Salam kenal.

Semoga kita mendapatkan rahmat-Nya untuk melihat segala sesuatu dalam
ketetapan Nya. Amin

 

Wassalam,

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of is
fattah
Sent: Thursday, October 29, 2009 2:20 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [tqn] Melihat Bencana Dengan Kacamata Siapa ?

 

  

salam,...

Selama kita melihat fenomena yg terjadi bukan dari sisiNya, maka akan selau
terjadi distorsi...
Krn bisa jadi bencana itu adalah sesungguhnya rahmatNya, atau sebaliknya.
Pemahaman ini memang sangat sulit d pahami kecuali oleh sebagian dari
hamaba2Nya yg saleh dan dibukakan bagi mereka ilmuNya, sehingga bisa
menterjemahkan kejadian2 menurut ketentuan dari sisi Allah.
Bukankah ada hadist yg mengatakan bahwa mereka2 yg wafat dalam musibah
termasuk golongan yang beruntung? (dari sisi Allah), tetapi kalau mlihat
dari sisi manusia tidak lah demikian.
Krn itu kalau kita melihat perjalanan para  Nabi dan Rasul, sangat sulit di
pahami bahkan oleh pengikut2 Mereka.
Lihatlah bagaimana Nabi Luth  AS, Nuh AS, Saleh AS, dimana umatnya mengalami
kebinasaan dan sudah masuk dalam kategori 'azab', bukan lagi rahmat/cobaan
dari Allah.
Bukankah sakit adalah proses mensucikan jasad ?
itulah gambaran yg mudah dimengerti melihat dari kejadian sehari yg eksis.

Adapun peran manusia dalam kapasitas menggunakan akal dg sebaik2nya dalam
hal bersahabat dg alam dan membaca tanda2Nya.

Perihal kaum yang kafir, bahwa mereka telah dijanjikan neraka oleh Allah,
dan mereka memang di berikan kebahagiaan (nafsu) sesaat dimuka bumi.

Firman Allah An-Naml ayat 3 :"orang-orang yang mendirikan sembahyang dan
menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat"
Al Qashas ayat 83: "Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang
tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan
kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa."

Dan Rasulullah pun bersabda, ktika salah satu sahabat menanyakan betapa
berat perjuangan didunia, bahwa negeri yang dijanjikan Allah adalah negeri
akhirat, yang kekal abadi. Negeri dimana mereka2 para syuhada menyongsong
kematian dalam ridhoya. Negeri dimana melihat kematian yang 'disaksikan
Allah' (syahid) sebagai sesuatu tujuan hidup didunia. 
Al Baqarah ayat 200: "..........Maka di antara manusia ada orang yang
berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia", dan tiadalah
baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat."

Maka selama pandangan manusia tidak berserasi dg Allah, dan mengikuti
nafsunya, maka tidak akan memahami kejadian2 yg terjadi dalam arti sebagai
"tanda2 kebesaran Allah".

Wassalam



2009/10/22 David Sofyan <[email protected]>

  

Melihat Bencana Dengan Kacamata Siapa ?

 


" Ustadz , prediksinya nanti mau terjadi gempa lagi, kira-kira siapa lagi
yang terkena azabNya, terus ayat mana lagi yang hendak di cocok-cocokan
dengan kejadian gempa " kata Subur kepada Ustadz Abbas dengan antusias
karena berita mengenai gempa memang sedang hangat di bicarakan selain berita
mengenai pembentukan kabinet presiden. " Jika sudah bisa di prediksi bukan
azab lagi namanya tetapi keteledoran manusia, Ketika kita sudah tahu daerah
itu sering terkena banjir tetapi kita tetap mendirikan rumah disana dan
sewaktu kita kebanjiran lalu kita mengatakan ini azab Allah maka hal itu
adalah benar tetapi yang diazab adalah kebodohan kita dalam menantang sinyal
yang telah di berikan lewat ilmu pengetahuan" kata Ustad Abbas dalam sebuah
pengajian

 

Sinyal masalah gempa dan daerah yang di perkirakan akan terkena bencana alam
ini telah dilakukan beberapa tahun lalu oleh badan geologi, hanya saja
kepastian kapan terjadi hanya Allah yang mengetahui. Jika sebuah informasi
telah di terima lalu kira-kira tindakan apa yang mesti dilakukan kita
sebagai masyarakat atau pemerintah sebagai penyelenggara negara ? Pada
kenyataannya kita sebagai masyarakat tidak pernah mau mengeluarkan biaya
untuk sesuatu yang belum pasti terjadi walaupun peringatan telah di berikan
seperti pindah lokasi atau memperkuat pondasi rumah. Lalu mengapa ketika
bencana terjadi kita masih bertanya "mengapa" ? 

