Memang di tengah situasi yang segala sesuatunya bisa menjadi joke segar di
negeri tercinta ini. Jangankan di dunia politik, dunia pendidikanpun tak
lepas dari situasi konyol. Ini misalnya, manajer asing di tempat saya
bekerja (pma) sekitar 2 tahun yang lalu menjemput anaknya (17th) yang
�ngendon� selama 2 tahun di kelas 1 smu negaranya sana karena sibuk ngurusin
narkoba dan luar biasa �mbeling� hingga akhirnya didepak dari smunya itu.
Sampai akhirnya, di sinipun si anak tersebut justru memperparah keadaan
dengan cara yang sama plus kumpul kebo yang kurang lazim bagi budaya kita
ini. Tiba-tiba si �pengobok-obok moral� tersebut tahun ajaran ini bisa masuk
ke salah satu perguruan tinggi swasta di Solo dengan mulus.
Secara logika dan tanpa itungan yang bikin mumet, mana mungkin seorang yang
smu saja gagal mencapai kelas 2, justru bisa masuk menjadi mahasiswa salah
satu PTS, sementara ratusan ribu lulusan smu harus antre dan bersaing ketat
untuk dapat sekedar kuliah.
Tapi di Indonesia, hal ini menjadi mungkin. Terang saja hal ini bisa
menimbulkan pertanyaan baru, mungkinkah mahasiswa semester satu S1 juga bisa
masuk S3 begitu saja?
It�s so ridiculous..
Ironisnya lagi, hal-hal yang memicu kecemburuan sosial seperti ini tetap
saja tidak ada yang peduli....
_________________________________________________________________
Get your FREE download of MSN Explorer at http://explorer.msn.com/intl.asp
______________________________________________________________
>From "hendro gunawan" <[EMAIL PROTECTED]> to UNDIP List
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id