Saya sekarang masuk pada proyek reformasi administrasi di Pemerintahan,
khususnya di Jawa Tengah. Walaupun dimulai dari penataan arsip daerah tetapi
nantinya seluruh jajaran Pemerintahan Jawa Tengah melakukan hal serupa.
Setelah saya berada ditengah-tengah proyek muncul satu pertanyaan, mengapa
filling system software (berbahasa Indonesia) yang tersedia cuma yang
diproduksi oleh Indofile ? Lucunya lagi, Pemda Jateng pernah merealisasikan
pengadaan hardware sejak tahun 1997 tetapi masalah filling system kok baru
sekarang, maka tidak heran jika komputer di PEMDA selama ini cuma berfungsi
sebagai mesin ketik, termasuk pembuatan KTP di Kota Semarang. Jadi kita
belajar teknologi dari alat-alatnya dahulu tetapi tidak sekaligus fungsi
teknologi itu sendiri. Nah berarti yang diajarkan di sekolah-sekolah
komputer ya cuma jadi "tukang pencet tombol keyboard". Jelas ini kesalahan
pendidik, dan coba tanya dibagian pendidikan administrasi, apakah juga
diajarkan masalah fungsi sistim administrasi dengan menggunakan komputer.
Para ahli teknologi komputer juga tidak berusaha berpikir kemasalah filling
system, padahal jika dikaji lebih jauh, filing system adalah salah satu
bentuk operasional administrasi bisnis. Piye mas and mbak ?
______________________________________________________________
>From "Riasto Widiatmono" <[EMAIL PROTECTED]> to UNDIP List
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id