On Thu, 2 Dec 1999, Hertoto Eko Prasetyotomo wrote:
|Sekedar pengalaman saya ketika jadi mahasiswa di UNDIP. Ketika saya
|mengambil mata kuliah pengantar ilmu komputer (saya jurusan akuntansi),
|yang diajarkan adalah matakuliah yang sudah usang. Saya ingat sekali saya
|diajarkan bahasa basic. Maaf saya nggak bilang kalo itu buruk namun
|misleading khan kalo begitu. Berguna sih membentuk logika dan alur pikir.
|(karena itu bahasa pemrograman), tapi nggak tepat guna khan?. Kenapa nggak
|diajarin microsoft office (atau linux sekalian)? Atau kenapa nggak
Ini selalu menjadi masalah bagi banyak jurusan. Sekarang kalau kita buka
mata pada pengenalan komputer, maka yang harus diajarkan sebenarnya yang
sesuai dengan jurusan. Nah pengajar semestinya dari Jurusan ini, jadi tahu
persis apa mau dan arah jurusan. Lihat jawaban saya di bawah.
|mengintegrasikan kedalam mata kuliah. Saya walaupun jurusan akuntansi,
|nggak masalah kalo diajar pake SPSS atau SAS. Masih ada gunanya untuk
|mendalami ilmu statistik.
|Anyway, saya sebenarnya pernah keki sama pak Riasto yang mengajarkan
|statistik kepada saya. Bayangkan saya harus ngapalin rumus statistik segitu
|banyak, soalnya ujiannya bakal close book. Akibatnya malah banyak
|temen-temen saya yang bikin cheating sheet. Gimana nich pak Riasto, tepat
ini menjadi permsalah utama, bukan hanya statistik tapi juga mathematik.
Ada dua alur sebenarnya, satu pendidikan siap pakai atau pendidikan dasar.
Dalam kaitan mata pelajaran mathematik , statistik di jurusan non
statistik, sering diajar oleh rekan dari Statistik atau mathematik dan
juga tidak senior. Nah jadi yang diajarkan adalah pengertian sangat dasar
dari statistik ini, lalu untuk apa?? ini yang susah jawabnya. Mestinya
yang mengajar Mathematik dan Statistik atau KOmputer di suatu jurusan
adalah mereka yang senior dan sudah tahu lapangan, sehingga pengajaran
bisa diarahkan ke aplikasi yang dibutuhkan di Jurusan dengan tanpa
menghilangkan dasar dari Ilmu itu sendiri. Artinya pembobotan yang sesuai.
Ini juga salah satu kelemahan pendidikan kita, dimana pengajar di rekrut
dari mhs terus sekolah terus hadi dosen, dan ini sangat kurang masalah
praktis. Akibatnya terjadi kesenjangan antara kebutuhan dan yang
diberikan. Orientasi ke Industri atau lapangan relatif jarang. Nah apa
yang bisa dilakukan adalah meningkatkan kerja sama alumni, dengan
mengundang alumni untuk memberi masukan dan juga kuliah kuliah umum.
Selain itu juga pembibimbngan skripsi mestinya juga dengan industri atau
ke praktis kalau mau produk output siap pakai lho....
______________________________________________________________
>From [EMAIL PROTECTED] to UNDIP List
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id