-----Original Message-----
From: Fathoni Usman <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 20 Nopember 1998 17:11
Subject: [riska-forum] seruan jihad
>-From: KAMMI
>To: kammi
>Subject: {KAMMI} Selebaran dari msj. Al Azhar
>Date: Wednesday 18 November 1998 23:00
>
>Ass.wr.wb
>
>Saudara-saudaraku sekalian, silahkan baca selebaran yang ana dapatkan
>dari masjid Al Azhar dalam acara Forum Ukhuwah Islam yang dihadiri oleh
>Amien Rais, Ali Yafie dll, hari Senin, 16 Nov 98.
>Tolong dibaca ya.....jangan didelete.......
>
>Afwan wa syukron katsiir
>
>Wassalam
>Fia
>
>Nb: masih ada satu lagi yang belum sempat kukirimkan.
>
>
> SERUAN JIHAD !!!
> KOMITE UMAT ISLAM PEMBELA KONSTITUSI
>
> WASPADAI
> KELOMPOK MINORITAS EKSTRIM
> (FORKOT/FAMRED/FORBES/KOMRAD DAN BARISAN NASIONAL)
>
>
>Assalamu'alaikum wr.wb
>
>Pada hari Jum'at, 13 November 1998 telah terjadi insiden yang
>menyebabkan jatuhnya korban baik dari pihak mahasiswa
>Forkot/Famred/Forbes/Komrad, aparat militer dan anggota PAM SWAKARSA.
>Setidaknya telah jatuh 5 korban jiwa di kalangan mahasiswa, 4 korban jiwa di kalangan PAM SWAKARSA dan seorang pelajar. Selain itu, ratusan orang menderita luka ringan maupun berat.
>
>Apa yang sesungguhnya terjadi ? Sejak bulan Oktober 1998, BARISAN
>NASIONAL, sebuah organisasi yang didirikan kalangan sekuler abangan dan
>islamophobia, telah menyatakan bahwa Habibie harus turun dan segera
>bentuk pemerintahan transisi yang disebut KOMITE RAKYAT INDONESIA (KRI)
>atau presidium yang terdiri dari segelintir orang. Kemal Idris, Sarwono
>Kusumaatmadja, Siswono Yudohusodo, Usep Ranawijaya, Sri Edi Swasono,
>Sukmawati Sukarnoputri, Roch Basuki, Permadi, Haryadi Darmawan, Arifin
>Panigoro, Rahmat Witoelar, Ratna Sarumpaet, Sandyawan adalah beberapa
>orang yang duduk di BARISAN NASIONAL itu. Mereka mengancam jika
>pemerintahan Habibie tidak turun, maka mereka akan mengerahkan massa
>untuk menduduki Gedung DPR/MPR seperti yang dilakukan pada 18-22 Mei
>1998. Tokoh-tokoh yang mereka inginkan duduk dalam KOMITE RAKYAT
>INDONESIA antara lain : Kemal Idris, Megawati Sukarnoputri, Sukmawati
>Sukarnoputri, Permadi, Ali Sadikin, Ratna Sarumpaet, Sarwono
>Kusumaatmaja, Siswono Yudohusodo, Rahmat Witoelar dan lain-lain.
>
>Sejak awal meraka ini bersikap menolak Sidang Istimewa karena
>hasil-hasilnya, terutama menyangkut Pemilu bakal merugikan kelompok
>mereka. Orang-orang BARISAN NASIONAL dan lembaga-lembaga milik kalangan
>sekuler abangan yang dibelakangnya juga didukung mantan Pangab Katolik
>Leonardus Benny Moerdani dan sebuah lembaga tangki pemikiran Katolik
>CSIS (Center for Strategic and International Studies), tidak ingin
>Habibie, yang ketua Umum ICMI dan dekat dengan kalangan Islam itu, tetap
>bertahan. Karena itu, melalui rapat-rapat panjang mereka sejak kejatuhan
>Soeharto, mereka memutuskan harus menggulingkan pemerintahan Habibie
>pada Sidang Istimewa.
>
>Dalam rapat tanggal 5 November 1998 di Rumah Makan Bintang, Jalan Ampera
>
>Raya, berkumpullah tokoh-tokoh yang berniat melakukan makar dan
>pengulingan kekuasaan terhadap pemerintahan yang sah. Rapat itu
>dilakukan atas inisiatif kelompok RSJ (Revolusi Sekarang Juga) yang
>ditandatangani Roch Basuki, seorang pendukung PDI Perjuangan dengan
>mengundang 18 wakil organisasi yaitu Aldian (FORKOT), Safik (FAMRED),
>Sarbini (FKSM), Indah (KOMRAD), Lexy Lumentut (NEGARA INDONESIA TIMUR),
>Umam (GMNU), Rozy Munir (GKPB), Usep Ranuwiharja (WIRAGAMA/PNI), Kun
>Sukarno (GIB), Ratna Sarumpaet (SIAGA), Haryadi Darmawan (GRN), Benny
>Fatah (PBN), Suparlan (PDI), Baskara (GMNI), Syaiful Sulun (BARISAN
>NASIONAL), dan Theo Syafei (BARISAN NASIONAL/PDI MEGA/TOKOH KATOLIK).
