Suhono Harso Supangkat, kepala Multimedia & Cyberspace Engineering
Research Group ITB, mengatakan di AS ada Automated Clearing House yang
menjadi penghubung antara penjual, pembeli dan pihak bank dalam electronic
market.
"Lembaga ini harus bersifat independen sehingga transaksi yang
berlangsung dapat dilacak dan dibuktikan serta memberikan solusi bila
terjadi perselisihan," ujarnya.
Suhono mengungkapkan kecurangan yang bisa terjadi pada belanja online
bisa berasal dari sistem atau mesin yang memproses transaksi sehingga nilai
penjualan yang terjadi dimanipulasi.
<Dikutip dari SuratkabarCom>
Komentar
-------------
Dalam kegiatan belanja online, yang bisa mengurangi resiko
kecurangannya bukan hanya terletak pada kehadiran lembaga independen,
sebagaimana yang dikatakan Bapak Suhono, juga sejauh mana upaya mengurangi
kesenjangan kesadaran teknis perdagangan/jaringan perhubungan antara pihak
terkait, yaitu "penyedia barang" dan "pembeli barang", juga personalia dari
lembaga itu sendiri. Hukum sosiologisnya memang demikian.
Selama pengetahuan telekomunikasi masih merupakan produk intelektual
eksklusif di Indonesia, selama itu pula peluang untuk menipu konsumen
melalui belanja online akan tetap besar serta beragam. Menipu di sini tidak
harus frontal. Bisa juga melalui trik-trik tertentu agar tidak memberi kesan
pada konsumen bahwa telah ditipu.
Bayangkan, apa jadinya bila "penyedia barang" mempunyai 1000 lubang
untuk mengintip konsumen, sementara konsumen sendiri hanya mempunyai 100
lubang untuk mengintip "penyedia barang". Kan nggak fair. Apalagi kalau
pihak pertama sadar akan dirinya, sementara yang lain tidak sadar akan
dirinya.
Jadi ya untuk mengurangi resiko belanja online itu di samping dengan
lembaga pengawasan, juga diperlukan niat untuk mencerdaskan masyarakat
terlebih dulu. Karena dengan kecerdasan bidang telekomunikasi itulah
otomatis akan mengapresiasikan kewaspadaan/kekritisan terhadap segala bentuk
penawaran barang terhadap dirinya.
Misalkan dengan keinginan kuat dari pakar telekomunikasi untuk
mempublikasikan berbagai kiat praktis seputar penggunaan internet, apakah
dalam rangka penghematan waktu maupun biaya. Juga kiat mengantisipasi segala
bentuk yang merugikan kita melalui dunia internet, yang tentu dimulai dalam
bentuk paling sederhana dengan contoh yang paling sederhana pula.
Salam,
Nasrullah Idris
----------------------
P.O. Box 1380 - Bandung 40013
Bidang Studi : Reformasi Sains Matematika Teknologi
http://bdg.centrin.net.id/~acu
Email Lain : [EMAIL PROTECTED] <untuk darurat saja>
______________________________________________________________
>From "Nasrullah Idris" <[EMAIL PROTECTED]> to UNDIP List
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id