Bagaimana memastikan hari ini lebih baik Dari Kemaren

Banyak sudah kita menerima masukan berupa nasehat-nasehat, motivasi-motivasi 
yang mengajak kita menjadi lebih baik secara sikap maupun perbuatan, bahkan 
semboyan dari Rasulullah bahwa hari ini harus lebih baik dari kemaren sudah 
melekat di kepala kita. Jika kita tanya lagi pada diri kita apakah memang kita 
lebih baik dari kemaren, mungkin tidak semua orang mengiyakan, bahkan masih ada 
yang berharap kenangan indah dimasa lalu terulang kembali.

Hidup penuh dengan pilihan, bisa saja kita mengambil berberapa pilihan 
sekaligus tapi tidak mungkin melaksanakan atau menerapkannya sekaligus. 
Konsentrasi kita pada suatu masalah membuat kita melupakan masalah lainnya, 
bahkan semakin kita mempelajari lebih dalam suatu masalah maka ada masalah lain 
yang semakin tertinggal, sebagai contoh seorang profesor di bidang matematika 
bisa jadi memiliki ilmu bahasa arab setingkat madrasah bahkan lebih rendah, 
bukan karena tidak bisa tetapi dia tidak pernah memfokuskan pada masalah 
tersebut , artinya ketidak seimbangan dalam skala mikro berarti suatu  
keseimbangan dalam skala makro karena tidak ada orang yang  ahli dalam segala 
hal dan disisi lain  tidak ada juga ada orang yang bodoh dalam segala hal.

Tidak ada seorangpun (selain Rasulullah)  yang bisa terhindar dari dosa dan 
kesalahan walaupun memiliki ilmu agama yang sangat tinggi, karena berbuat salah 
adalah fitrah manusia dan disandingkan dengan sifat Allah yang maha pengampun. 
bahkan rasulullah berkata jika ada ummat yang tidak ada yang berbuat dosa maka 
Allah akan ganti mereka dengan ummat baru yang ketika mereka berbuat dosa Allah 
akan ampunkan mereka. "Seseorang yang karena takut kemudian menutup semua pintu 
kesalahan maka secara tidak langsung juga menutup pintu yang sama terhadap 
kebenaran" kata Rabindranath Tagore (sastrawan).

Jika kita kembali kepada semboyan semula bahwa hari ini lebih baik dari kemaren 
maka kita harus menjawab "ya" karena kita tidak dituntut untuk baik dalam 
segala hal dari hari kemaren tetapi paling tidak ada beberapa hal berubah lebih 
baik yang mungkin kecil dan hanya diri kita dan Allah yang tahu. Kita tidak 
membutuhkan ramalan-ramalan tentatng apa yang akan kita lakukan demi mengurangi 
kesalahan, " keberhasilan yang diperolah secara tidak masuk akal akan lebih 
berbahaya dari pada kesalahan yang di perolah karena berfikir" kata henry 
huxley (ahli biologi inggris)

Salam

David








Kirim email ke