>Dalam pertemuan itu, mereka membuat TOR PENYUSUNAN INFRASTRUKTUR
>REVOLUSI untuk melakukan REVOLUSI RAKYAT dalam merebut kedaulatan
>negara. Karenanya, harus diciptakan suasana revolusioner yang dengan
>sigap harus ditangkap infrastruktur revolusi yang solid. Bentuk pertama
>adalah KOMITE RAKYAT INDONESIA (KRI). Karena itu harus ditentukan apa
>yang dimaksud dengan "musuh bersama" dan "kawan revolusioner". Pada
>tanggal 12 Novewmber, berdasarkan dokumen ini, harus dilakukan
>demonstrasi besar-besaran dipusatkan di Jakarta untuk menduduki Gedung
>DPR/MPR, sedangkan di daerah-daerah merebut sarana vital. Aksi ini harus
>dipelopori oleh komponen FORKOT, FAMRED, FORBES, KOMRAD dan semua unsur
>yang ikut rapat.
>
>Bagaimana sikap umat Islam ? Sikap umat Islam seperti tertuang dalam
>hasil-hasil Kongres Umat Islam di Asrama Haji, Pondok Gede 2-7 November
>1998 dan tercermin dalam Apel Siaga Umat Islam di Stadion Utama Senayan
>Jakarta, 5 November 1998, menyatakan mendukung Sidang Istimewa.
>Pertimbangannya SI ini akan membawa bangsa Indonesia menuju sistem yang
>demokratis yang dicita-citakan rakyat banyak terutama dengan adanya
>Pemilihan Umum bulan Mei 1999. Bagi Umat Islam, proses konstitusional
>harus dijalankan dalam setiap tahap reformasi dan menolak cara-cara
>anarkis serta memaksakan kehendak seperti yang diperlihatkan mahasiswa
>yang tergabung dalam FORKOT (FORUM KOTA/FORUM KOMUNIS TOTAL), FAMRED
>(FORUM AKSI MAHASISWA UNTUK REFORMASI DAN DEMOKRASI), KOMRAD (KOMITE
>MAHASISWA RADIKAL) dan
>FORBES (FORUM BERSAMA).
>
>FORKOT/FAMRED/FORBES/KOMRAD adalah kelompok mahasiswa yang terdiri
>dari kalangan mahasiswa minoritas Katolik/Kristen berbasis di
>Universitas Katolik Atmajaya (UNIKA ATMAJAYA)dan Universitas Kristen
>Indonesia (UKI). Sebagian lagi berlatarbelakang SOSIALIS KOMUNIS,
>walaupun secara formal bisa saja
>
>beragama Islam. Jadi mereka yang berunjuk rasa pada hari Kamis di Tugu
>Proklamasi dan hari Jum'at di Semanggi dengan cara brutal dan anarkis
>bukanlah gambaran suara mahasiswa umumnya, mereka hanya sekelompok
>mahasiswa saja. Sebagian besar mahasiswa Indonesia, seperti Mahasiswa
>Universitas Indonesia, IPB, ITB, UGM, IKIP Jakarta, UNDIP, UNAIR dll
>umumnya menyetujui SI dengan berbagai catatan dan kritik. Mereka yang
>terakhir itulah mahasiswa Indonesia yang murni. Sedangkan
>FORKOT/FAMRED/FORBES/KOMRAD adalah tunggangan dari kelompok elit politik
>BARISAN NASIONAL, CSIS, LB MOERDANI dan barisan sakit hati yang anti
>Islam, sekuler dan abangan. Kita tahu dana mereka besar, baik dari luar
>negri maupun dalam negri.Amerika Serikat ikut mendanai mereka.
>Pengusaha-pengusaha dalam negri spt Arifin Panigoro, Sofyan Wanandi,dan
>Siswono, juga memberikan dana yang tidak terbatas.
>
>Kalangan minoritas ekstrim ini juga didukung oleh media massa milik
>mereka yang secara gencar menyiarkan dan mengeksploitasi segala berita
>yang menguntungkan mereka. Media massa mereka, spt KOMPAS, SUARA
>PEMBARUAN,MEDIA INDONESIA, MERDEKA, JAKARTA POST, RCTI, SCTV,
>RADIO SONORA, RADIO TRIJAYA, dan masih banyak lagi, secara
>terang-terangan telah berhasil menciptakan opini bahwa kalangan
>mahasiswa FORKOT/FORBES/FAMRED/KOMRAD teraniaya. Mereka juga berhasil
>menciptakan opini bahwa pendukung SI telah melakukan tindakan-tindakan
>makar, brutal, dan anarkis. Mahasiswa FORKOT, bernama Anas Alamudi, yang
>dikenal sangat kekiri-kirian dengan sengaja dan brutal menabrakan VW
>Safari berwarna merah miliknya ke lapisan barikade aparat sehingga
>menimbulkan korban di kalangan aparat dan maupun wartawan. Namun media
>massa milik kalangan minoritas justru memutar balikkan fakta sehingga
>seolah-olah mahasiswa FORKOT itu yang menjadi korban.