 

" Ustadz , apakah benar bencana diakibatkan oleh dosa-dosa manusia, karena
logikanya negara Israel atau Amerika Serikat yang lebih banyak dosanya tidak
terkena kok malah tempat-tempat yang terlihat Islami seperti serambi mekah
Aceh, atau Padang yang mayoritas penduduknya muslim yang terkena gempa "
tanya Farid, seorang anak muda yang sering menjadi imam di masjid karena
suaranya yang bagus. 

 

" Bencana adalah musibah dan musibah tidak melulu disandang para pendosa
tetapi bisa di kenakan kepada siapa saja yang Allah mau  seperti kata Allah
dalam surah Al Baqarah ayat 155-156 "Dan sungguh akan Kami berikan cobaan
kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan
buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna
lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun". Itulah yang disebut musibah sebagai
ujian namun disisi lain bencana juga bisa sebagai peringatan agar yang
tekena musibah kembali kejalan Allah dan segera meminta ampun kepadaNya
seperti kata Allah lewat surah Al A'raaf ayat 168  "Dan Kami bagi-bagi
mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang
yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka
dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka
kembali (kepada kebenaran)." kata Ustadz Abbas sambil menarik nafas. Usianya
yang sudah kepala tujuh membuat bicaranya terdengar pelan.

 

Terlalu sering kita membanding-banding kan sesuatu yang kasat mata terlihat
tanpa meneliti lebih jauh lagi, kita mungkin belum sadar  bahwa disetiap
negara yang kita anggap kafir pasti ada umat muslim yang bermukim disana
yang keterpojokan mereka bisa jadi membuat doa mereka lebih mustajabah di
banding negara yang mayoritas muslim tapi sering lupa kepada Tuhannya.
Seperti teriakan anak-anak palestina ditanah yang di jajah oleh Israel atau
himpitan warga muslim kulit hitam di Amerika Serikat, atau penindasan
minoritas muslim di Cina dan Thailand. Bukankah doa-doa orang yang teraniaya
lebih di ijabah oleh Allah. Bagaimana mungkin Allah menimpakan bencana alam,
sementara bencana yang lebih besar seperti bencana Aqidah telah mendera
mereka terlebih dahulu.

 

Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin
Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi
petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.  ( At
Thaagabun ayat 11)

 


Di alam semesta ada sunnatullah yang menempel kepada  taqdir Allah. Jika
kita menyakiti seseorang maka kita pasti akan disakiti oleh orang lain itu
adalah sunnatullah sedangkan kapan kita akan disakiti adalah masalah taqdir
Allah. Jika kita tidak menjaga kelestarian alam sekitar kita maka alam akan
berbalik menyerang kita dan itu adalah sunnatullah, sedangkan kapan alam
akan memuntahkan "amarahnya" adalah masalah taqdir Allah. Sebaliknya jika
kita berbuat baik maka kitapun akan mendapatkan kebaikan ( hal jaza'ul
ikhsani illal ikhsan (QS 55:60) itu adalah sunnatullah kapan kita akan
memperoleh kebaikan ? itu adalah masalah taqdir Allah. Semua itu bukan
tentang apakah kita bisa mengubah taqdir Allah atau tidak, tetapi lebih pada
masalah apakah kita bisa memahami sunnatullah atau tidak

 


Salam

 

David Sofyan

 





__________ Information from ESET NOD32 Antivirus, version of virus signature
database 4553 (20091028) __________

The message was checked by ESET NOD32 Antivirus.

http://www.eset.com



-- 
Bima Hermastho <[email protected]>

Kirim email ke