Title: Re: [UNDIP] #Orang Indonesia : Sekarang dan Era Imperialisme
on 10/18/00 9:09 AM, Nasrullah Idris at [EMAIL PROTECTED] wrote:
> Sekarang ada orang Indonesia yang tidak merasa dijajah oleh bangsa
> Barat. Pada zaman penjajahan pun ada orang Indonesia yang bersikap
> demikian.
> Sekarang ada orang pintar Indonesia yang bangga menjadi bawahan
> orang asing. Pada zaman penjajahan pun ada orang pintar Indonesia
> yang bersikap demikian.
> Sekarang ada orang Indonesia di luar negeri yang malas pulang ke
> tanah air karena situasi ekonomi yang tidak memungkinkan.
> Pada zaman penjajahan pun ada orang Indonesia di luar negeri yang
> bersikap demikian.
********************************
Eko Raharjo:
Menarik suatu kesimpulan tanpa menyodorkan data ataupun reasoning
adalah ciri dari unscientific opinion yang bisa sangat menyesatkan.
Siapakah barat? Apa definisi suatu penjajahan?
Barat jaman sekarang tidaklah terbatas orang bule saja. Di North America,
barat juga berarti kulit hitam (Muhammad Ali), Indians (native), Cina,
Korea, Thailand (Tiger Wood), Philipino dan juga bisa Indonesian seperti
keluarga Raharjos yang saya pimpin.
Policy pemerintah disini tidak hanya dipengaruhi orang bule saja
(European descent), melainkan juga dipengaruhi oleh ethnic lain.
Sebagai contoh adalah orang Yahudi yang mempunyai loby kuat
dalam US goverment. Apa jadinya negara Israel kalau tidak ada
orang-2 Yahudi yang bermukim di USA? Apa tidak sudah luluh
lantak dirajam dengan batu dan kerikil oleh orang Arab? Banyak
negara yang menikmati patronage seperti ini dimana 'orang awak'
mempunyai loby cukup kuat di pemerintahan di America.
Indonesia adalah negara 'jeblok' dimana tidak dipandang sebelah
matapun (ingat kasus Timtim) sebab orang-2 Indonesia yang disini
adalah kebanyakan anak para pejabat yang menghambur-hamburkan
uang negara (rakyat) untuk kenikmatan pribadi.
Historical formal, Indonesia pernah di jajah oleh Londo. Faktual,
Indonesia masih tetap dalam penjajahan. Dijajah oleh siapa? Tidak
lain oleh bangsa sendiri, yakni para pejabat-2nya. Disamping itu
Indonesia dijajah pula oleh kebodohan, arogansi , kemunafikan,
kepengecutan dst.
Tentu saja dengan semakin dependent terhadap negara-2 asing,
baik itu soal uang, iptek, ataupun kultur , jelaslah kalau negara
Indonesia semakin kehilangan sovereignty (kedaulatan).
Dari jumlah utang luar negerinya saja, apalagi adanya kenyataan
ekonomi yang morat-marit dan krisis kepemimpinan, setiap orang
yang waras akan tahu bahwa Indonesia adalah negara 'dummy'
yang hidupnya berdasarkan pada 'pitulungan lan kawelasan' dari
negara barat.
Pada waktu belum ada krisis ekonomi saja, bea siswa untuk studi
di luar negeri sudah mengandalkan utang luar negeri. Dimanakah
hasil kekayaan minyak dan gas yang melimpah?. 'diuyup' semua
oleh pejabat pertamina. Dimanakah hasil emas dan tembaga yang
meruah? 'diuntal 'semua oleh Suharto dan kroninya. Dimanakah
uang dari bank negara yang bertumpuk? digerogoti oleh babah-2
tikus konglomerat yang sekarang memperoleh patronage dari
presiden Gustaffson Abdurahman Wahid.
Prediksi saya, sepuluh tahun mendatang politik luar negeri Indonesia
dipenuhi oleh ratap iba memohon negara barat untuk membebaskan
hutang yang ada, sebab Kalau tidak no matter how great the economic
growth of the country is semuanya akan amblas untuk bayar morgage
and the interest. Kalau sudah begini saya mau lihat gimana
arogansi dari orang Indonesia? Silahkan kalau ada yang mau keras
kepala:"dari pada minta dibelas kasihani lebih baik mati" (padahal
politik pemerintah sekarangpun sudah menjilat terhadap barat).
