----- Original Message -----
From: achmad hidayatullah
Sent: Tuesday, July 16, 2002 3:51 PM
> -----Original Message-----
> From: Jenny
> Sent: Saturday, July 13, 2002 2:47 PM
>
> DENGARKAN  BISIKAN  ITU
>
>    Seorang eksekutif sukses yang muda  berkendara agak
>    terlalu cepat disebuah jalan suatu pemukiman dalam Jaguarnya
>    yang baru. Ia sedang mengamati kalau2 ada anak2 kecil yang
>    seenaknya nyelonong lari menyebrang dari antara mobil2 yang
>    terparkir, dan ia melambat saat pikirnya ia melihat sesuatu.
>
>    Ketika mobilnya lewat, tidak tampak ada anak2. Tapi sebalik-
>    nya tiba2 sebuah batu bata melayang menghempas kedinding pintu
>    samping. Ia tendang injak remnya, buru2 ia mundurkan ketempat di-
>    mana batu itu dilemparkan.
>
>    Pengemudi penuh amarah itu melompat keluar, ditangkapnya
>    anak terdekat, didorong dan dihimpitnya pada sebuah mobil terparkir
>    sambil berteriak, "Heeee, sudah gila ya kamu!!! Edan, kau pikir apa
yang
>    kau kerjakan, sudah sinting ya, apa2an ini? Kamu ini siapa? Tahu nggak,
>    batu itu merusak mobil baruku dan bakal mahal sekali reparasinya.
>    Gila, betul betul sudah gila bener, ada apa sih kamu ini? Sialan!"
>
>    Anak kecil itu ketakutan penuh penyesalan. "Ampun Pak, tolong...,
>    Tolong Pak, minta ampun..... Aku tak tahu harus berbuat apa lagi.
>    Aku lempar batu itu, terpaksa, sebab tidak seorangpun mau berhenti.
>    "Dengan air mata mengalir dipipi yang menuruni dagunya, remaja itu
>     menunjuk kesuatu arah disekitar sebuah mobil terparkir.
>     "Adikku Pak, adikku butuh ditolong....Tadi ia tergelincir dari trotoar
>     dan terjatuh dari kursi rodanya dan aku tak bisa mengangkatnya.
>     "Sekarang, ter-isak2, bocah itu melanjutkan "Tolonglah Pak, bantu
>    aku dan dia. Tolong naikkan dia kembali kekursi rodanya. Ia terluka
>    dan terlalu berat bagiku."
>
>    Begitu tersentuh dan tergeraknya pengemudi itu, ia cuma mencoba
>    menelan ludah ditenggorokannya. Diangkatnya anak cacat-tubuh itu
kembali
>    kedalam kursi rodanya, ia keluarkan saputangannya dan diseka serta ia
coba
>    bersihkan goresan dan lecet2 lukanya.
>
>    Terlalu tergetar sampai lupa akan kata2, orang itu hanya bisa meng-
>    ikuti anak laki2 itu mendorong pulang saudaranya yang
terikat-kursi-roda.
>    Terasa begitu lama sekali perjalanan balik kemobil Jaguarnya.
>    Kerusakan tampak jelas sekali, tetapi pengemudi itu tidak pernah
membetulkan
>     pintu yang peyok itu. Ia membiarkan untuk mengingatkannya soal pesanan
ini:
>
>    Jangan berlari demikian cepatnya dalam hidupmu sampai2 seseorang
>    harus melemparimu dengan batu untuk mendapatkan perhatianmu. Allah ber-
>    bisik dan berbicara pada hati kita. Kadang2 kalau kita tidak punya
waktu men-
>    dengarkanNya, Ia terpaksa harus melempar batu pada kita.
>
>    Dengarkan bisikan itu...... atau tunggulah sampai kau kena ketimpuk
batu.(JM)


--------------------------
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 636
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id

Kirim email ke