So..what mas Eko... Sementara orang Islam sendiri gontok-gontokan... So... what mas Eko.... Coba perhatikan...pemimpin yang non Islam justru punya pendukung yang solid...
So what mas Eko.... Coba perhatikan...berapa pemimpin yang Islam justru dibantai karakternya oleh sesama muslim sendiri...Ini terjadi tidak hanya di Indonesia...walau yang paling parah ya di Indonesia. So what mas Eko... Coba dilihat betapa naifnya orang Islam Indonesia yang meminta warung makan tutup di siang hari... Kalau nggak bisa nahan nafsu ya jangan menyalahkan orang lain dong... So what mas Eko... Islam itu artinya damai....kenapa yang muncul dibenak orang ketika berbicara orang Islam adalah seorang yang garang bercambang dan berkumis membawa bedil dan pedang yang akhirnya malah memberi kesan serem.... So what mas Eko... Islam itu merupakan petunjuk ALLAH swt. yang diturunkan ke manusia sejak nabi Adam as. dan yang kemudian direstate Allah swt. melalui nabi SAW. So ajaran Ibrahim itu Islam, ajaran Moses itu Islam, bahkan ajaran Jesus pun Islam... Mereka semua juga muslim khan? Apanya yang salah...??? So what mas Eko... Islam itu penyerahan diri ke Allah swt. Islam itu ESA.. Kenapa pengikut Mohammad (kalau boleh saya sebut demikian), pengikut Jesus dan pengikut Moses selalu berperang.. Kenapa masalah ritual dan ukhuwah dicampuradukkan... Biarlah ritualnya berbeda tanpa ada paksaan (bagimu agamamu dan bagiku agamaku)..namun mestinya cara pandang sosial mestinya mengedepankan kebersamaan...Namun kenapa ini tidak terjadi... So what mas Eko... Kenapa keputusan masuk surga dan masuk neraka menjadi keputusan ulama... Ingat dulu ada yang menghalalkan darah Amien Rais....Kenapa kata-kata jihad hanya dipahami secara sempit dan sepihak... Kalau benar itu dilakukan Muhammad Atta, apa ya nabrak WTC itu jihad... Kalau kata kiai tindakan itu Jihad, apa ya betul? Bagaimanan kalau ternyata dianggap tindakan bunuh diri dan kriminal oleh Allah swt? Masalah masuk surga itu khan keputusan Allah swt. bukan keputusan ulama. Tapi di Indonesia, coba disimak bagaimana dengan beraninya kiai menjamin tindakan umatnya akan masuk surga jika melakukan apa yang diiginkan kiainya. Lagi-lagi terjadi politisasi ritual. So what..... Inna sholati wannusuki wama yahya wammamati lilahi ta'ala Salam dari Halifax IW >===== Original Message From [EMAIL PROTECTED] ===== >PANCASILA TAMENG KITA > >Drs. Antonius Bader, wakil direktur sekolah SMA Medak I yang >baru, berdiri tegak di depan kantor mengamati murid-2 yang >berdatangan. Dalam setelan safari abu-abu PNS ia nampak gagah >dan berwibawa. Rambutnya yang disisir rapi dan mengkilat oleh >pomade serta kacamata putihnya memberi kesan cerdas dan >teroganisir. Harus diakui pak Antonius memiliki segala macam >persyaratan sebagai pemimpin. Terlebih dari itu ia adalah orang >yang kaya ide, pandai berbicara namun tegas dalam keputusannya. >Baru beberapa bulan ia menduduki jabatannya sudah banyak >perubahan-2 yang dilakukannya. > >Kontras dengan pak Antonius, Drs Moh.Suroto sang direktur sekolah, >nampak ingah-ingih (tidak tegas). Meski setelan safari yang dipakainya >lebih nampak baru tetapi tidak ada sedikitpun kesan berwibawa. Wajahnya >terkesan serba lancip mengingatkan pada kuda laut. Kacamata putih >yang selalu dikenakannya malah memberi kesan juling. Diatas itu semua, >cara jalan pak Suroto yang penuh gaya tetapi clumsy mengingatkan >pada tokoh Jar-Jar Bink dalam filem the Phantom Menace. Pak Suroto >tidak menaruh interest pada pembaharuan. Satu hal yang menjadi >interesnya adalah mengamankan posisinya sebagai direktur SMA. Hal >lain yang disukainya adalah upacara bendera tiap hari Senen. Ia terlihat > >amat menikmati momen-2 sebagai sesepuh upacara, terutama ketika >seorang karyawan yang berfungsi sebagai ajudan menyerahkan text >pidato untuk dibacakannya matanya yang juling nampak berkilat-kilat. > >Ada sesuatu yang fishy dalam pengangkatan pak Antonius sebagai wakil >direktur sebab pak Indrajit, wakil direktur lama, tidak dipromosikan >menjadi direktur sekolah di SMA lainnya seperti lazimnya. Melainkan >tetap mengajar sebagai guru biasa. Pak Indrajit pengajar mata pelajaran >Fisika adalah tipe guru konservatif. Ia menerapkan disiplin kaku dan >sangat keras memperlakukan murid. Namun mutu pengajarannya >tergolong baik dan tidak membedakan murid satu dengan yang lain. >Hampir setiap murid laki atau perempuan pernah kena pukul dengan >jangka sorong darinya. Oleh karena itu ia amat ditakuti. Mengenai latar >belakangnya sesungguhnya tidak banyak orang yang tahu. Meskipun >demikian terdapat desas-desus bahwa ybs eks anggota organisasi >mahasiswa yang berafiliasi ke PKI. > >Pengangkatan pak Antonius yang Katolik sebagai wakil direktur dapat >dibayangkan membuat pak Samir, guru agama Islam, amat sangat unhappy. >Cara ia memperlakukan Siman tempo lalu mencerminkan betapa tidak >puasnya dia dengan situasi tsb. Boleh jadi ungkapan "minoritas-tak- >tahu-diri" yang diucapkan di depan kelas Siman karena ia Katolik, >sesungguhnya ditujukan kepada pak Antonius. Terlebih karena sebagai >wakil direktur pak Antonius terang-terangan lebih dominan dibanding >direkturnya. Dibawah wakil direktur baru SMA Medak I benar-benar >sedang mengalami iklim penertiban dan pendisiplinan. Tentu saja bagi >pak Samir merupakan suatu nightmare! > >Rupanya pak Samir tidak sendiri, tidak sedikit guru-guru lain yang >merasa sesak nafas dalam iklim baru tsb. Bahkan dipihak muridpun mulai >muncul banyak keluhan. Pasalnya adalah cara pak Antonius menagih uang >sekolah oleh sementara murid dianggap semena-mena. Tentu saja selalu >ada murid yang suka menggelapkan uang sekolah yang diberikan orang >tua mereka. Tetapi kenyataan bahwa banyak orang tua murid yang hidup >sangat pas-pasan tidaklah dapat dihiraukan. Meskipun uang sekolah >tidak besar namun untuk keluarga-2 tsb sudah merupakan suatu beban. >Rupanya tidak ada dalam kesadaran pak Antonius bahwa murid punya hak >untuk sekolah dengan tenang tanpa diganggu dengan segala macam ancaman >mengenai uang sekolah. Sudah bukan rahasia lagi bahwa pak Antonius >suka memakai istilah-2 sengak dan merendahkan dalam menagih pembayaran >uang sekolah. Diluar itu pak Indrajit yang posisinya digeser oleh pak >Antonius tentu pula tidak merasa senang. > >Pak Antonius simply tidak menggubris atas reaksi kepemimpinannya. >Sebagai seorang yang sejak kecil dalam pendidikan sekolahan Katolik >ia sangat tahu apa arti self confidence. Terlebih lagi di tempat dia >tinggal, di Semarang, ia adalah seorang kader Golkar yang sedang naik >daun. Jadi apa lagi yang perlu dikuatirkan. Semua orang tahu Golkarlah >pemilik negara ini. Ekskutif dan ABRI mutlak dikuasai oleh Golkar. >Sedangkan legislatif dipenuhi oleh para moron yang hanya konsern pada >gaji, fasilitas dan pensiun yang diperolehnya. Sementara itu kekuasaan >yudikatif yang merupakan pertahanan terakhir dari sistem negara republik > >tidak