" Be a Specific"

Seorang teman pernah berkeluh kesah dengan guru ngajinya mengenai perekonomian 
keluarga yang tidak pernah meningkat, tanya jawabpun berlangsung sampai pada 
suatu pertanyaan yang membuat saya ingat sampai sekarang yaitu  " apa isi dari 
doa mu " tanya sang ustadz , sambil malu-malu teman saya menjawab " Ya Allah 
berilah hamba rezki yang halal " , "hanya itu ?" tanya sang ustadz " ngga sih 
cuma kurang lebih seperti itulah, stadz " sahut teman. Sang Ustadz hanya 
tersenyum " ya berarti gak ada yang salah dan doa mu juga sudah terkabul kan ?" 
, " loh kok gitu stadz ?" tanya teman penasaran " ya rezki itukan banyak 
macamnya, kamu masih bisa makan, itu rezki, bisa melihat juga rezki yang belum 
tentu semua orang bisa, bisa berjalan juga rezki, kesehatan juga rezki " terang 
sang ustadz " tapikan bukan itu yang saya maksud stadz " jawab teman karena 
merasa dialihkan kemana-mana "loh jika yang kamu maksud bukan itu terus yang 
kamu maksud sudah di kasih tau belum sama Allah" si ustadz berkelit " Allah kan 
maha tahu isi hati manusia stadz", " kalo gitu untuk apa kamu berdoa ?" teman 
hanya terdiam, kemudian sang ustadz melanjutkan " berkeluh kesah adalah sifat 
manusia, dan Allah ingin tidak ada tempat mengadu selain diriNya oleh sebab itu 
memintalah lebih spesifik , jelaskan sedetail-detail nya seperti seorang anak 
yang mengadu kepada ibunya, jika kamu tau apa yakan diminta maka kamu akan tau 
apa yang akan didapatkan"

Redaksi suatu kata memang bisa sangat berpengaruh , ada suatu anekdot yang 
bersifat agak sarkastik tapi lumayan buat jadi gambaran pentingnya suatu 
redaksi kata. 

suatu ketika ada seorang bapak tua  yang datang ke dokter karena mengeluhkan 
penyakit di tubuhnya dan setibanya di rumah sakit sang dokter bertanya " sakit 
apa pak ?" , " loh bapak kan dokter semestinya saya yang bertanya saya sakit 
apa, kalo saya tau,  saya gak akan kedokter tapi ke apotik"

Setiap orang menginginkan kejelasan namun tidak setiap orang bisa memberikan 
penjelasan yang  terperinci walaupun itu mengenai apa yang diinginkannya, 
karena keterbukaan juga memerlukan sebuah pengertian. Seperti penerapan adab 
orang tua kepada anaknya yang jika tidak di jaga maka adab itu justru menjadi 
sekat pemisah yang membuat si anak tidak terbuka kepada orang tuanya. Hal 
serupa juga bisa terjadi antara hamba dan Penciptanya dimana komunikasi yang 
terjadi seperti dibatasi oleh prasangka sang hamba sendiri yang termakan 
pakem-pakem bahasa tekstual sehingga keinginan nuraninya terabaikan.

Oleh sebab itu jadilah " be a specific" baik itu dalam rencana, keinginan dan 
pemberian informasi kepada orang lain, sehingga terjadi komunikasi yang lebih 
terarah baik secara vertikal maupun horisontal

salam


David

Kirim email ke