>
>Dalam insiden di Semanggi hari Jumat malam, mahasiswa FORKOT /FAMRED/
>FORBES/KOMRAD yang berbasis di Unika Atmajaya melakukan provokasi dengan
>melakukan lemparan batu-batu besar dan bom molotov. Ratusan bom molotov
>telah mereka siapkan di Atmajaya, begitu pula dengan senjata tajam,
>golok, dan batu-batu. Tetapi, lagi-lagi media massa milik kalangan
>minoritas ekstrim itu berhasil mengekspose hanya senjata PAM SWAKARSA
>berupa bambu, padahal hanya beberapa saja bambu yang diruncingkan.
>Itupun tidak pernah digunakan. SCTV, RCTI, Radio Trijaya dan Sonora
>terutama yang paling gencar menyiarkan kebohongan-kebohongan ini.
>
>Bahkan Media Massa ini sama sekali tidak mau menyiarkan berita korban
>dari pihak pendukung SI. Tiga orang yang ikut mendukung SI MPR, telah
>dibantai oleh massa FORKOT dan massa brutal lain di sekitar jembatan
>Cawang pada hari Jumat.
>Ketiga orang itu tewas dengan mengenaskan. Mata mereka ditusuk dengan
>benda runcing, muka mereka lebam dan bersimbah darah, mulut mereka
>hancur dipukul batu dan diinjak-injak. Semua identitas mereka
>dihancurkan. Dompet dan uangpun juga dirampas. Ketiga orang itu
>diperlakukan sebagai binatang.
>
>Korban dari PAM SWAKARSA juga jatuh di dekat Hotel Le Meridien. Seorang
>santri dari pesantren At Taqwa bernama Faisal, 19 tahun, dipukul secara
>brutal oleh mahasiswa FORKOT dan massa liar di Sudirman hingga mukanya
>hancur, badannya hancur. Ia tidak bisa teriak meminta tolong apalagi
>seorangpemuda beringas melompat-lompat di atas tubuhnya. Peristiwa ini
>terekam berita TPI pukul 17.00. Akhirnya Faisal, santri yang santun dan
>pendiam itu, syahid di bawah kekejaman tangan-tangan biadab mahasiswa
>FORKOT dan massa liar di sekitar Semanggi.
>
>Siapakah Anggota "PAM SWAKARSA" ? Sebenarnya istilah PAM SWAKARSA
>bukanlah istilah yang datang dari orang-orang yang kemudian bergabung
>dalam barisan pendukung SI. PAM SWAKARSA itu nama yang diberikan oleh
>POLDA. Tidak semua pendukung SI dikategorikan PAM SWAKARSA, sehingga
>istilah ini sangat merugikan karena seolah-olah PAM SWAKARSA itu
>bentukan ABRI. Tapi karena gencarnya opini yang dibentuk oleh media
>massa mereka, maka jadilah PAM SWAKARSA identik dengan siapa saja yang
>mendukung SI. Para pendukung SI yang mereka sebut "PAM SWAKARSA" itu
>sebenarnya adalah
>
>pemuda-pemuda, ulama-ulama, dan santri - santri dari berbagai pesantren
>se-Jabotabek dan anggota organisasi massa Islam secara perorangan,
>Pelajar Islam Indonesia (PII), Gerakan Pemuda Islam (GPI), Himpunan
>Mahasiswa Islam (HMI), Pemuda Muslimin Indonesia, Badan Koordinasi
>Pemuda Remaja Masjid Indonesia(BKPRMI), Pemuda Islam, Gerakan Pemuda
>Anshor, Ikatan Mahasiswa
>
>Muhammadiyah (IMM), Pemuda Muhammadiyah, Angkatan Muda Islam Indonesia
>(AMII), Pemuda Islam Banten, dll. Mereka atas inisiatif sendiri
>membentuk komite pendukung SI karena amanat Kongres Umat Islam antara
>lain harus mendukung terlaksananya SI dan menghadapi gerakan anti SI
>yang dilakukan BARISAN NASIONAL, FORKOT dll. Mereka juga mengemban
>amanat Apel Siaga Umat Islam yang dipelopori Forum Ulama Habaib dan
>tokoh masyarakat Betawi.
>
>Untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat jangan terpancing dengan
>tipu daya kaum kafirin, musyrikin dan fasikin melalui segala cara untuk
>memojokkan dan mengadu domba umat Islam. Surat At Taubah : 48,
>"Sesungguhnya dari dahulupun mereka telah mencari-cari kekacauan dan
>mereka mengatur berbagai macam tipu daya untuk (merusak)mu, hingga
>datanglah kebenaran (pertolongan Allah), dan menanglah agama Allah,
>padahal mereka tidak menyukainya".
>
>Apa langkah kita selanjutnya ? SI akhirnya berjalan baik, banyak
>aspirasi umat dan rakyat umumnya tercapai dengan sedikit kekurangan
>disana-sini. Itulah
>hasil maksimal MPR kali ini. Mudah-mudahan MPR hasil pemilu 1999 akan
>lebih baik.
>Setidaknya kita harus jaga hasil SI ini karena di dalamnya menjamin
>keberlangsungan pemilu. Umat Islam menginginkan Pemilu,sedangkan
>kalangan minoritas ekstrim Katolik/Kristen takut terhadap Pemilu, begitu
>juga dengan BARISAN NASIONAL, CSIS, dan TOKOH REFORMIS GADUNGAN.
