/ merusak rizki orang lain yang telah Allah berikan, yaitu
> kenikmatan untuk bernafas. Jika merokok dilakukan didalam kendaraan
> umum yang pada penumpangnya, ada berapa banyak jumlah penumpang yang
> tersiksa akan asap rokok yang dikeluarkan, belum lagi bisa merusak
> janin dalam kandungan. Hitung berapa besar jumlah dosa yang sudah
> dibuat. Kalau dosa terhadap Allah saja bisa di ma'afkan dengan membaca
> Istighfar sepenuh hati, tapi jika berdosa kepada orang lain, tidak
> akan dimaa'afkan jika belum minta ma'af terlebih dahulu kepada orang
> tsb.
>
> 2. Saat Sholat ber-Jamaah, misalnya Sholat Jum'at, tidak sadar telah
> menggangu kenyamanan/ ke khusyu' an orang lain dalam sholat nya karena
> terhirup bau dari mulut orang yang baru saja merokok.
>
> 4. Sebagian besar ulama, menetapkan hukum merokok adalah Makruh,
> sebagian lain mengharamkan. Makna harfiah dari Makruh adalah dibenci.
> Maka bila senang melakukan hal yang makruh, sama saja senang di benci
> Allah dan rasul, kalau sudah dibenci, tidak ada lagi yang berkah.
>
> 5. Ketahuilah, Allah itu suka kepada keindahan karena itu
> diciptakanlah warna warni bunga, suka kepada sesuatu yang harum, maka
> di ciptakanlah beraneka macam harum semerbak, demikian pula nabi suka
> akan hal demikian. Apakah Allah dan Rosul menyukai orang yang berzikir
> atau sholat tetapi dari mulutnya mengeluarkan bau tak sedap dari asap
> rokok?.
> Fa bi ayyi allaa irobikuma tukazdzdibaan? Maka nikmat Tuhan manakah
> yang kamu dustai?
>
> Ketahuilah, Surga itu tempat yang penuh dengan wangi-mewangian tidak
> ada "asap", sedangkan "asap" itu hanya ada di Neraka yang membara.
>
> Pro-kontrak, adalah sunnatullah. semua manusia yang "berakal" pasti
> ingin selalu mendapatkan yang terbaik, itu juga sunnatullah. Maka
> kembali kepada diri masing-masing. Pesan Allah "jagalah dirimu, dan
> keluargamu dari siksa api neraka".
>
> Kita tidak boleh memaksakan pendapat kita kepada orang lain untuk
> menerima dan mau mengikutinya walaupun itu benar, karena hak-tugas
> kita adalah menyampaikan (Qs:Al-Asry 1-3).
>
> Setiap orang mendapat balasan sesuai amal perbuatan masing2.
> Jangan sampai amal kebajikan/pahala kebaikan kita direbut orang lain,
> karena telah menyakiti orang tersebut.
>
> Semoga menjadi penuntun dan penyejuk hati.
>
> Wassalamu'alaikum.
>
> (Cinta Dia adalah harapanku, tapi cintakah Dia atas perbuatanku)
>
> (Hadapkan wajah akan Engkau dalam setiap ibadahku, tapi kemana
> wajah-Mu berpaling membalas juakah Engkau)
>
> (Duhai Engkau tujuan akhir segala peribadatanku, celakalah aku jika
> Engkau membenci)
>
> 2008/4/21, Himawan Muhammad <[EMAIL PROTECTED]>:
> > http://sinsigaret.wordpress.com/
> >
> >
> > --
> > Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh.
> >
> > Himawan Muhammad
> >
>

Kirim email ke