Source: 
http://www.qalbu.net/content.php?subaction=showfull&id=1233042941&archive=&start_from=&ucat=1

Dalam QS. Al Baqarah ayat 30 - 33 dijelaskan bagaimana para malaikat bersujud 
kepada nabi Adam as, dikarenakan kelebihan yang diberikan Allah kepada manusia 
yaitu berupa ilmu pengetahuan (knowledge).

Mengapa Allah memberikan ilmu pengetahuan kepada manusia, karena memang Allah 
ingin menjadikan manusia sebagai khalifah (wakil) Allah di Bumi dan memimpin 
disana. Dan inilah kekuatan pertama yang Allah anugerahkan untuk manusia.

Selanjutnya di ayat 35 Allah berfirman, "Hai Adam, tinggalah kamu dan isterimu 
di jannah (kebun) serta makanlah makan-makanannya yang banyak lagi baikdimana 
saja yang kamu sukai dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, yang 
menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim."

Menurut beberapa ulama di ayat inilah kekuatan dasyat kedua terbesar manusia 
yang dianugerahkan oleh Allah, yaitu kebebasan memilih (free will), bahkan 
kebebasan untuk membangkang Allah sekalipun.

Akan tetapi kebebasan yang diberikan bukannya tanpa batas, ada 
batasan-batasannya yang apabila dilanggar maka akan membahayakan bagi diri 
manusia itu sendiri seperti yang tercantum dalam ayat di atas. Dan tergambar di 
QS. Al-A'raaf ayat 20 - 22 dimana nabi Adam dan isterinya tergoda untuk 
mendekati pohon keabadian dan kekuasaan sehingga terungkaplah aurat (hal-hal 
yang memalukan) dari diri mereka masing-masing dan ini lebih disebabkan karena 
manusia terlalu memperturutkan syahwat yang ada. Untuk itulah Allah memberikan 
rambu-rambu (wahyu / petunjuk) kepada manusia melalui para nabi dan rasul, 
serta diciptakannya surga dan neraka sebagai konsekwensi pilihan yang diambil 
oleh manusia.

Untuk apa Allah menganugerahkan kedua kekuatan besar tersebut? Tidak lain 
keduanya untuk dipergunakan manusia dalam memimpin kehidupan di bumi sebagai 
wakil Allah dan menyelesaikan segala permasalahan yang terjadi nantinya, karena 
dari 2 kekuatan inilah yang apabila dipadukan dengan komposisi yang pas maka 
akan melahirkan kreativitas dalam diri manusia.

Tanpa keduanya atau hanya satu saja yang ada maka tidak akan ada kreativitas. 
Karena bagaimana mungkin manusia dapat berkreativitas apabila tidak memiliki 
ilmu atau kebebasan berkehendak? Keduanya mutlak perlu dan jangan diabaikan 
satu sama lain.

Karena apabila kita mengabaikan salah satunya maka yang terjadi adalah 
kekacauan. Sebagai contoh para pengendara motor yang melawan arus, disini ada 
kebebasan tapi tanpa diimbangi ilmu. Ada juga contoh kejadian di Order Baru 
dimana banyak sarjana-sarjana Indonesia yang selalu diawasi apabila ingin 
melakukan eksperimen-eksperimen, disini ada ilmu tapi tidak ada kebebasan.

Maka berhati-hatilah dalam mengemban anugerah yang besar ini, karena bisa jadi 
keduanya membawa manfaat yang besar untuk kehidupan atau justru akan 
menghancurkannya, tergantung dari apa yang kita pilih untuk dijalani.

Source: 
http://www.qalbu.net/content.php?subaction=showfull&id=1233042941&archive=&start_from=&ucat=1

Kirim email ke