>
>Namun rupa-rupanya, mahasiswa FORKOT/FAMRED/FORBES/KOMRAD dan
>massa liar rusuh tidak puas karena gagal menembus Gedung MPR/DPR Jumat
>malam. Mereka melakukan terus aksi massa yang brutal dan anarkis
>sepanjang Sabtu sehingga terjadi kerusuhan besar di Jakarta. Mobil-mobil
>kembali dirusak dan dibakar, jalan-jalan doblokade oleh mereka,
>masyarakat dicekam ketakutan.
>Mereka mulai menjarah. Sementara itu, BARISAN NASIOANAL melalui SRI EDI
>SWASONO dan KEMAL IDRIS menginginkan terbentuknya KOMITE RAKYAT
>INDONESIA dan membubarkan MPR yang ada sekarang. Dengan begitu Habibie
>turun dan merekalah yang berkuasa. Mereka ingin merebut kekuasaan saat
>ini juga, dan mahasiswa FORKOT/FORBES/FAMRED/KOMRAD adalah ujung tombak
>mereka.
>
>Menghadapi situasi seperti ini, ikhwan fillah, mau tidak mau kita harus
>bersikap. Jika sampai kaum kafir dan fasiq yang menguasai negri kita,
>maka Umat Islam sudah pasti akan ditindas, bahkan melebihi masa-masa
>Beny Moerdani. Kan terulang lagi pembantaian Tanjung Priok, Lampung,
>Haur Koneng, dsb. Oleh karena itu,jika pemaksaan kehendak yang dilakukan
>kaum minoritas ekstrim ini telah mencapai titik kekuasaan maka
>satu-satunya jalan, satu-satunya cara yang bisa ditempuh setelah kita
>bersabar sekian lama maka :
>
>KITA HARUS BERJIHAD DI JALAN ALLAH. KITA HARUS PERANGI KAUM KAFIR
>DAN FASIQ YANG MEREBUT KEKUASAAN DAN INKONSTITUSIONAL. KITA
>HARUS PERANGI BARISAN NASIONAL, CSIS, FORKOT/FAMRED/FORBES
>/KOMRAD, DAN SEGALA UNSUR MINORITAS EKSTRIM YANG BERMAIN DI
>BELAKANG AKSI-AKSI INI DENGAN CARA PERANG FISIK !!!
>
>MARILAH KITA PENUHI PANGGILAN ALLAH UNTUK BERJIHAD DENGAN
>AMWAL (HARTA)DAN ANFUS (JIWA), MENEGAKKAN DINULLAH DAN
>MENCAPAI MARDHATILLAH. JIKA KITA GUGUR DALAM PEPERANGAN INI
>MAKA KITA INSYA ALLAH AKAN MENJADI SUHADA.
>
>Wassalamualaikum wr.wb
>
>" PERANGILAH MEREKA, NISCAYA ALLAH AKAN MENYIKSA MEREKA DENGAN
>TANGAN-TANGANMU DAN ALLAH AKAN MENGHINAKAN MEREKA DAN
>MENOLONGMU TERHADAP MEREKA, SERTA MELEGAKAN HATI ORANG-
>ORANG YANG BERIMAN " (AT TAUBAH : 14)
>
>" DAN PERANGILAH MEREKA ITU, SEHINGGA TIDAK ADA FITNAH LAGI
>DAN (SEHINGGA)AGAM ITU HANYA UNTUK ALLAH BELAKA. JIKA MEREKA
>BERHENTI (DARI MEMUSUHI KAMU), MAKA TIDAK ADA PERMUSUHAN (LAGI)
>KECUALI TERHADAP ORANG-ORANG YANG DZALIM " (AL BAQARAH : 193)
>
>" ORANG-ORANG YANG BERIMAN DAN BERHIJRAH SERTA BERJIHAD DI
>JALAN ALLAH DENGAN HARTA BENDA DAN DIRI MEREKA, ADALAH LEBIH
>TINGGI DERAJATNYA DISISI ALLAH, DAN ITULAH ORANG-ORANG YANG
>MENDAPATKAN KEMENANGAN" (AT TAUBAH : 20)
>
>" KATAKANLAH : JIKA BAPAK-BAPAK, ANAK-ANAK, SAUDARA-SAUDARA,
>ISTRI-ISTRI KAUM KELUARGAMU, HARTA KEKAYAAN YANG KAMU USAHAKAN,
>PERNIAGAAN YANG KAMU KHAWATIRI KERUGIANNYA, DAN RUMAH-RUMAH
>TEMPAT TINGGAL YANG KAMU SUKAI, ADALAH LEBIH DICINTAI DARIPADA
>ALLAH DAN RASULNYA DAN (DARI) BERJIHAD DI JALANNYA, MAKA TUNGGULAH
>SAMPAI ALLAH MENDATANGKAN KEPUTUSAN-NYA. DAN ALLAH TIDAK MEMBERI
>PETUNJUK KEPADA ORANG-ORANG FASIQ."
>(AT TAUBAH : 24)
>
>Catatan :
>Kepada seluruh kaum muslimin di Jakarta dan seluruh Indonesia, harap
>seruan ini disebarluaskan kepada ikhwah-ikhwah yang lain
>sebanyak-banyaknya.