lebih bagai wayang kilangan gapit. Kadang dalam penampilannya >pengadilan kelihatan GARANG seolah-olah mampu mengunyah siapa saja, >tanpa terkecuali, tapi dalam pelaksanannnya kemudian lembaga itu berubah > >menjadi arena panggung badut Srimulat. > >Benar-2 tergolong orang sibuklah pak Antonius. Pagi mengajar, malam >aktif dalam kegiatan politik. Seperti malam itu setelah usai makan malam > >pak Antonius nampak bersiap mau keluar rumah. Istrinya ibu Maria Gigi >yang berkulit hitam manis mempersiapkan jas hujan untuknya. Namun >malam itu skuternya tidak meluncur kearah markas Golkar di Kalisari >melainkan ke arah Barat ke Gereja Katolik di paroki Sari Bong. Malam >itu ia menghadiri pertemuan tokoh-2 Katolik masyarakat se Semarang. >Seorang Pastor memimpin pertemuan malam itu. Tokoh Katolik dari >berbagai kalangan dan profesi, dosen, dokter, pejabat pemerintah, >legislatif, >ABRI, pengusaha dst; diantaranya adalah satu-satunya camat wanita se >kabupaten Semarang muncul dalam acara tsb. Pertemuan dibuka dengan >suatu doa. Tetapi topik selanjutnya tidak mengenai soal kerohanian >melainkan membahas mengenai situasi sosial-politik. > >Pastor Durkolo yang akrab dengan panggilan Romo Dur sesungguhnya >adalah pastor mahasiswa. Mengenai bagaimana seorang Pastor mahasiswa >yang semestinya bertugas melayani kebutuhan rohani para mahasiswa se >Semarang bisa klayapan malam-2 memimpin rapat mengenai sospol adalah >suatu misteri. Namun begitulah the nature of the Catholic Church penuh >dengan misteri, teka-teki dan secrecy. Sesungguhnya tidak banyak umat >tahu menahu bagaimana mengenai kehidupan didalam hirarkie. Meskipun >kehidupan mereka sering sangat 'ASOR' dan amoral namun umat waton >percaya saja. Kepercayaan mereka kepada hirarkie sama tebalnya dengan >iman kepercayaan mereka terhadap doktrin trinitas. > >"Seorang Katolik harus menjadi posisi kunci tidak perduli dikalangan >mana ia berada" begitu sulut Romo Dur!. Selama pancasila masih >dijadikan dasar negara RI maka kita akan selalu punya pengaruh. >"Pancasila adalah TAMENG kita oleh karena itu harus kita pertahankan; >dan adalah tidak benar bahwa Kristen adalah minoritas tengok di >Indonesia bagian timur Kristen/Katolik adalah mayoritas". Indonesia >bagian Timur adalah ibarat kartu TRUF kita". Begitulah kata demi kata >mengalir lancar dari mulut Durkolo. Para hadirin menjadi semringah >seolah-olah Roh Kudus sendiri telah memberi pencerahan kepada mereka. >Wajah mereka kelihatan tambah penuh keyakinan dan percaya diri. >Kecuali satu peserta seorang dokter muda yang duduk di pojok matanya >berkejab-kejab tanda tidak paham dengan apa sedang terjadi. Durkolo >menutup wejangannya dengan satu kalimat yang dibikin menyentuh. >"Ad Majorem dei Gloriem". Seluruh karya kita adalah demi kemulianNya. . > >Semarang, 1988 > >Eko Raharjo >[EMAIL PROTECTED] > > > > > >-------------------------- >Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2 >to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 221 >DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id -------------------------- Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2 to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 222 DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id -------------------------- Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2 to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 223 DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
