Pak Hadi dan kolega-2 di IKK FK Undip semua yang terhormat.

SALAM KANGEN dari saya!

Saya turut bergembira bahwa IKK telah bisa on-line 24 jam. Untuk
memudahkan komunikasi lebih lanjut saya ingin menginfornasikan
bahwa alamat e-mail saya bukan [EMAIL PROTECTED] melainkan
[EMAIL PROTECTED] (ada r sebelum j dan acs nya telah dihilangkan).

Kapan saya pulang?
Pak Hadi, Sebenarnya saya tidak merasa pergi sebab rumah saya adalah
di planet bumi dan saya masih tetap disini, belum DUT (just guyon).

Terima kasih atas pertanyaan anda, saya akan berusaha menjawab dengan
sejujurnya. Pertama-tama merupakan kepastian bahwa saya tidak mungkin
secara fisik pulang untuk kembali menjadi staf di FK Undip tanpa
memperoleh kesempatan untuk mengamalkan ilmu yang telah kami dapat
dengan memperoleh gaji selayaknya. Sebab jika saya mengalami lagi
situasi seperti saat saya pulang dari Jerman, hal tsb akan merugikan
semua pihak: pihak Undip, pihak masyarakat dan tentu saja pihak saya
pribadi. Bagi saya pribadi, yang akan mengalaminya langsung, situasi
tersebut tidak tertahankan. Situasi seperti itu adalah pengingkaran
dari nilai-nilai kemanusiaan saya. Dengan kata lain, saya PASTI secara
fisik akan kembali sebagai staf FK Undip jika telah terjadi perubahan-
perubahan2 substansial di FK Undip. Kedua, sesungguhnya bukan hal yang
mustahil dalam era teknologi komunikasi yang sedemikian maju untuk
tetap menjadi staf FK Undip namun secara fisik menjadi staf di Faculty
of Medicine, University of Calgary di Kanada seperti status saya dan
istri saya saat ini.

Jadi pada prinsipnya saya tidak ingin semua pihak rugi!. Yang saya
inginkan adalah semua pihak untung, win - win situation. Tentu saja
dalam situasi yang belum jelas pertama-tama saya mengutamakan 
tanggung jawab pribadi terlebih dahulu, yakni memperoleh nafkah yang
layak, mengembangkan ilmu yang telah saya dapat dan mengusahakan
pendidikan yang baik bagi keluarga. Hal inilah yang saya lakukan
sekarang ini. Saya yakin setiap orang yang berada dalam situasi
seperti saya alami, bila jujur, akan mengambil keputusan yang
sama. Syukurlah saya dan istri saya diberi kemampuan untuk bisa
memperoleh pekerjaan yang baik disini. Posisi saya adalah sebagai
Research Associate di bag Immunology dan istri saya sebagai Lab
Manager di bag Cell Biology di Faculty of Medicine, University of
Calgary. Saya yakin kalau pihak FK Undip memang menginginkan, semua
pihak (termasuk masyarakat) bisa menikmati win-win situation.
Perkara detail langkah konkritnya akan bisa dibicarakan kemudian.

Saya tahu banyak orang yang salah mengerti terhadap sikap saya.
Ada orang yang menanggapi sikap JUJUR dari saya sebagai sikap
SOMBONG, arogant. Saya dapat memaklumi keterbatasan mereka dan
saya tidak merasa kuatir dengan prasangka mereka. Namun saya kuatir
apa bila saya tidak mampu bersikap jujur dan adil terhadap diri saya
keluarga dan masyarakat, sebab saya akan kehilangan kenikmatan hidup.
Menurut pengalaman saya bersikap jujur dan adil dalam memutuskan
jalan hidup itu amat membebaskan dan mendatangkan kenikmatan. Tentu
saja sebagai manusia saya jauh dari sempurna. Saya menyadari saya
bisa pula berbuat salah oleh karena itu saya amat menghargai suatu
dialog yang saling menghormat satu sama lain. Terus terang saya
tidak setuju dengan mentalitas yang dipraktekkan di Undip: bahwa
hanya yang diatas saja perlu dihormati sedangkan staf biasa tidak,
bahkan wajar untuk disepelekan, hanya yang diatas saja yang kariernya
penting, hanya yang diatas saja yang hak-haknya perlu diakui, yang
diatas saja yang nasibnya dan nasib KELUARGA nya penting oleh karena
itu segala macam fasilitas dan resources dari Undip dipakai untuk
menjamin kesuksesan mereka, sedangkan nasib staf biasa dan keluarganya
wallahualam.