>
>
>
>______________________________________________________
>------------------------------------------------------------------------
>
>
>Free Web-based e-mail groups -- http://www.eGroups.com
From: Fathoni Usman <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 20 Nopember 1998 17:11
Subject: [riska-forum] seruan jihad
>-From: KAMMI
>To: kammi
>Subject: {KAMMI} Selebaran dari msj. Al Azhar
>Date: Wednesday 18 November 1998 23:00
>
>Ass.wr.wb
>
>Saudara-saudaraku sekalian, silahkan baca selebaran yang ana dapatkan
>dari masjid Al Azhar dalam acara Forum Ukhuwah Islam yang dihadiri oleh
>Amien Rais, Ali Yafie dll, hari Senin, 16 Nov 98.
>Tolong dibaca ya.....jangan didelete.......
>
>Afwan wa syukron katsiir
>
>Wassalam
>Fia
>
>Nb: masih ada satu lagi yang belum sempat kukirimkan.
>
>
> SERUAN JIHAD !!!
> KOMITE UMAT ISLAM PEMBELA KONSTITUSI
>
> WASPADAI
> KELOMPOK MINORITAS EKSTRIM
> (FORKOT/FAMRED/FORBES/KOMRAD DAN BARISAN NASIONAL)
>
>
>Assalamu'alaikum wr.wb
>
>Pada hari Jum'at, 13 November 1998 telah terjadi insiden yang
>menyebabkan jatuhnya korban baik dari pihak mahasiswa
>Forkot/Famred/Forbes/Komrad, aparat militer dan anggota PAM SWAKARSA.
>Setidaknya telah jatuh 5 korban jiwa di kalangan mahasiswa, 4 korban jiwa di kalangan PAM SWAKARSA dan seorang pelajar. Selain itu, ratusan orang menderita luka ringan maupun berat.
>
>Apa yang sesungguhnya terjadi ? Sejak bulan Oktober 1998, BARISAN
>NASIONAL, sebuah organisasi yang didirikan kalangan sekuler abangan dan
>islamophobia, telah menyatakan bahwa Habibie harus turun dan segera
>bentuk pemerintahan transisi yang disebut KOMITE RAKYAT INDONESIA (KRI)
>atau presidium yang terdiri dari segelintir orang. Kemal Idris, Sarwono
>Kusumaatmadja, Siswono Yudohusodo, Usep Ranawijaya, Sri Edi Swasono,
>Sukmawati Sukarnoputri, Roch Basuki, Permadi, Haryadi Darmawan, Arifin
>Panigoro, Rahmat Witoelar, Ratna Sarumpaet, Sandyawan adalah beberapa
>orang yang duduk di BARISAN NASIONAL itu. Mereka mengancam jika
>pemerintahan Habibie tidak turun, maka mereka akan mengerahkan massa
>untuk menduduki Gedung DPR/MPR seperti yang dilakukan pada 18-22 Mei
>1998. Tokoh-tokoh yang mereka inginkan duduk dalam KOMITE RAKYAT
>INDONESIA antara lain : Kemal Idris, Megawati Sukarnoputri, Sukmawati
>Sukarnoputri, Permadi, Ali Sadikin, Ratna Sarumpaet, Sarwono
>Kusumaatmaja, Siswono Yudohusodo, Rahmat Witoelar dan lain-lain.
>
>Sejak awal meraka ini bersikap menolak Sidang Istimewa karena
>hasil-hasilnya, terutama menyangkut Pemilu bakal merugikan kelompok
>mereka. Orang-orang BARISAN NASIONAL dan lembaga-lembaga milik kalangan
>sekuler abangan yang dibelakangnya juga didukung mantan Pangab Katolik
>Leonardus Benny Moerdani dan sebuah lembaga tangki pemikiran Katolik
>CSIS (Center for Strategic and International Studies), tidak ingin
>Habibie, yang ketua Umum ICMI dan dekat dengan kalangan Islam itu, tetap
>bertahan. Karena itu, melalui rapat-rapat panjang mereka sejak kejatuhan
>Soeharto, mereka memutuskan harus menggulingkan pemerintahan Habibie
>pada Sidang Istimewa.
>
>Dalam rapat tanggal 5 November 1998 di Rumah Makan Bintang, Jalan Ampera
>
>Raya, berkumpullah tokoh-tokoh yang berniat melakukan makar dan
>pengulingan kekuasaan terhadap pemerintahan yang sah. Rapat itu
>dilakukan atas inisiatif kelompok RSJ (Revolusi Sekarang Juga) yang
>ditandatangani Roch Basuki, seorang pendukung PDI Perjuangan dengan
>mengundang 18 wakil organisasi yaitu Aldian (FORKOT), Safik (FAMRED),
>Sarbini (FKSM), Indah (KOMRAD), Lexy Lumentut (NEGARA INDONESIA TIMUR),
>Umam (GMNU), Rozy Munir (GKPB), Usep Ranuwiharja (WIRAGAMA/PNI), Kun
>Sukarno (GIB), Ratna Sarumpaet (SIAGA), Haryadi Darmawan (GRN), Benny
>Fatah (PBN), Suparlan (PDI), Baskara (GMNI), Syaiful Sulun (BARISAN
>NASIONAL), dan Theo Syafei (BARISAN NASIONAL/PDI MEGA/TOKOH KATOLIK).