Siapa yang akan peduli?. Sebab dalam sepanjang sejarah, bangsa
tumbuh - bangsa punah merupakan hal yang biasa and life in the planet
goes on.
Hanya ada satu kemungkinan bahwa pemerintah barat secara sepihak
akan membebaskan utang-2 Indonesia yaitu apabila pemerintah barat
ditekan oleh penduduk negara tsb sendiri. Siapakah mereka yakni para
pembayar pajak. Sebab uang yang diutang itu sesungguhnya adalah
uang dari para pembayar pajak di negara barat. Dan siapakah mereka?
Salah satunya adalah saya dan istri saya, setiap bulan gaji kami
dipotong 17% oleh pemerintah disini.
Jadi bung Idris kalau sampeyan dapat beasiswa yang berasal dari
utang luar negeri sebagian itu uang saya. Sudah menjadi salah satu
agenda dalam hidup keluarga Raharjos bahwa kalau tidak saya, istri
saya atau anak saya akan aktif menekan pemerintah disini untuk
mengimpaskan hutang dari negara-2 'gembus' seperti Indonesia.
Pertama-tama utang yang perlu dibebaskan adalah utang yang di
alokasikan untuk pendidikan, seperti beasiswa. Jadi anak cucu dari
orang Indonesia manapun tidak perlu menanggung hutang yang ini.
Utang yang dikorupsi oelh para pejabat dan konglomerat: bebas
bersyarat, artinya bebas kalau pelakunya digantung dibawah pohon
beringin.
Sekali lagi bung Idris adalah sangat penting untuk menyertakan
data ataupun analisis sebelum mengambil suatu kesimpulan.
Negara Indonesia bisa begitu melarat, primitif dan nista salah satu
faktornya adalah karena tidak banyak orang Indonesia tinggal diluar
negeri.
Kenapa tidak banyak orang Indonesia tinggal diluar negeri?
Sebab pertama, pemerintah Indonesia adalah pemerintah tyran
yang maunya mengkontrol setiap individu. Lebih mudah mengkontrol
rakyat yang didalam negeri dari pada yang diluar negeri. Maka itu
banyak hambatan untuk keluar negeri. Kedua kemampuan bahasa
asing sangat kurang sekali. Lihat kasus babu di Arab yang
menyedihkan. Mereka tidak bisa bahasa Arab nor bahasa Inggris.
Ketiga, tidak banyak kalangan menengah keatas yang punya
keahlian yang laku di pasaran international (tidak usahlah munafik
seandainya ada kemungkinan semua orang pasti ingin bekerja
di negara barat). Keempat, bangsa ini yang dulu nenek moyangnya
pelaut yang gagah berani rupanya telah mengalami kemerosotan
menjadi bangsa yang suka sembunyi di 'ketek' orang tua, yakni
mengandalkan jaringan koneksisme, nepotisme dari bapak. Mana
mereka ada nyali untuk sendirian mengarungi lautan kehidupan di
negara barat seperti nenek moyang kita yang suka menerjang badai
di lautan seberang?
Wassalam
Raharjo family,
tinggal di negara barat, Kanada.
namun tidak saja gen dan kromosomnya
tetap orang Indonesia namun juga hati dan
jiwanya tetap Indonesia.
> Sekarang ada cendekiawan Indonesia yang bersikap kebarat-baratan.
> Pada zaman penjajahan pun ada cendekiawan Indonesia yang bersikap
> demikian.
>
> Sekarang ada orang Indonesia yang mengikuti pola moralis ala barat.
> Pada zaman penjajahan pun ada orang Indonesia yang bersikap demikian.
>
> Sekarang ada orang Indonesia di luar negeri yang malas pulang ke tanah
> air karena situasi ekonomi yang tidak memungkinkan.
> Pada zaman penjajahan pun ada orang Indonesia di luar negeri yang
> bersikap demikian.
>
> <silakan teruskan>
>
> Bagaimana catatan sejarah hasil rangkuman dan analisa cucu/cicit kita
> tentang kita sekarang ?
>
> Salam,
>
> Nasrullah Idris
> ----------------------
> P.O. Box 1380 - Bandung 40013
> Bidang Studi : Reformasi Sains Matematika Teknologi
> http://bdg.centrin.net.id/~acu
> Email Lain : [EMAIL PROTECTED] <untuk darurat saja>
>
>
>
>
>
>
> ______________________________________________________________
>> From "Nasrullah Idris" <[EMAIL PROTECTED]> to UNDIP List
> Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
> DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
>