Saya menolak mentah-mentah suatu bentuk komunikasi dengan pejabat
Undip maupun pejabat pemerintah lainnya, dimana saya diwajibkan
menghormat mereka, mengakomodasikan kepentingan mereka sedangkan
mereka tidak memperdulikan hak-2 saya, tidak mengakomodasikan
keperluan saya dan tidak perduli masa depan saya. Misalnya Undip
menuntut stafnya untuk memberikan laporan yang teratur namun dari
pihak mereka tidak ada response (karena tidak pernah dibaca).
Apa gunanya?!. Disamping itu pihak Undip sendiri tidak pernah
sekalipun, apa lagi secara teratur, menginformasikan kepada saya
hal-hal yang sebagai staf saya berhak untuk tahu. (misalnya saya
tidak pernah diberi informasi ada program S2 yang berhubungan dengan
keilmuan saya). Kalau pihak Undip tidak menganggap saya penting, tidak
menganggap saya sebagai asset yang berharga, lalu dasar apa yang bisa
saya pakai untuk memberikan justifikasi untuk menjadi staf disana.
Demikian pula mereka menuntut saya pulang tetapi tanpa membicarakan
saya mau ditempatkan dimana, apa posisi dan tanggung jawab yang akan
diberikan kepada saya.         

Saya menyadari bahwa hal-hal semacam ini bukanlah menjadi problem
Undip semata melainkan sudah merupakan problem national. Jadi bukan
merupakan tanggung jawab Undip semata untuk perlu mengadakan reformasi
melainkan juga pihak pemerintah pusat dan seluruh jajarannnya. Namun
sebagai lembaga pendidikan tinggi sudah seyogyanya Undip memeloporinya.
Saya tahu bahwa perubahan yang substansial tidak akan bisa terjadi
dalam sehari atau dua hari tetapi perlu suatu usaha berkesinambungan
yang serius dengan disertai integritas yang tinggi. Tindakan saya
adalah mengikuti prinsip dasar dari problem solving (therapy) kalau
belum bisa menghilangkan kausanya paling tidak mencegah supaya tidak
terjadi kerusakan yang lebih lanjut. Saya dan keluarga menolak untuk
menjadi korban lebih lanjut terhadap sistem, struktur dan mentalitas
kolektif yang buruk (saya tidak mengarah ke individual) yang ada di
Indonesia. Saya tahu pula bahwa kebanyakan orang tidak bersikap
seperti saya melainkan bersedia menurut dan mengikuti situasi yang
ada untuk berperan menjadi korban yang baik, sambil berharap suatu
kali akan mendapat posisi diatas dan ganti menjadi perpetrator yang
jempolan. Saya tidak mau menjadi korban saya dan saya tidak mau pula
untuk menjadi pelaku. Saya harap orang lain mengikuti jejak saya
untuk berani menyetop rantai korban dan predator yang telah
menyebabkan bangsa dan negara Indonesia semakin menjadi kacau,
terbelakang, miskin dan nista ini.   

 
Apakah saya sudah kaya?
Pak Hadi saya tidak pernah bercita-cita untuk menjadi kaya.
Sewaktu saya masih di IKK saya banyak belajar dari senior-2 saya,
pak Sofwan, dll, terutama mengenai filsafat hidup, antara lain:
wiji kelengkeng akan tumbuh menjadi pohon kelengkeng, wiji duwet
akan tumbuh menjadi pohon duwet. Saya tidak punya wiji sugih jadi
tak akan tumbuh sugih (he he he just kidding). Namun saya orang yang
percaya bahwa setiap manusia punya hak untuk hidup secara layak.
Sekali lagi saya bersyukur bahwa saya dan keluarga bisa hidup secara
layak disini. Kabar saya sekeluarga juga baik. Saya mengharap bahwa
kabar dari semua keluarga staf di IKK juga tidak kurang suatu apa.
Kami memutuskan untuk punya anak satu saja, sebab ini yang terbaik
untuk kami. Anak saya sekarang duduk di elementary school grade V.
Dia aktif di berbagai kegiatan olah raga (gymnastics), musik (piano)
dan sains. Tahun lalu ia memenangkan banyak perlombaan. Ia berada
dalam ranking pertama se propinsi Alberta untuk Gymnastics level I,
kategori umur 10. Tahun ini ia melejit masuk ke tingkat National,
High Performance, untuk kategori umur 10 tahun. Ia juga pernah dapat
scholarship di suatu festival piano di Calgary. Bulan Mei ini
dia akan ikut bertanding di suatu festival piano besar di Calgary.
Punya anak satu saja sudah menghabiskan semua cadangan energy yang
kami punyai. Saya tidak bisa membayangkan kalau saya punya anak tiga
seperti pak Sofwan dan pak Maryono (dan ditambah lagi perkutut-2nya).

Saya kira sementara ini sekian dulu. Mohon maaf kalau ada perkataan
yang kurang berkenan. E-mail ini saya cc kan ke [EMAIL PROTECTED],
jadi kalau oleh suatu hal tidak bisa diterima bisa dilihat di mailing
list Undip. Akir kata selamat tahun baru 2001 untuk semua.          

Wassalam,
Eko Raharjo 
 
HADI SALIM wrote:
> 
> Note: forwarded message attached.
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Yahoo! Auctions - Buy the things you want at great prices.
> http://auctions.yahoo.com/
> 
>   ------------------------------------------------------------------------
>    Part 1.2Type: Internet E-Mail Message (message/rfc822)
______________________________________________________________
>From Eko Raharjo <[EMAIL PROTECTED]> to UNDIP List
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id

Kirim email ke