>Dalam pertemuan itu, mereka membuat TOR PENYUSUNAN INFRASTRUKTUR
>REVOLUSI untuk melakukan REVOLUSI RAKYAT dalam merebut kedaulatan
>negara. Karenanya, harus diciptakan suasana revolusioner yang dengan
>sigap harus ditangkap infrastruktur revolusi yang solid. Bentuk pertama
>adalah KOMITE RAKYAT INDONESIA (KRI). Karena itu harus ditentukan apa
>yang dimaksud dengan "musuh bersama" dan "kawan revolusioner". Pada
>tanggal 12 Novewmber, berdasarkan dokumen ini, harus dilakukan
>demonstrasi besar-besaran dipusatkan di Jakarta untuk menduduki Gedung
>DPR/MPR, sedangkan di daerah-daerah merebut sarana vital. Aksi ini harus
>dipelopori oleh komponen FORKOT, FAMRED, FORBES, KOMRAD dan semua unsur
>yang ikut rapat.
>
>Bagaimana sikap umat Islam ? Sikap umat Islam seperti tertuang dalam
>hasil-hasil Kongres Umat Islam di Asrama Haji, Pondok Gede 2-7 November
>1998 dan tercermin dalam Apel Siaga Umat Islam di Stadion Utama Senayan
>Jakarta, 5 November 1998, menyatakan mendukung Sidang Istimewa.
>Pertimbangannya SI ini akan membawa bangsa Indonesia menuju sistem yang
>demokratis yang dicita-citakan rakyat banyak terutama dengan adanya
>Pemilihan Umum bulan Mei 1999. Bagi Umat Islam, proses konstitusional
>harus dijalankan dalam setiap tahap reformasi dan menolak cara-cara
>anarkis serta memaksakan kehendak seperti yang diperlihatkan mahasiswa
>yang tergabung dalam FORKOT (FORUM KOTA/FORUM KOMUNIS TOTAL), FAMRED
>(FORUM AKSI MAHASISWA UNTUK REFORMASI DAN DEMOKRASI), KOMRAD (KOMITE
>MAHASISWA RADIKAL) dan
>FORBES (FORUM BERSAMA).
>
>FORKOT/FAMRED/FORBES/KOMRAD adalah kelompok mahasiswa yang terdiri
>dari kalangan mahasiswa minoritas Katolik/Kristen berbasis di
>Universitas Katolik Atmajaya (UNIKA ATMAJAYA)dan Universitas Kristen
>Indonesia (UKI). Sebagian lagi berlatarbelakang SOSIALIS KOMUNIS,
>walaupun secara formal bisa saja
>
>beragama Islam. Jadi mereka yang berunjuk rasa pada hari Kamis di Tugu
>Proklamasi dan hari Jum'at di Semanggi dengan cara brutal dan anarkis
>bukanlah gambaran suara mahasiswa umumnya, mereka hanya sekelompok
>mahasiswa saja. Sebagian besar mahasiswa Indonesia, seperti Mahasiswa
>Universitas Indonesia, IPB, ITB, UGM, IKIP Jakarta, UNDIP, UNAIR dll
>umumnya menyetujui SI dengan berbagai catatan dan kritik. Mereka yang
>terakhir itulah mahasiswa Indonesia yang murni. Sedangkan
>FORKOT/FAMRED/FORBES/KOMRAD adalah tunggangan dari kelompok elit politik
>BARISAN NASIONAL, CSIS, LB MOERDANI dan barisan sakit hati yang anti
>Islam, sekuler dan abangan. Kita tahu dana mereka besar, baik dari luar
>negri maupun dalam negri.Amerika Serikat ikut mendanai mereka.
>Pengusaha-pengusaha dalam negri spt Arifin Panigoro, Sofyan Wanandi,dan
>Siswono, juga memberikan dana yang tidak terbatas.
>
>Kalangan minoritas ekstrim ini juga didukung oleh media massa milik
>mereka yang secara gencar menyiarkan dan mengeksploitasi segala berita
>yang menguntungkan mereka. Media massa mereka, spt KOMPAS, SUARA
>PEMBARUAN,MEDIA INDONESIA, MERDEKA, JAKARTA POST, RCTI, SCTV,
>RADIO SONORA, RADIO TRIJAYA, dan masih banyak lagi, secara
>terang-terangan telah berhasil menciptakan opini bahwa kalangan
>mahasiswa FORKOT/FORBES/FAMRED/KOMRAD teraniaya. Mereka juga berhasil
>menciptakan opini bahwa pendukung SI telah melakukan tindakan-tindakan
>makar, brutal, dan anarkis. Mahasiswa FORKOT, bernama Anas Alamudi, yang
>dikenal sangat kekiri-kirian dengan sengaja dan brutal menabrakan VW
>Safari berwarna merah miliknya ke lapisan barikade aparat sehingga
>menimbulkan korban di kalangan aparat dan maupun wartawan. Namun media
>massa milik kalangan minoritas justru memutar balikkan fakta sehingga
>seolah-olah mahasiswa FORKOT itu yang menjadi korban.
