IMIGRAN ******* Bob, Jack dan Joe bukanlah anak-anak imigran dari Highland Scotlandia atau Irlandia melainkan dari Cina dan Hongkong. Secara suka rela tanpa ada paksaan imigran Cina di Kanada memberi nama anak-anak mereka dengan nama lokal. Tidak hanya nama, mereka juga adopt bahasa, unggah-ungguh-kultur setempat. Kelakuan "ndeso" yang sering dijumpai di Bejing seperti berdahak di sembarang tempat, kalau duduk di kursi roknya diangkat sehingga yang mengenai kursi bukan roknya melainkan langsung pantatnya (celana dalamnya), tidak dijumpai disini. Sebaliknya tidak terkira sumbangan kultur Cina yang telah memperkaya kehidupan di Kanada. Pola imigrasi ke Kanada (dan Amerika) dua atau tiga dekade terakhir ini bergeser ke imigran Asia. Diantaranya, Cina (dan India) menduduki porsi yang besar. Terutama ketika issu penyatuan Hongkong ke Cina daratan memanas 5 tahun yl. Kanada diserbu oleh imigran dari Hongkong. Provinsi British Columbia di pantai barat merupakan target favorit. Saking banyaknya imigran Hongkong yang bermukim di Vancouver, ibukota provinsi tsb mendapat nama slang Hongkuver. UBC : University of British Columbia diplesetkan sebagai University Billions of Chinese. Tentu pula membanjirnya Cina Hongkong di provinsi tsb disertai membanjirnya kapital yang mampu mendongkrak ekonomi disana. Tidak sedikit bisnisman asal Hongkong yang sukses disini namun tidak sedikit pula yang mengalami disilusi. Betapa susahnya bersaing bisnis dengan penduduk lokal kulit putih dan pula memakai kultur lokal. Banyak tempat bisnis strategis yang sudah ditempati oleh lokal kulit putih. Toko maupun restoran atau franchise yang dijual ke bisnisman Cina kebanyakan berada pada tempat yang kurang strategis. Akibatnya banyak yang menderita rugi atau bangkrut. Tidak sedikit pula keluarga harus pisah satu sama lain karena sang istri dapat kerja di Calgary tetapi sang suami dapat kerja di Fort Mc Murray, 6 hours drive. Satu hal yang mereka pantang mundur adalah kerja keras. Seorang yang memiliki toko pencetakan foto yang bangkrut dan tidak mampu lagi membayar sewa toko. Tetap bekerja dirumah dan bersedia mengantar-jemput filem dari langganannya meskipun hanya satu-dua rol. Accountant menawarkan jasa tax and financial advice dengan berkunjung ke rumah-rumah. Anak-anak muda Cina sangat rajin untuk mencari uang diantaranya adalah menjadi pencuci alat-alat (glasware) di lab-2, tentu saja sebagai trademark mereka selalu menenteng cell phone. Anak-anakpun sudah dibiasakan cari uang. Teman anak saya (SD kelas VI) pagi sebelum atau sore seusai sekolah bekerja sebagai flyers boy, yaitu mengantarkan slebaran-2 iklan door to door. Lumayan setiap bulan ia bisa mengumpulkan seratus dolar lebih. Sejarah imigrasi Cina ke Canada dapat diturut kembali ratusan tahun lalu, yakni pada jaman frontier. Kebanyakan imigran cina pada waktu itu bekerja sebagai buruh tambang atau pembuat jalan kereta api. Dibawah mandor yang kulit putih dan racist, buruh Cina ditempatkan pada pekerjaan-2 dengan resiko tinggi seperti dengan explosives. Tidak sedikit dari mereka keluar dari terowongan dengan anggota badan yang tidak utuh. Cerita seperti ini sekarang ini diabadikan dan menjadi bagian dari canadian heritage. Kanada adalah negara yang boleh dikata berhasil dalam hal pembauran antara imigran dan penduduk lokal. Filosofi seperti melting pot, cultural mosaic, konsekwen dipraktekkan. Imigran cina dan imigran lain dengan bersemangat membaur dalam segala aspek kehidupan: sosial, kultural politik, dst. Banyak kita temukan baik imigran Cina maupun yang lain melakukan volunteer (kerja bakti) diberbagai kesempatan. Dalam festival seperti Calgary Stampede, dimana merupakan festival khas budaya wild west Cowboys, merekapun tidak mau ketinggalan. Jadi jika dalam festival semacam itu dari belakang melihat cowboys, cowgirls, pendek-2 dan jalan-jalan bersama seluruh keluarga tidak ketinggalan pula kakek neneknya pasti adalah cowboys/cowgirls cina. Problem minoritas Cina yang mendominasi ekonomi tidak terjadi di Kanada. Imigran Cina disini amat bangga menjadi Canadian. Sedangkan penduduk lokal Kanada pun tanpa sungkan-2 menerima kontribusi kultur, ekonomi, pendidikan, dst. dari imigran Cina. Dominasi ekonomi, sosial, politik ada pada penduduk lokal kulit putih. Wajar!. Oleh karena itu tidak muncul segala macam ketegangan sosial dan kerusuhan seperti di Indonesia. Wassalam, Eko Raharjo Calgary, Canada ______________________________________________________________ >From Eko Raharjo <[EMAIL PROTECTED]> to UNDIP List Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2 DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