>
>Dalam insiden di Semanggi hari Jumat malam, mahasiswa FORKOT /FAMRED/
>FORBES/KOMRAD yang berbasis di Unika Atmajaya melakukan provokasi dengan
>melakukan lemparan batu-batu besar dan bom molotov. Ratusan bom molotov
>telah mereka siapkan di Atmajaya, begitu pula dengan senjata tajam,
>golok, dan batu-batu. Tetapi, lagi-lagi media massa milik kalangan
>minoritas ekstrim itu berhasil mengekspose hanya senjata PAM SWAKARSA
>berupa bambu, padahal hanya beberapa saja bambu yang diruncingkan.
>Itupun tidak pernah digunakan. SCTV, RCTI, Radio Trijaya dan Sonora
>terutama yang paling gencar menyiarkan kebohongan-kebohongan ini.
>
>Bahkan Media Massa ini sama sekali tidak mau menyiarkan berita korban
>dari pihak pendukung SI. Tiga orang yang ikut mendukung SI MPR, telah
>dibantai oleh massa FORKOT dan massa brutal lain di sekitar jembatan
>Cawang pada hari Jumat.
>Ketiga orang itu tewas dengan mengenaskan. Mata mereka ditusuk dengan
>benda runcing, muka mereka lebam dan bersimbah darah, mulut mereka
>hancur dipukul batu dan diinjak-injak. Semua identitas mereka
>dihancurkan. Dompet dan uangpun juga dirampas. Ketiga orang itu
>diperlakukan sebagai binatang.
>
>Korban dari PAM SWAKARSA juga jatuh di dekat Hotel Le Meridien. Seorang
>santri dari pesantren At Taqwa bernama Faisal, 19 tahun, dipukul secara
>brutal oleh mahasiswa FORKOT dan massa liar di Sudirman hingga mukanya
>hancur, badannya hancur. Ia tidak bisa teriak meminta tolong apalagi
>seorangpemuda beringas melompat-lompat di atas tubuhnya. Peristiwa ini
>terekam berita TPI pukul 17.00. Akhirnya Faisal, santri yang santun dan
>pendiam itu, syahid di bawah kekejaman tangan-tangan biadab mahasiswa
>FORKOT dan massa liar di sekitar Semanggi.
>
>Siapakah Anggota "PAM SWAKARSA" ? Sebenarnya istilah PAM SWAKARSA
>bukanlah istilah yang datang dari orang-orang yang kemudian bergabung
>dalam barisan pendukung SI. PAM SWAKARSA itu nama yang diberikan oleh
>POLDA. Tidak semua pendukung SI dikategorikan PAM SWAKARSA, sehingga
>istilah ini sangat merugikan karena seolah-olah PAM SWAKARSA itu
>bentukan ABRI. Tapi karena gencarnya opini yang dibentuk oleh media
>massa mereka, maka jadilah PAM SWAKARSA identik dengan siapa saja yang
>mendukung SI. Para pendukung SI yang mereka sebut "PAM SWAKARSA" itu
>sebenarnya adalah
>
>pemuda-pemuda, ulama-ulama, dan santri - santri dari berbagai pesantren
>se-Jabotabek dan anggota organisasi massa Islam secara perorangan,
>Pelajar Islam Indonesia (PII), Gerakan Pemuda Islam (GPI), Himpunan
>Mahasiswa Islam (HMI), Pemuda Muslimin Indonesia, Badan Koordinasi
>Pemuda Remaja Masjid Indonesia(BKPRMI), Pemuda Islam, Gerakan Pemuda
>Anshor, Ikatan Mahasiswa
>
>Muhammadiyah (IMM), Pemuda Muhammadiyah, Angkatan Muda Islam Indonesia
>(AMII), Pemuda Islam Banten, dll. Mereka atas inisiatif sendiri
>membentuk komite pendukung SI karena amanat Kongres Umat Islam antara
>lain harus mendukung terlaksananya SI dan menghadapi gerakan anti SI
>yang dilakukan BARISAN NASIONAL, FORKOT dll. Mereka juga mengemban
>amanat Apel Siaga Umat Islam yang dipelopori Forum Ulama Habaib dan
>tokoh masyarakat Betawi.
>
>Untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat jangan terpancing dengan
>tipu daya kaum kafirin, musyrikin dan fasikin melalui segala cara untuk
>memojokkan dan mengadu domba umat Islam. Surat At Taubah : 48,
>"Sesungguhnya dari dahulupun mereka telah mencari-cari kekacauan dan
>mereka mengatur berbagai macam tipu daya untuk (merusak)mu, hingga
>datanglah kebenaran (pertolongan Allah), dan menanglah agama Allah,
>padahal mereka tidak menyukainya".
>
>Apa langkah kita selanjutnya ? SI akhirnya berjalan baik, banyak
>aspirasi umat dan rakyat umumnya tercapai dengan sedikit kekurangan
>disana-sini. Itulah
>hasil maksimal MPR kali ini. Mudah-mudahan MPR hasil pemilu 1999 akan
>lebih baik.
>Setidaknya kita harus jaga hasil SI ini karena di dalamnya menjamin
>keberlangsungan pemilu. Umat Islam menginginkan Pemilu,sedangkan
>kalangan minoritas ekstrim Katolik/Kristen takut terhadap Pemilu, begitu
>juga dengan BARISAN NASIONAL, CSIS, dan TOKOH REFORMIS GADUNGAN.
>
>Namun rupa-rupanya, mahasiswa FORKOT/FAMRED/FORBES/KOMRAD dan
>massa liar rusuh tidak puas karena gagal menembus Gedung MPR/DPR Jumat
>malam. Mereka melakukan terus aksi massa yang brutal dan anarkis
>sepanjang Sabtu sehingga terjadi kerusuhan besar di Jakarta. Mobil-mobil
>kembali dirusak dan dibakar, jalan-jalan doblokade oleh mereka,
>masyarakat dicekam ketakutan.
>Mereka mulai menjarah. Sementara itu, BARISAN NASIOANAL melalui SRI EDI
>SWASONO dan KEMAL IDRIS menginginkan terbentuknya KOMITE RAKYAT
>INDONESIA dan membubarkan MPR yang ada sekarang. Dengan begitu Habibie
>turun dan merekalah yang berkuasa. Mereka ingin merebut kekuasaan saat
>ini juga, dan mahasiswa FORKOT/FORBES/FAMRED/KOMRAD adalah ujung tombak
>mereka.
>
>Menghadapi situasi seperti ini, ikhwan fillah, mau tidak mau kita harus
>bersikap. Jika sampai kaum kafir dan fasiq yang menguasai negri kita,
>maka Umat Islam sudah pasti akan ditindas, bahkan melebihi masa-masa
>Beny Moerdani. Kan terulang lagi pembantaian Tanjung Priok, Lampung,
>Haur Koneng, dsb. Oleh karena itu,jika pemaksaan kehendak yang dilakukan
>kaum minoritas ekstrim ini telah mencapai titik kekuasaan maka
>satu-satunya jalan, satu-satunya cara yang bisa ditempuh setelah kita
>bersabar sekian lama maka :
>
>KITA HARUS BERJIHAD DI JALAN ALLAH. KITA HARUS PERANGI KAUM KAFIR
>DAN FASIQ YANG MEREBUT KEKUASAAN DAN INKONSTITUSIONAL. KITA
>HARUS PERANGI BARISAN NASIONAL, CSIS, FORKOT/FAMRED/FORBES
>/KOMRAD, DAN SEGALA UNSUR MINORITAS EKSTRIM YANG BERMAIN DI
>BELAKANG AKSI-AKSI INI DENGAN CARA PERANG FISIK !!!
>
>MARILAH KITA PENUHI PANGGILAN ALLAH UNTUK BERJIHAD DENGAN
>AMWAL (HARTA)DAN ANFUS (JIWA), MENEGAKKAN DINULLAH DAN
>MENCAPAI MARDHATILLAH. JIKA KITA GUGUR DALAM PEPERANGAN INI
>MAKA KITA INSYA ALLAH AKAN MENJADI SUHADA.
>
>Wassalamualaikum wr.wb
>
>" PERANGILAH MEREKA, NISCAYA ALLAH AKAN MENYIKSA MEREKA DENGAN
>TANGAN-TANGANMU DAN ALLAH AKAN MENGHINAKAN MEREKA DAN
>MENOLONGMU TERHADAP MEREKA, SERTA MELEGAKAN HATI ORANG-
>ORANG YANG BERIMAN " (AT TAUBAH : 14)
>
>" DAN PERANGILAH MEREKA ITU, SEHINGGA TIDAK ADA FITNAH LAGI
>DAN (SEHINGGA)AGAM ITU HANYA UNTUK ALLAH BELAKA. JIKA MEREKA
>BERHENTI (DARI MEMUSUHI KAMU), MAKA TIDAK ADA PERMUSUHAN (LAGI)
>KECUALI TERHADAP ORANG-ORANG YANG DZALIM " (AL BAQARAH : 193)
>
>" ORANG-ORANG YANG BERIMAN DAN BERHIJRAH SERTA BERJIHAD DI
>JALAN ALLAH DENGAN HARTA BENDA DAN DIRI MEREKA, ADALAH LEBIH
>TINGGI DERAJATNYA DISISI ALLAH, DAN ITULAH ORANG-ORANG YANG
>MENDAPATKAN KEMENANGAN" (AT TAUBAH : 20)
>
>" KATAKANLAH : JIKA BAPAK-BAPAK, ANAK-ANAK, SAUDARA-SAUDARA,
>ISTRI-ISTRI KAUM KELUARGAMU, HARTA KEKAYAAN YANG KAMU USAHAKAN,
>PERNIAGAAN YANG KAMU KHAWATIRI KERUGIANNYA, DAN RUMAH-RUMAH
>TEMPAT TINGGAL YANG KAMU SUKAI, ADALAH LEBIH DICINTAI DARIPADA
>ALLAH DAN RASULNYA DAN (DARI) BERJIHAD DI JALANNYA, MAKA TUNGGULAH
>SAMPAI ALLAH MENDATANGKAN KEPUTUSAN-NYA. DAN ALLAH TIDAK MEMBERI
>PETUNJUK KEPADA ORANG-ORANG FASIQ."
>(AT TAUBAH : 24)
>
>Catatan :
>Kepada seluruh kaum muslimin di Jakarta dan seluruh Indonesia, harap
>seruan ini disebarluaskan kepada ikhwah-ikhwah yang lain
>sebanyak-banyaknya.
>
>
>
>______________________________________________________
>------------------------------------------------------------------------
>
>
>Free Web-based e-mail groups -- http://www.eGroups.com
